GW banget seehhhh.... whuahahaha....

Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                 
    
Nice artikel to  read
  
  
 Cheers
 @ji
  
  
 Forgive, but not Forget !

Pernyataan itulah yang  sering kita dengar. Dan ini memang satu kenyataan
yang tidak bisa dipungkiri,  karena satu kebohongan besar apabila seseorang
yang telah disakiti entah  sekecil apapun juga; bisa melupakan kejadian
tersebut. Hanya bedanya tidak  melupakan bukannya berarti harus di ingat
terus menerus. 

Apakah anda  tahu, bahwa pada umumnya kita akan lebih mudah untuk dapat
memaafkan seorang  musuh, daripada memaafkan orang yang kita kasihi. 

Pada saat kita belum  mampu memaafkan otomatis kejadian-kejadian yang
menyakitkan tersebut akan  selalu menghantui kita siang dan malam. 

Tetapi setelah kita bisa  memaafkan tidurpun bisa tenang dan tidak akan
terganggu lagi oleh mimpi2  buruk. Memaafkan bukannya berarti harus melupakan
kejadian tersebut ataupun  mengakui bahwa apa yang mereka lakukan itu benar !
Tidak sama sekali, yang  salah tetap salah dan tidak bisa dibenarkan, hanya
bedanya pada saat kita;  memaafkan berarti kita tidak mau mengingatnya lagi.

Enak aja, Gw yang  disakiti selama bertahun-tahun, apakah harus dimaafkan
secara begitu saja,  seperti juga pepatah panas setahun dihapus oleh hujan
sehari ! Disinilah  letak kesalahan pemikiran anda !

Keuntungan utama dari memaafkan,  bukannya untuk orang yang bersalah kepada
kita melainkan untuk diri kita  sendiri. Melalui memaafkan kita dapat
melepaskan seluruh beban sakit hati  kita; maupun stress yang membebani dan
menyiksa diri kita selama ber-bulan2,  bahkan ber- tahun2. 

Dengan memaafkan hati dan pikiran kita bisa jadi  langsung plong lepas dari
segala beban sakit hati ini ! Tanya saja sama diri  sendiri, apakah anda
senang dengan adanya siksaan yang anda rasakan sampai  dengan sekarang ini ?
Tiap kali teringat akan kejadian tersebut sama seperti  juga luka yang
digarami dan diberikan cuka terus-menerus, sehingga dengan  mana, luka
batinnya akan terasa nyeri terus dan sampai kapanpun juga tidak  akan bisa
sembuh ! Obat mujarab dari luka batin yang benar2 cespleng hanya  ada satu
saja ialah: 

Memaafkan!

Prinsip hidup yang saya pegang  ialah: saya tidak akan bisa merubah orang
lain, tetapi saya bisa merubah diri  saya sendiri. Saya tidak akan bisa
merubah perasaan dari orang pernah  menyakiti hati saya, tetapi saya bisa
merubah perasaan saya sendiri, dengan  memaafkan, sebab memaafkan itu adalah
pilihan. 

"Forgiveness Is a  Choice"; memaafkan itu adalah pilihan yg hanya bisa
ditentukan oleh Anda  sendiri. Bagi mereka yg tidak bisa dan tidak mau
memaafkan, maka mereka akan  tersiksa, karena pikiran dan batinnya akan
selalu kotor, disamping itu  hubungan dgn yg bersalah pun akan selalu tetap
buruk sehingga luka batinnya  hingga kapan pun juga tidak akan mungkin bisa
dipulihkan lagi.

Lucu  tapi nyata, kita bersedia mengorbankan segala-galanya mulai dari waktu
hingga  uang untuk bisa sembuh, tetapi sakit batin kita; tetap kita  pelihara.
Disamping itu untuk bisa sembuh tidak perlu bayar entah berupa uang  maupun
waktu. 

Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah  orang yang baik,
sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan  seseoran adalah orang
yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan dan  melupakan kesalahan
seseorang "sebelumnya" orang tsb minta maaf adalah orang  yang memiliki sifat
illahi. 

by :  Mang Ucup 
  
 
---------------------------------
 This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by  
NetIQ MailMarshal  
---------------------------------
  
     
                       

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke