Mbak Fira, Duh gak bener ah foot note-nya. "Ps. Tidak menerima pertanyaan soal zakat, soalnya tulisan di atas juga cuma mengutip doang hehehe…, tapi menerima siapa saja yang kesulitan menyalurkan zakat :D eh ini serius lho tinggal pilih mau ke lembaga mana…karena zakat memang seharusnya disalurkan ke lembaga pengumpul zakat, bukan diserahkan sendiri (ingat kisah di Pasuruan kemarin). Kecuali kalau berupa infaq dan sedekah boleh diserahkan sendiri ke fakir miskin."
*Karena zakat seharusnya disalurkan ke lembaga pengumpul zakat, bukan diserahkan sendiri???* *Sedang kalau infaq dan sedekah boleh diserahkan sendiri ke fakir miskin???* 'Nggak konsisten abis dech opininya.... dan maaf, ibadah itu jangan dibikin opini... harus berdalil...hati2 ah... Saran buat nyalurin ke lembaga zakat... juga berlaku buat infaq dan sedekah... tapi gak *berarti melarang menyalurkan langsung.... please dech....* Wong di Pasuruan itu urusan banyak orang yang ngantri.... Coba kalau cuma zakat 200 ribu rupiah... mana juga yang mau ngantri kayak di pasuruan... Atau dibalik... ada yang mau infaq/sedekah 2 milyar... bisa jadi juga diantri orang.... It's a matter of kemaslahatan saja.... jadi jangan pakai kata2 *seharusnya*....mungkin *sebaiknya...* baik untuk zakat maupun infaq dan sedekah.. Soal zakat fitrah.... Sekedar share.... Sebagian ulama masih berbeda pendapat mengenai zakat fitrah dikonversikan dengan uang..... Hasil diskusi dengan Muslim Saudi juga Ust. kami dari ICC Dammam (orang Indonesia) di sini... Jalan tengahnya.... either ngasih makanan pokok... atau uang zakat fitrah itu dibelikan makanan pokok....lalu dikasih ke mustahik.... Bukan lantas dibelikan baju, peci dll.... Esentialnya adalah jangan sampai si miskin gak makan.... Cuma yaitu... pemerataan.... jangan sampai ada mustahik yang dapat 200 kuintal beras... sedang mustahik yang lain cuma dapat 1 liter beras.....ini challenge-nya... dalam waktu yang amat2 terbatas... Anyway, di Malaysia dan Indonesia sich tetep kasih uang.... alasan lebih praktis dan memudahkan mustahik juga.... Mana yang benar...?? Allah hu Alam... Salam, Morry Infra +966-533214840 On Fri, Sep 19, 2008 at 10:12 AM, Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]>wrote: > Siapa yang udah bayar zakat fitrah? Berapa rupaih yang dikeluarkan > untuk per kepala? Untuk Ramadhan kali ini orang kembali berhitung, berapa > rupiah yang harus dia keluarkan sebagai pengganti 2,5 kg atau 3,5 lt beras > secara harga beras belakangan ini kembali meroket tajam. > > > > Kalau satu liter beras yang kita makan seharga 5000 rupiah, maka zakat > fitrah yang dikeluarkan per kepala sejumlah 17500. Gimana kalau harganya > 6000, 7000, dst? Hitung aja sendiri, tinggal dikalikan 3,5. Gampang ya. Itu > kalau zakat fitrah. Zakat yang wajib dikeluarkan sebelum hari Idul Fitri. > > > > Lalu bagaimana dengan zakat mal? Zakat mal sendiri ada 6 macam: zakat emas > dan perhiasan, zakat mata uang (simpanan dalam bentuk uang mis. Tabungan, > deposito dll), zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat hewan ternak, dan, > zakat penghasilan. > > > > Zakat emas dan perhiasan: adalah harta yang wajib kita keluarkan jika kita > memiliki emas minimal (batas nishab) 85 gram (atau dikenal dengan istilah 2 > mitsqal). Perhiasan selain emas dihitung dengan mengkonversikan nilainya > sama dengan 85 gram emas. > > > > Zakat mata uang: apabila kita memiliki simpanan uang yang sudah kita simpan > selama 1 tahun, dan nilainya minimal sama dengan nilai 85 gram emas > (walaupun hanya 18 karat) maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%. > > > > Zakat perdagangan: dihitung dengan menjumlahkan nilai barang dagangan, > ditambah uang kontan dan piutang yang masih mungkin kembali. Batas minimal > (nishab) nya sama dengan nilai 85 gram emas dan sudah berumur 1 tahun. (Jadi > kalau baru dagang 6 bulang belum wajib dikeluarkan zakatnya ya..) > > > > Zakat Pertanian: Batas minimal hasil pertanian yang wajib dikeluarkan > zakatnya adalah jika hasil pertanian tersebut nilainya sama dengan lebih > kurang 653 kg gabah atau 520 kg beras. Dikeluarkan pada saat panen. > Zakatnya10%, jika pengairannya dengan air hujan/sungai; atau 5% jika > pengairannya sendiri (bukan dari alam). Zakatnya dikeluarkan per satu > nishab. > > > > Zakat ternak: hmm.. ini rada panjang. Nggak usah aja ya…J > > > > Zakat penghasilan/profesi: zakat ini dihitung seperti zakat tanaman, > memenuhi nishab 520 kg beras. Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari > total gaji yang kita terima, dan tidak berlaku syarat 1 tahun. Artinya, > meskipun baru kerja sebulan dan baru sekali gajian, tetap harus dikeluarkan > zakatnya asal memenuhi perhitungan sebagai berikut: > > > > Sebagai ilustrasi, A berpenghasilan 3 juta perbulan, lalu mendapat honor > mengajar sebesar 2 juta perbulan, maka totalnya: 5 juta perbulan. > > Keluarganya biasa mengkonsumsi beras seharga 7000 perkilogram. Maka, > hitungan batas minimal (nishab) si A adalah: 520 kg X Rp.7000 = 3.640.000,00 > > Nah karena gaji dia 5 juta so, wajib berzakat 2,5% X 5 juta = Rp.125.000,00 > > > Tapi kalau ternyata gajinya hanya 3,5 juta, maka A tidak wajib zakat. > > Beberapa orang ada yang menggunakan momen ramadhan untuk saatnya membayar > zakat, secara pahala akan dilipat gandakan. Selain itu, ada yang berpikir > daripada ribet tiap bulan mengeluarkan uang untuk zakat mal, pembayaran > dilakukan sekaligus untuk 1 tahun. Caranya dengan memanfaatkan 'rejeki' THR. > Jadi sebelum diabisin untuk keperluan lebaran, langsung dipotong untuk > zakal penghasilan. Dan konon para muzzaki (orang yang berzakat) ini jadi > ketagihan karena ternyata katanya penghasilan mereka bertambah sejak mereka > disiplin mengeluarkan zakat. Waah..wajib dicoba nih ;) > > > > Have a nice day dan selamat berzakat! > > > > > > Ps. Tidak menerima pertanyaan soal zakat, soalnya tulisan di atas juga cuma > mengutip doang hehehe…, tapi menerima siapa saja yang kesulitan menyalurkan > zakat :D eh ini serius lho tinggal pilih mau ke lembaga mana…karena zakat > memang seharusnya disalurkan ke lembaga pengumpul zakat, bukan diserahkan > sendiri (ingat kisah di Pasuruan kemarin). Kecuali kalau berupa infaq dan > sedekah boleh diserahkan sendiri ke fakir miskin. > > > > >
