Terimakasih Pak TB dan TOby,

Cita-cita politik ini sebatas wacana. Kehendak untuk berbuat. Dan, ente
betul. Ternyata memang, saya baru sebatas bicara.Ternyata kalau buka Google
sudah ada mereka yang mempraktekan. Membangun wilayah pertanian tanpa perlu
kehilangan ciri khas aslinya. Selama ini yang ada hanya kalau mau maju maka
pilihannya hanya industrialisasi. Malah industrialisasi yang gak ada
kaitannya dengan potensi masyarakat setempat. Tidak ada pemikiran untuk
membangkitkan potensi yang diounggulkan diwilkayah itu.

Lihat Delta Mas.
Buka mata.
Saksikan Jababeka, Lippo, Kawasan MM2100.
Lihat baik-baik. Betapa pembangunan di wilayah selatan hanya memarginalkan
masyarakat asli. Mereka cuman nyanggong melongo melihat Presiden Universiti.
Mereka cuman ngiler ngeliat Water Boom. Tanya siapa yang sering dateng ke
sono? Belon lagi ITB. Konsep kelas filial kyak gak ada orang BEkasi yang
bisa bikin universitas yang bagus. Bisanya jiplak. Apalagi ini bertentangan
dengan UU. Gak boleh ada kelas jauh.

Whoaaah......!
[sorry frend, aye lagi marah neh.......]


2008/8/5 Tubagus Farid <[EMAIL PROTECTED]>

>    Bang Komar yg kaya gini jangan dijadikan mimpi saja, tarik ke bawah
> jadikan cita-cita/target/objective. Buat perencanaan, time frame,
> langkah2….dan yang paling penting mulai….Insyaallah nggak sulit, mulai dari
> yg paling sederhana. Ada seorang sarjana yg mensurvei 100 orang mahasiswa.
> Si ahli meminta mereka menuliskan  cita2 apa yg diinginkan mereka di kemudin
> hari. 3 orang menuliskan secara sungguh-sungguh, sisanya banyak yang tidak
> menuliskan cita2. Dua puluh tahun kemudian, si ahli kembali mensurvei ke 100
> orang tersebut, menakjubkan….ke 3 orang yang menuliskan cita2nya adalah tiga
> orang teratas yang paling kaya diantara 100 orang lainnya. Hal serupa juga
> pernah terjadi di zaman tabi-tabiin (zaman setelah sahabat dan tabiin)
> mengenai tiga orang pemuda yang bercanda2 menceritakan cita2 mereka, amirul
> mukminin (Presiden kali ya), jenderal, dan gubernur, tiga2nya mencapai apa
> yg mereka sebut….
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *komarudin ibnu mikam
> *Sent:* Tuesday, August 05, 2008 2:00 PM
> *To:* [email protected]
> *Cc:* [EMAIL PROTECTED]
> *Subject:* [sma1bks] Kawasan Agropolitan Bekasi Utara
>
>
>
> Sorry friend, gue lagi berkhayal neh....
>
>
> Tiba-tiba sebuah otoritas ada ditangan gue.
> Otoritas untuk mengembangkan kawasan miskin di wilayah Bekasi Utara yang
> meliputi Kecamatan tarumajaya,babelan, Sukawangi, Tambelang,Cabang Bungin,
> Muara gembong dan lain-lain.
> So, gue biki deh Master Plan buat Kawasan Agropolitan Bekasi Utara.
>
> Kawasan yang isinya adalah penduduk dengan keunggulan dibidang pertanian
> dan perikanan. Gakcuma nangkep udang atawa cumi atawa kerang. Tapi juga ada
> pengolahan barang jadi. Cumi kaleng. Kerang kaleng. Bikin perkebunan jagung
> dnegan petani sabagai tulang punggung. Buat ekspor cing!
>
> Sehingga mulain dari hulu hingga hilir kita kuasai....petani kagak
> begantung pada panen apa kagak. Harga tetap bisa lebih stabil.
>
> Pertama gue gedor pemerintah pusat buat ngucurin dana bangun infrastruktur.
> Bangunpabrik pengolahan.Ketersediaan air baku. Kedua,bimbing masyarakat buat
> lebih profesional. Ketiga, gedor pasar internasional.
>
> Keempat,.....
>
> lom selesai mimpinya......
>
> udah bangun duluan.....
>
> paiiit..............
>
>   
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014
karya-karya ;
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

Kirim email ke