HIGH HEELS DAN TUKANG URUT
    Kenapa ada tukang urut? Karena ada high heels. Kenapa ada high heels? 
Karena ada tukang urut…*halah*
    High heels konon bisa bikin semua perempuan keliatan anggun dan semampai, 
selain juga…dewasa dan seksi (hmmm). Tapi saya mengalami betapa tidak enaknya 
pake high heels. Apalagi kalo makenya sambil keseleo, nggak enak banget :p 
(hihi ini mah bukan salah high heels-nya, tapi emang orangnya yang jalan nggak 
ati-ati).
    Bos yang dulu, selalu pake high heels. Kami biasa mendengar langkah-langkah 
beliau yang ke sana kemari. Kalau sudah begitu, anak buah jadi bisa siap-siap, 
pura-pura sibuk kerja kalau langkah sepatunya datang mendekat hehehe. Saya 
sendiri punya sih beberapa sepatu high heels, dipakai untuk saat-saat tertentu 
aja. Maksud pake itu supaya keliatan rada ‘wibawa’ dikit lah (dan tua-an dikit 
:), masak pake sepatu teplek-teplek. Apalagi kalo kebetulan ada tamu dari luar, 
or pejabat or bos-bos, biar gayaan dikit gitu ;) Jadi high heels bisa dibilang 
semacam…benda yang menunjukkan status, selera/gaya hidup, fashion? *Wah, soal 
ini bisa nanya Mbak Okky Asokawati :)*
        Tapi, soal memilih sepatu yanga akan kita pakai memang sebaiknya tidak 
main-main Dari buku yang pernah saya baca, katanya sepatu bisa menentukan 
kesuksesan seseorang. Di buku itu dijelaskan kalau misalnya kita memakai sepatu 
yang tidak nyaman (karena ukurannya, bahan, dll yang kurang tepat), kemudian 
harus berdiri presentasi di depan, akan sangat mengganggu karena akibat nyeri 
di kaki presentasi kita jadi tidak maksimal. Demikian juga, hampir semua 
aktivitas kita – apapun itu – akan sangat terganggu kalau kaki kitanyeri, 
ngilu, panas, gara-gara sepatu. Memang sih, meskipun ‘cuma’ di kaki, tapi kalau 
kita salah pilih ukuran, percaya deh…masih mendingan nyeker hehehe… 
    Dalam acara talk show-nya, Oprah bahkan pernah menggolongan sepatu menjadi 
sepatu 30 menit, sepatu 1 jam, sepatu 2 jam, atau sepatu sepanjang hari. Jadi, 
ada sepatu yang nyaman di kaki setengah jam saja, ada yang satu jam, ada yang 
tahan dipakai selama dua jam, sampai sepatu yang nyaman di kaki seharian. 
Biasanya sih semakin cantik tu sepatu, semakin pendek kenyamanan pemakaiannya. 
Herannya, kite para perempuan nape hobi ye pake sepatu model begitu. Padahal, 
bisa aja kita memilih sepatu kets yang jauh lebih nyaman dipakai daripada 
sepatu high heels.
    Sayangnya, oke tidaknya penampilan sangat didukung oleh pemilihan 
sepatunya. Coba bayangkan kalau baju dan dandanan sudah rapi, tapi sepatunya 
sama sekali nggak tepat modelnya…langsung turun deh penilaian. Tapi, ketika 
kita berdandan biasa aja, lalu mengenakan sepatu yang tepat dan ‘matching’, 
akan kelihatan jauh lebih keren.
     Nah, sekarang pilih mana? Fungsi atau gaya? Keren atau nyaman? Hihihi, 
maunya semuanya ya… Sepatu yang memiliki semua kriteria di atas bukannya nggak 
ada, tapi butuh merogoh kantong lebih dalam untuk bisa memilikinya. Harganya 
bisa untuk membayar tukang urut berkali-kali tuh ;)
  Selamat memilih sepatu!







 
       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke