Thanks banget Bro Aji... ini klarifikasinya.
1) Maksudnya bekerja di LN dan dapat penghasilan di LN... jadi tetep jadi
Wajib Pajak ya...OK. Clear.
2) Dia tak beraktifitas di Indonesia... karena kerja di LN... jadi kena
pajak 'nggak?
3) Pertanyaannya berhubungan dengan no.1... kalau Wajib Pajak jadi harus
punya NPWP (correction dari PPH sebelumnya).
4) Jadi kalau penduduk LN yang kurang dari 183 hari di Indonesia... dan
nerima penghasilan di Indonesia... dan tak beraktifitas di Indonesia...
'nggak perlu punya NPWP... OK clear...
5) Dependent ini maksudnya spouse.... istri yang ikut suami atau vise
versa-nya.... apa juga jadi subjek pajak...
Thanks banget penjelasannya.... sejalan nich sama yang di bawah ini, cuma
yang no.5 tolong dijawab kalau dah paham...
Intinya:
1. Subyek Pajak Luar Negeri (tinggal > 183 hari dalam setahun di LN)
tidak terkena kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh).
2. Subyek Pajak Luar Negeri yg memiliki NPWP tetap mempunyai kewajiban
untuk melaporkan SPT Tahunan paling lambat tanggal 31 Maret tahun berikutnya
ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dengan melaporkan PPh terutang NIL.
3. Subyek Pajak Luar Negeri yg memiliki penghasilan di Dalam Negeri
(misal: bengkel, kost, sewa rumah, dll.) tetap memiliki kewajiban
melaporkannya dalam SPT.
4. Subyek Pajak Luar Negeri tidak wajib mendaftarkan diri untuk
mendapatkan NPWP.
5. Pendaftaran NPWP dapat dilakukan melalui e-registration ti
www.pajak.go.id
Jawaban orang Pajak
Apabila saudara berada di Luar Negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh
tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan), maka saudara adalah
Subyek Pajak Luar Negeri sebagaimana diatur di Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2000 Pasal 2 (terlampir)., kecuali diatur lain di Perjanjian Penghindaran
Pajak Berganda (Tax Treaty) antara Indonesia dengan negara domisili saudara.
Daftar negara yang telah mempunyai Tax Treaty dengan Indonesia dapat saudara
lihat di alamat berikut http://www.ortax.org/ortax/?mod=treaty
Subyek Pajak Luar Negeri yang tidak mempunyai penghasilan apapun yang
bersumber dari Indonesia, tidak perlu menbayar Pajak Penghasilan (PPh) lagi.
Apabila Subyek Pajak Luar Negeri memperoleh penghasilan yang bersumber dari
Indonesia, maka atas penghasilan tersebut dipotong PPh sesuai dengan tarif
yang diatur di Tax Treaty (apabila sudah ada Tax Treaty dengan Indonesia)
atau UU RI No. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (apabila belum ada
Tax Treaty dengan Indonesia).
WNI yang merupakan Subyek Pajak Luar Negeri tidak wajib mendaftarkan diri
untuk mendapatkan NPWP, akan tetapi diperbolehkan. Pendaftarannya dapat
melalui e-registration di website kami www.pajak.go.id. Setelah selesai
melakukan pendaftaran, formulir registrasi dan Surat Keterangan Terdaftar
Sementara (SKTS) harus dikirimkan dengan dilampiri fotokopi KTP yang masih
berlaku ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai domisili saudara berdasarkan
KTP via pos. Nantinya NPWP akan dikirimkan ke alamat saudara seperti yang
tercantum di KTP.
Akan tetapi setelah memperoleh NPWP, Subyek Pajak Luar Negeri tetap
mempunyai kewajiban yaitu melaporkan SPT Tahunan setiap tahun paling lambat
tanggal 31 Maret tahun berikutnya ke KPP dimana saudara terdaftar. Apabila
saudara tidak memperoleh penghasilan sama sekali dari Indonesia, maka
saudara cukup melaporkan penghasilan dan PPh Terutang NIHIL.
Salam,
Morry Infra
+966-533214840
2008/9/10 axic0092 <[EMAIL PROTECTED]>
> -
> > > > Pertanyaan saya:
> > > > 1) Orang yang bekerja di LN (WNI Penduduk LN) termasuk Objek
> Pajak di
> > > > Indonesia bukan?
>
> jawabanya, termasuk, karena WNI itu merupakan subjek pajak, dari
> penghasilan yang dia terima dari dalam maupun luar negeri (prinsip
> world wide income)
>
> > > > 2) Orang yang lebih dari 183 hari tidak di Indonesia... masih
> tetap kena pajak?
>
> kena pajak gimana maxutnya, kalo dia dapat penghasilan ato melakukan
> aktifitas di indonesia tetep kena pajak kalo penghasilannya diterima
> di indonesia...
>
> > > > 3) Haruskan Penduduk LN yang bukan objek pajak punya PPH?
>
> ini pertanyaan mbingungin, punya PPh ato NPWP?
>
> penduduk luar negeri kalo nrima penghasilan di Indonesia mesti bayar
> pajak yang taripnya beda dengan WNI (lebih gede)
>
> kalo NPWP mesti diliat 183 hari nya tadi, kalo lebih ya dia wajib NPWP
>
> > > > 4) Kalau Penduduk LN kena pajak... bagaimanakan hitung2an pajaknya?
>
> ini dah kejawab di poin 3 tadi
> >
> > > 5) Dependent ikut kena pajak juga gak?
>
> ini gw ga ngerti maxutnya
> suwer
>
> semoga menjadi pencerahan,dah 16.25 waktu kantor gw neh
> waktunya siap2 pulang
> biar bisa bukapuasa dirumah
>
> diskusi dilanjut besok yah
>
> adjie
>
> > >
> > > > Jujur aja... saya dah dapat jawabannya dari sharing milist2 di
> KL dan
> > > > Saudi...
> > > > Tapi kok jawabannya beragam dan gak meruncing....
> > > >
> > > > Nah mudah2an para Ahli Pajak Alumni SMA 1 Bekasi punya jawaban yang
> > > > cespleng....amien...
> > > >
> > > > Dan hasilnya saya akan share ke KL dan Saudi...
> > > >
> > > > Salam,
> > > > Morry Infra
> > > > +966-533214840
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
>