Message
----- Original Message ----- 
From: evi 
To: Tika ; Sri Murni ; Mba Sri ; Linda Susanti 
Sent: Sunday, October 26, 2008 9:15 PM
Subject: FW: Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda.



-----Original Message-----
From: Leilanie VR [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, October 25, 2008 11:13 AM
To: R Aulia Semiajie; Mimosa Rosadhy; Untung Darmono; Nugroho Putranto; Iyay 
Syahrial; Risyantini S; Sri Astuti; Abdul Majid
Cc: [EMAIL PROTECTED]; Theresia Pudyaningsih; [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda.


 

 

 

inspiring story for us



Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda
(Erabaru.or. id) - Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li 
Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong 
putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu 
terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan 
memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang 
wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul 
satu orang sambil menggendong satu lagi.......

Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li 
Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari 
sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua 
kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya 
yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu 
membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga 
orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. 
Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan 
terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang 
benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami 
kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. 
Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada 
penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil 
kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.

Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, 
banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan 
putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu 
sering kejang, sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, 
setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, 
bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 
tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk 
meringankan rasa sakit ibunya.

Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan 
seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah 
meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab 
mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu 
berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia 
sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah 
menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena 
dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

"Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku..." (Dajiyuan/prm)
If you are not the intended addressee, please inform us immediately that you 
have received this e-mail in error, and delete it. We thank you for your 
cooperation. 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke