Ada tulisan yang bikin saya merinding dan bikin respon yang agak
panjang. Dari om Morry, hayo ah entaskan kemiskinan.
Ada dua hal yang menurut gue kurang. Yakni, agenda makro dan mikro.
Agenda makro itu kini terfokus ke pemda. Sejatinya, ada grand skenario
terthadap pertumbuhan satu wilayah. Misalnya Bekasi Utara itu mau
dijadiin apa. Jadi daerah industrikah? atau, mau jadi daerah
agropolitan?
Dua-duanya gak jelas. Gue kuatir dengan yang terjadi di wilayah
tengah-timur Bekasi. Maksudnya Cikarang dan wllayah seputar tol. Abra
kadabra...disulaplah daerah itu jadi industri. Kagak mikirin
perkembangan dan pertumbuhan SDM. Masyarakat situ. Jadilah mereka
terkaget-kaget. Shock culture, kata orang Tambelang.
Keluarga yang tadinya punya berhektar-hektar sawah dan tanah. Dapet
gusuran. Sawah pun jadi dolar. Lalu, belanjalah ia. Beli kulkas, mesin
cuci dan kijang super. Walau pun listrik rumah itu gak kuat. Jepret
terus. AKhirnya kulkas lom sempet dinyalain. Trus, kijang supernya
masuk ke lumbung padi. ABis garasi lom ada. Padi juga gak ada. Abis
benerin rumah. Cari bini ke dua.
Lama kelamaan, duit abis. Kijang pun dilego. Bini kedua pun dicerai
lantaran bawelnya gak ketulungan. Habis si abang dah gak punya dolar.
Punya uang abang disayang. Abang tak punya uang abang ditendang.
Pekerjaan pun gak ada. Pemasukan yang tadinya dari sawah, gak ada
lagi. Dan, ludeslah semuanya dijokul.
Si tuan tanah pun berubah jadi tak punya tanah. Perlahan tapi pasti,
ia bergeser jadi orang miskin.
Sementara cikarang berubah jadi kota metropolitan. Meninggalkan nasib
penduduknya. Sebodo amat, emang gue pikirin. Mungkin begitu kata
mereka.
Sementara itu pula, penduduk luar datang. Dengan kesiapan intelektual
dan pengalaman. Masuk ke wilayah industri. Mereka berhasil menguasai
sumber ekonomi di wilayah industri itu. Sukseslah mereka.
Madura datang. Menguasai limbah. Kaya rayalah mereka.
Semetara, penduduk asli beranjak miskin dan miskin.
Nah, konon kabarnya ada 3% dana com-dev dari perusahaann-perusahaan
itu disetor ke pusat. Ada pula ppn-pph. Konon kabarnya ada 7 trilyun.
Nah, ini contoh tak adanya grand skenario untuk membangun masyarakat.
Asal bangun.
Dari konteks mikro, masing2 pribadi tidak mengembangkan mindset
entreprenuershif. Kewirausahaan. Satu unsur penting masyarakat asli
BEkasi. Orang-orang di kampung gue kaya gara-gara berwirausaha. Jadi
tukang sayur, bikin kontrakan. Beli sawah de el el. Lom lagi nyambi
jadi makelar tanah. Plangsir.
Merek anti sama pns. Atau karyawan. Gak bebas.
Dari konteks mikro, industri kreatif juga tidak diberdayakan. Orang
Bekasi Utara didorong jadi masyarakat agraris. Padahal aslinya kan
mereka nelayan. Orang pesisir. Dan, peradaban selalu muncul dari
pinggir laut.
Begitulah kemudian, konteks mikro dan makro. Dua-duanya gak diberdayakan.
akhirnya kemiskinan pun membelit seumur dengan usia proklamasi
kemerdekaan Republik Indonesia.
oooh................!
------------------------------------
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/