Menjadi Fitri itu, kata Pak Adi Warman Karim (pakar ekonomi
shariah) di acara halal bi halah kantor kemarin, dilakukan dengan tiga hal.
Yaitu:
Membuang hal yang buruk-buruk
Mengganti dengan hal yang baik-baik
(lalu) Menghiasinya dengan hal yang indah-indah
Setiap kita pasti menginginkan berubah menjadi semakin baik setiap tahunnya.
Kalau tahun lalu nilainya 6, tahun ini berharap meningkat. Kalau pun tidak
langsung bisa jadi 7 atau 8; nilai 6,0001 aja udah bagus. Karena sebagai
manusia, menjadi lebih baik itu bukan proses yang gampang (dan makan waktu
panjang).
Nah untuk itu, langkah pertama adalah dengan membuang hal buruk. Kalau tahun
kemarin keburukan kita 1000, dan tahun ini berkurang 1 dari angka segitu aja
udah bagus ya. Misalnya jadi 999 (hihi.. kayak lagu anak ayam aja :D) keburukan
yang hilang 1 ini, tidak cukup dihilangkan saja. Langkah kedua, menurut Pak
Adi, harus diganti atau diisi yang baik. Misalnya gini kali, yang dulunya
pelitnya minta ampun, jadi nggak gitu pelit (sampe nggak pelit sama sekali...:)
Membuang yang buruk lalu mengisi dengan yang baik ternyata belum cukup.
Langkah ketiga, hal baik ini harus dihiasi dengan yang indah-indah, jadi jiwa
betah bersama kebaikan ini. Misalnya memberi bantuan ke orang lain itu kan
bukan kewajiban agama (karena kalau nggak sedekah kan nggak dosa). Tapi kalau
kemudian kita mau memberi bantuan dengan suka rela/ikhlas itulah akhlak atau
inner beauty atau keindahan jiwa.
Selain memaknai kata maaf (lahir dan batin), lebaran juga membawa kita untuk
menjadi fitri. Kembali kepada fitrah manusia yang sejak pertama kali
diciptakan-Nya selalu cenderung pada yang baik-baik.
Happy changing!
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com