Shubuh-shubuh sudah hujan. Wah lubang pondasi yang kita kerjakan bakalan banjir lagi nih. Sebelum kerja, kita beli jas hujan dulu buat crew. Ketika sampai di lokasi, hujan masih turun sampe menjelang siang. Kita belum berani pake alat yang menggunakan listrik, karena takut terjadi hubungan pendek alias korsleting. Malah dapat berita buruk lagi, pass mobil dicabut. Padahal pass yang baru belum keluar.
Setelah sholat jumat, aku ke kantor untuk kirim report via email. Lumayan lama nunggunya. Alhamdulillah gate pass mobil yang baru akhirnya selesai juga. Tapi aku juga dapet telepon dari kantor yang memberi tahu bahwa kerjaan tidak sampe grouting. Grouting nanti saja setelah turbine-nya dateng. Padahal lebih enak digrouting sekarang, nanti turbine tinggal duduk aja. Di mess prosedurnya akan kubaca lagi deh. Pulang dan mandi, seger abiss. Di depan kamar, anak masih pada kumpul dan belum mandi. Lagi asyik ngobrol kayaknya. Eh ternyata ada security senior yang membawa, dan malah ternyata beliau adalah pelatih anjing. Pak Gunawan namanya. Aslinya serang-banten, tapi lama tinggal di Palembang. Beliau bercerita banyak tentang teknik melatih anjing. Yang paling penting anjing itu dibuat jerih pada kita, dan kita tidak boleh memperlihatkan rasa takut. Anjing yang dibawa adalah keturunan herder dan anjing penarik kereta salju (dia bilang serigala?). Warna anjingnya cantik hitam-putih dengan badan besar dan bulu yang tebal. Pak Gunawan memperagakan beberapa contoh teknik memberi perintah kepada anjing. Dia sendiri pernah sekolah khusus untuk pelatih anjing 1.5 tahun di Australia. Kemudian di German selama 2 tahun, peserta dari Indonesia yang ikut hanya 4 orang katanya. Kata beliau diluar negeri Anjing digunakan sebagai pengawas di mall-mall. Anjing tersebut dilengkapi dengan earphone yang bisa diperintah hanya oleh satu orang pawang saja. Pawangnya sendiri disediakan monitor pengawas untuk melihat situasi mall dan anjingnya. Mungkin guru-guru sekolah juga harus ditraining ke luar negeri juga ni, biar lebih professional dalam mengajar. Dan akhirnya semua siswa dan mahasiswa-nya tidak gampang tawuran. Bosen banget ngedenger berita tawuran di media massa. Kalo tawuran melulu, kapan majunya Indonesia-ku? CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
