Krisis Keuangan Global ?

Oleh. Achmad Fauzi Abdillah

Sebagai tetangga yang baik, jika kita tahu tetangga kita sedang mengalami 
kesulitan keuangan, secara moral, meskipun bukan kesulitan keuangan kita, 
diharapkan baik diminta maupun tidak diminta membantu 'kesulitan' tersebut 
meskipun disebabkan karena kesalahan mereka sendiri.

Isu Global
Perusahaan Keuangan Amerika bangkrut karena investasi mereka tidak mampu 
menghasilkan hasil yang kompetitif seperti yang dijanjikan. Penyebabnya, Pasar 
dunia banyak dibanjiri dengan produk china yang super murah ditambah dengan 
hasil investasi perusahaan asing termasuk perusahaan Amerika yang melakukan 
investasi di China tidak bisa bebas ditransfer kemana-mana karena pemerintah 
China tidak menghendaki demikian sebagai tindakan mitigasi atas resiko atas 
mata uang (currency risk) yang volite seperti yang terjadi dalam krisis 
Keuangan Asia 1997 lalu. Joseph Stiglitz menyarankan untuk mengatasi hal 
tersebut perlu dibentuk mata uang tunggal dunia, tapi sayangnya krisis lebih 
dulu datang lebih cepat dimulai dengan krisis sub-prime mortgage terjadi di 
perusahaan properti terbesar di Amerika yang menjaminkan aset properti  milik 
rakyat Amerika yang masih belum lunas yang tersebar se antero Amerika Serikat 
agar dapat hutang dengan bunga yang rendah lalu
 diinvestasikan ke perusahaan keuangan besar spt Lehman brothers dan sejenisnya 
dengan harapan bunga yang lebih tinggi dari bunga pinjaman. Krisis berlanjut 
seperti efek domino ke Perusahaan 'Upline'-nya yaitu perusahaan investasi spt 
Lehman Brothers. Modus seperti ini juga terjadi di perusahaan-perusahaan 
Eropa,salah satu korbannya Fortis ambruk kesulitan likuiditas karena hasil 
investasinya tidak seperti yang dijanjikan. Perusahaan keuangan lainnya 
menunggu giliran ambruk jika tidak ada solusi yang fundamental atas masalah 
ini. Beruntung modus ini tidak terjadi di perusahaan-perusahaan Indonesia 
karena investasi banyak di domestik.

Isu syariah
China tidak mungkin dipaksakan untuk melepas rezim devisa menjadi bebas 
mengambang seperti yang dikehendaki semua negara G-7 karena begitu diambangkan 
pengangguran akan melanda di China yang akan mudah menjadi masalah sosial jauh 
lebih besar dan gawat ketimbang pengangguran yang menimpa di Amerika Serikat 
dan Eropa saat ini yang sudah memiliki jaring pengaman sosial yang mapan. 
sedangkan untuk menunggu terbentuknya mata uang tunggal se-dunia membutuhkan 
waktu, sementara banyak perusahaan yang bakal tumbang.

Saat ini krisis keuangan belum berpengaruh ke ekonomi Indonesia tapi akan bisa 
menjadi krisis keuangan global seandainya tidak ada yang mampu memberikan 
solusi yang cepat dan efektif. Apapun solusi mestinya bisa diterima semua pihak 
yang memiliki perbedaan kepentingan. Ekonomi yang berbasis syariah diharapkan 
mampu memberikan solusi yang mudah, inovatif, cerdas, efisien dan efektif yang 
mampu menjembati semua kepentingan.







      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke