Rabu 27 Feb, 11:26 PM 

Denmark (armnews) - Polemik kartun pelecehan dan berbagai reaksi emosional
terhadapnya di kalangan umat Islam sedunia, mendorong seorang penulis wanita
DENMARK untuk mengenal lebih dekat tentang Islam dan Nabinya, yang pada
akhirnya berujung dengan memeluk Islam secara sadar, hingga beberapa waktu
lalu dapat melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Ia kemudian menulis
pengalaman rohani nan berharga tersebut di dalam buku terbarunya yang telah
diterbitkan baru-baru ini.

Seperti yang dilansir surat kabar, El Watan, yang terbit beberapa hari lalu,
penulis DENMARK bernama Nena itu baru mendengar tentang Islam pasca pemuatan
kartun pelecehan terhadap Nabi SAW di negerinya. Hal itu mendorongnya untuk
mengenal Islam lebih dekat, memahami faktor-faktor yang menyebabkan umat
Islam murka di seantero dunia serta spontanitas pengorbanan diri untuk
membela Nabi mereka. Itulah yang akhirnya menggiringnya mengucapkan dua
kalimat syahadat dan masuk Islam. Selanjutnya, ia menambah nama Aisyah di
depan nama asilnya sehingga menjadi Aisyah Nena. Itu, untuk mengambil berkah
dari nama isteri tercinta, Nabi Muhamamd SAW, Ummul Mukminin.

Aisyah, demikian nama Islamnya mengatakan, dirinya langsung bertekad untuk
memboyong kopernya pergi menuju kota Mekkah karena kerinduan dan cinta
terhadap tempat suci itu dan demi memenuhi panggilan Rabbnya. Ia ingin
melihat dengan mata kepala sendiri dan dari dekat kota Mekkah, Ummul Qura.

Penulis wanita asal DENMARK itu melanjutkan, dirinya merasakan kegembiraan
yang tidak akan pernah dilupakannya sepanjang hidupnya ketika menginjakkan
kakinya untuk pertama kali di bandar udara Jeddah, untuk kemudian setelah
itu menuju kota Mekkah yang hanya berjarak perjalanan kurang dari 4 jam. Di
sana, ia dapat melihat manusia memakai satu seragam pakaian sekalipun warna
kulit mereka berbeda-beda. Semua orang terlihat gembira, tersenyum, memberi
salam dan mempercepat langkah untuk menyusul rombongan yang mengangkut
orang-orang menuju kota Mekkah.

Ia menambahkan, "Di perjalanan, aku memperhatikan segala sesuatu. Aku
merasakan apa yang aku lihat. Pemandangan gersang padang sahara setiap saat
terlihat. Demikian pula dengan bukit-bukit nan bisu, seakan memperhatikan
setiap orang yang masuk ke Mekkah. Aku merasa waktu demikian lambat
bergulir, sementara hati ini demikian rindu dan kangen untuk segera melihat
Ka'bah dan sujud untuk pertama kalinya di halamannya, semata karena Allah
SWT, penuh rasa cinta, takut dan yaqin. Begitu, sopir berujar, 'kita telah
hampir memasuki kota Mekkah,' luluh lantaklah hatiku karena rasa rindu yang
tiada tara. Kedua mataku mulai mengurai air mata sehingga membasahi
pakaianku. Aku tidak dapat menahan diri untuk beberapa saat, sehingga
membuat seorang saudariku, fillah, memegangiku seraya berkata, 'Tahanlah,
kamu berada di rumah ar-Rahman, Allah SWT.'"

Aisyah meneruskan kisahnya, "Sekalipun demikian banyak cobaan yang aku alami
dalam perjalanan haji, sementara aku belum mengenal secara total hakikat
Islam, namun aku dapat mengatasi semua perasaan itu. Aku tidak merasa sedang
dalam kesulitan. Aku sadar sekarang, diriku sudah menjadi seorang Muslimah
Mukminah. Aku sedang menjalankan kewajiban besar semenjak masuk Islam. Aku
telah membersihkan dosa-dosa lama dan memulai kehidupan baru yang bersiih di
bawah panji 'Islam.' Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd."

Seperti yang dipublikasikan surat kabar El Watan yang memuat laporan
tersebut, penulis wanita Denmark yang kini sudah menjadi Muslimah itu
menuliskan pengalaman imaninya itu dalam sebuah buku agar dibaca oleh
seluruh rakyat DENMARK. Ia berharap, Allah membuka dada mereka untuk masuk
Islam. Buku tersebut telah terjual dengan sukses di DENMARK, dan masih terus
ada permintaan pasar di tengah kondisi saat ini yang dihadapi negeri itu,
sebagai imbas dari pemuatan kartun pelecehan itu untuk kedua kalinya.
(almkhtsr/AH) 

 

 

Sumber : www.arrahmah.com

 



Kirim email ke