itu dah 'better argument' nya dia kale *ups, diam  aja ahhhh*

On Nov 19, 2007 1:51 AM, Apip Kamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   --- In [email protected] <sma1bks%40yahoogroups.com>, Didit
> Rahardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > so' tahu banget sih lo'...
> >
>
> Aduh kumaha iyeu teh....
> if you have better argument just say it,
> kalau engga ya diam aja lah.
>
> Apip Kamil 91
>
> > imsa iwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: !!! Hebatnya Indonesia !!!
>
> > Definisi Kemiskinan itu bisa berbeda di berbagai
> > sektor dan lembaga (Departemen). Sehingga kebijakan
> > yang dibuat oleh Pemerintah menjadi absurd baik di
> > tingkat interdept sampai di lapangan.
> > Sesungguhnya persoalan inti dari kemiskinan bukanlah
> > pada aspek sosial ekonomi, tetapi perilaku.
> >
> > Gw coba pake tulisan, sbb: (Dan ini yang menjadikan gw
> > yakin bahwa CALON WALIKOTA & WAKIL TIDAK ADA YANG
> > PUNYA GREGET UNTUK PRO POOR)
> > Cuma mikirin kelompoknya aje
> >
> > Pada berbagai program kemiskinan yang bersifat
> > parsial, sektoral dan charity yang pernah dilakukan,
> > sering menghadapi berbagai kondisi yang kurang
> > menguntungkan, misalnya salah sasaran, menumbuhkan
> > ketergantungan masyarakat pada bantuan luar,
> > terciptanya benih-benih fragmentasi sosial, dan
> > melemahkan kapital sosial yang ada di masyarakat
> > (gotong royong, musyawarah, keswadayaan dll). Lemahnya
> > kapital sosial pada gilirannya juga mendorong
> > pergeseran perubahan perilaku masyarakat yang semakin
> > jauh dari semangat kemandirian, kebersamaan dan
> > kepedulian untuk mengatasi persoalannya secara
> > bersama.
> > Kondisi kapital sosial dan perilaku masyarakat yang
> > yang melemah serta memudar tersebut salah satunya
> > disebabkan oleh keputusan, kebijakan dan tindakan dari
> > pengelola program kemiskinan dan pemimpin-pemimpin
> > masyarakat yang selama ini cenderung tidak
> > berorientasi kepada masyarakat miskin, tidak adil,
> > tidak transparan dan tidak tanggung gugat (tidak pro
> > poor dan good governance oriented). Sehingga
> > menimbulkan kecurigaan, kebocoran, stereotype dan
> > skeptisme di masyarakat. Keputusan, kebijakan dan
> > tindakan yang tidak adil ini dapat terjadi pada
> > situasi tatanan masyarakat yang belum madani, yang
> > salah satunya indikasinya dapat dilihat dari kondisi
> > kelembagaan masyarakat yang belum berdaya, yang tidak
> > berorientasi pada keadilan, tidak dikelola dengan
> > jujur serta terbuka dan tidak berpihak serta
> > memperjuangkan kepentingan masyarakat miskin.
> > Kelembagaan masyarakat yang belum berdaya tersebut
> > pada dasarnya disebabkan oleh karakterisitik lembaga
> > masyarakat yang ada di masyarakat cenderung tidak
> > mengakar, dan tidak representatif. Di samping itu,
> > ditengarai pula bahwa berbagai lembaga masyarakat yang
> > ada saat ini dalam beberapa hal lebih berorientasi
> > pada kepentingan pihak luar masyarakat atau bahkan
> > untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu,
> > sehingga mereka kurang memiliki komitmen dan
> > kepedulian pada masyarakat di wilayahnya, terutama
> > masyarakat miskin. Dalam kondisi ini akan semakin
> > mendalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap
> > berbagai lembaga masyarakat yang ada di wilayahnya.
> > Kondisi kelembagaan masyarakat yang tidak mengakar,
> > tidak representatif dan tidak dapat dipercaya tersebut
> > pada umumnya tumbuh subur dalam situasi perilaku/sikap
> > masyarakat yang belum berdaya. Ketidakberdayaan
> > masyarakat dalam menyikapi dan menghadapi situasi yang
> > ada di lingkungannya, yang pada akhirnya mendorong
> > sikap skeptisme, masa bodoh, tidak peduli, tidak
> > percaya diri, mengandalkan bantuan pihak luar untuk
> > mengatasi masalahnya, tidak mandiri, serta memudarnya
> > orientasi moral dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan
> > bermasyarakat, yakni terutama keikhlasan, keadilan dan
> > kejujuran.
> > Dengan demikian, dari paparan di atas cukup jelas
> > menunjukkan bahwa situasi kemiskinan akan tumbuh subur
> > dalam situasi perilaku/sikap dan cara pandang
> > (paradigma) masyarakat yang belum berdaya.
> >
>
>  
>



-- 
Kurniawan I
Kanwil DJP Kaltim
www.kurniawan.co.nr

Kirim email ke