thanks q atas responya. Salut juga buat dicky yang tahu dan ngerti soal pemekaran. Cuman menurut gue seh kalo ada yang kurang pas, belum tentu kesimpulannya pemekaran adalah kemiskinan terstruktur...bagaimana dengan banten, kutai, bandng barat dan daerah-daerah lain....apakah kesimpulannya juga menyengsarakan?
kalau soal PAD, Bekasi Utara boleh diadu. Cadangan minyaknya oke punya. Gas-nya jga. Belum lagi potensi laut yang kedalamannya sangat mencukupi untuk bikin pelabuhan sekelas Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Cuman memang soal mental birokrat, suatu yang susah diurus. Tapi, dengan sejumlah shock terapi dari KPK, imbasnya lumayan bagus. DI jajaran birokrat konon kabarnya banyak yang ngeri jadi pimpro. Ngeri kuliah di Bulak kapal. he...he..he..he Karena itu maka gue dan temen-temen berusaha membuat arsitektur kabupaten hasil pemekaran. KIta kepung wilayah kite dengan sejumlah instrumen kekuatan publik yang mampu mengontrol dan mengawasi pejabat-pejabat korup. Walau pun memang ini seperti berkhayal. Tapi, sebagai manusia yang penting kan usaha...ikhtiar gitu lho.... Soal infrastruktur, sebatas jalanan mah lebih baek jalanan di muara ketimbang di perumnas tiga ke arah rawa kalong. Cuman, kalo menurut gue gak sebatas itu bro....kita perlu membuat Perda-perda kreatif yang bisa membuat Bekasi bertuan di daerahnya sendiri, Misalnya Perda ketentuan perusahaan yang pabriknya di Bekasi, kudu bikin kantor pusatnya di bekasi juga. gak kayak sekarang, pabriknya di bekasi, kantor pusatnya di Jakarta. Akhirnya Ppn/pph kawasan2 industrri di bekasi lari ke pusat. Konon kabarnya Rp 36T. Gileeee.......... Soal bagi-bagi kekuasaan dan segelintir elit. Yah, ini sah-sah aza orang berprasangka. Bagaimana pun bicara pemekaran tidak lepas dari munculnya aset dan kekuasaan baru. Tanpa ada pemekaran apa gak ada bagi-bagi kue buat partai yang berkuasa. AH, ini bukan rahasia tetangga lagi maaan.... Kekuasaan adalah konsekwensi logis dari pemekaran. Adanya kabupaten baru otomatis ada parpol-parpol baru. Ada DPRD baru. Ada Bupati baru. Ada KNPI baru. Biasa-lah.... Persoalanya kan kita harus berikhtiar berproses mewujudkan cita-cita dan mimpi. Gue pikir berbuat sedikit lebih baik lah daripada enjoy aza di ibukota, bekerja, mapan, kaya, berkembang biak, tua dan mati....gak deh! walaupun mentok dan gagal setelah berusaha. Itu lebih baik daripada tidak berusaha apa-apa. Nah, gue pikir, buat Bekasi Utara, ada tidak ada usaha kita, setuju tidak setuju, proses ini akan terus bergulir. Sekarang sudah pada tahapan kajian akademik. Bola pun bergulir dan banyak yang berharap pemekaran bisa memberikan perubahan nasib yang lebih baik. Tugas kita adalah terus mengawal dan mengontrol. Sembari terus belajar dari pengalaman kabupaten induk. Soal ketertinggalan dan keterperosokan masyarakat sekitar kwasan, kini jadi kajian dan perhatian kita. Termasuk persiapan mental dari masyarakat untuk berubah. Sehingga mereka mampu mengendalikan gelombang perubahan dan mampu menjinakannya. Karena itulah, ge dan temen2 di Utara saat ini tengah melakukan ikhtiar pemberdayaan dan pencerahan melalui pelatihan2 wirausaha, pelatihan leadership dan pembentukan buffer zone masyarakat yang tercerahkan. Para mandor dan jagoan kampung kite kumpulin,kita ajak ngomong, diskusi dan kita arahkan. Nyatanya, banyak juga yang berpikiran maju. Mandor Romin dari Tambelang kemarin ngomong, "kita sebagai orang Bekasi kudu pinter. masa kalah. Kudu belajar buat yang muda. Lo jangan contog guwa, guwa mah udah terlanjur begini. Modal otot ama nyali....." bagaimana pun mereka aset yang kudu kita jagain. Lumayan lah buat temen. Yang penting kira arahin. Nah, mudah-mudahan dengan kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas kita bisa meretas masa depan Bekasi yang lebih baik. bagaimana pun tidak ada yang sempurna. perlu kritik dan masukan.... SO BRAVO DICKY! thanks atas masukannya.... On 4/20/08, Dicky Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pemekaran bagi gua adalah pemiskinan yang makin terstruktur... > > > > Beberapa waktu lalu gua sempat ke Kalimantan Tengah dan mengunjungi > kabupaten hasil pemekaran, Pulang Pisau. Daerah ini dulunya adalah kecamatan > dan bagian dari Kabupaten Kapuas. Lima tahun berdiri belum ada kemajuan > berarti yang dimiliki Pulang Pisau selain gedung-gedung pemerintahan yang > direnovasi. Bangunan baru yang nampak menonjol adalah bangunan Polres Pulang > Pisau yang terletak dipinggir jalan jalur utama Kapuas-Palangkaraya. Pusat > kotanya sendiri tak lebih besar dari sebuah kecamatan di Bekasi, katakanlah > Rawalumbu (yang hasil pemekaran juga dari Kecamatan Bekasi Timur), dan > memang lebih terlihat seperti kota kecamatan ketimbang kota kabupaten. > > > > Penduduk Pulang Pisau masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. > Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat akibat lambatnya > penyediaan infrastruktur. Jalan, gedung pemerintahan, tata birokrasi masih > dalam taraf belajar lima tahun terakhir. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah > yang tidak begitu besar membuat Pulang Pisau semakin tertinggal di banding > daerah pemekaran yang lain. PAD ini juga entah didapat dari mana..Mau dari > Hutan, sudah gundul, dari sungai juga tak seberapa, perkebunan dan pertanian > agak sulit mengingat struktur tanah di Kalimantan yang memang tidak cocok > untuk pertanian. Jadi masyarakatnya tetap saja miskin, dan yang kaya > (mungkin) elit daerah. > > > > Isu pemekaran di Bekasi mestinya dilihat dari keberadaan birokrasi, sebab > birokrasi lah yang akan menentukan jalannya pemerintahan. Jangan sampai > misalnya, Bekasi Utara punya PAD besar tapi mental birokrat yang masih > amburadul malah membuat wilayah Utara makin tertinggal dari wilayah lainnya. > Jangan hanya dijanjikan jalan aspal mulus saja masyarakat dilibatkan, tapi > juga jadikan sebagai bagian kritik. > > > > Selama ini persoalan utama pemekaran adalah "bagi-bagi kue" yang dianggap > tidak merata. PAD juga harus dijadikan pertimbangan untuk pemekaran. Juga > akses ke wilayah utara. Apakah sudah diperhitungkan? Gua pikir belum, karena > semuanya masih soal jalan dan infrastruktur yang sedikit tertinggal. Belum > lagi soal lahan. Gua liat masih banyak sawah di Wilayah Bekasi Utara, masih > bisa berfungsi sebagai mata pencaharian bagi petani di daerah sekitar. Juga > bisa menjadi daerah resapan, mengingat wilayahnya yang dekat dengan laut. > Kalo sawah-sawah itu berubah menjadi ruko dan perumahan apa yang terjadi?? > Pasti pengangguran juga karena petani tak punya sawah. Kriminalitas pula > muncul...Maka dari itu, apakah masyarakat sekitar mengetahui soal-soal kayak > gini? Gak juga, karena cuman dijadiin objek segelintir "jagoan kampung" yang > bercita-cita wilayahnya jadi elit... > > > > So, kalo mo mekar, dipupuk dulu dan disiram yang rajin biar mekarnya enak, > wangi...Kalo kerontang dipaksa mekar yang ada malah mati...Jangan sampai > pemekaran di Bekasi Utara jadi ajang pemiskinan secara terstruktur. > > > > *It's only a transition... > > Dicky Kurniawan > *News Camera Person > *NEWS DIVISION > PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) > Gd. Trans TV 3rd Fl. > Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A > Jakarta Selatan 12790 > *+628174964705 > [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] > omongkosongku.blogspot.com > > answerlieswithin.multiply.com > > > > > > > ----- Original Message ---- > From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, April 20, 2008 1:25:48 PM > Subject: Re: [sma1bks] mengapa AKTIF DI PEMEKARAN KAB. BEKASI? > > kenapa pemekaran menjadi solusi yang ditawarkan ketika terjadi perbedaan > kesenjangan sosial? > > jawabannya banyak dan relatif komplek. Lhat udah berape tahun Bekasi > berdiri? lalu,bagaimana perhatian pemda terhadap wilayah utara. Udah berapa > banyak pembangunan baik fisik maupun mental dilakukan dibanding di wilayah > selatan. > Lalu, kita saksikan betapa pembangunan pusat pemerintahan akan memancing > pembangunan yang lain. Karena kecenderungan memusat menjadi trdisi kita > akibat kemudahan birokrasi dan transportasi. Tentu, dalam pelaksanaannya > harus melalui sejumlah tahapan diantaranya sapirasi masyarakat-kajian > akademik dan persetujuan DPRD-DPR prop-bupati- gubernur- presiden- dprri. > relatif panjang dan erliku. Tapi namanya perjuangan tetap harus dilakukan. > Kita berharap tingkat pelayanan publik harus lebih baik. > Pun begitu perlu ada sejumlah langkah dan strategi efektif agar pemekaran > ini bermakna pencerahan bagi umat. birokrat dan siapa saja. Sehingga > arsitektur pemda yag nanti terbentuk bisa lebih baik. Dalam konteks ini kita > sedang belajar terhadap semua persoalan yangterjadi di wilyaha selatan.... > > > > > > ------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
