lupa kesebut,
Komarudin ibnu mikam, seorang penulis novel diantaranya SOA,
yg dinobatkan sebagai bapak milis sma1bks...
yg dalam kesehariannya begitu bersahaja, dan yg sedang membuat mimpinya 
terhadap bekasi utara menjadi kenyataan,
InsyaAllah amal ibadahnya diterima disisi-Nya... amien.




________________________________
From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, December 12, 2008 5:08:11 PM
Subject: [sma1bks] Manfaat Milis,


Tulisan ini dimuat dalam Tabloid PCplus Edisi 303 dan di lorongcahaya. 
multiply. com. penulsinya BJ temen gue.
 
idenya nyambung, kalao milis sekarang sudah jadi alternatif jejaring sosial. 
Buktinya, 12 orang anak yatim di tanjung air udah ada kakak asuhnya.
 
padahal mereka gak kenal afip kamil, bang kamil, Opik swa, vanda, bunga, 
ocha,...morry, dan masih banyak yang laennya...
Perkembangan teknologi (termasuk internet) memungkinkan seseorang mengalami apa 
yang disebut sebagai 'mobilitas vertikal'. Terminologi tersebut merujuk pada 
pengertian lompatan status sosial yang tak terbatas tempat, waktu dan bahkan 
mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya. 
 
Contoh kongkretnya begini, masih ingatkah cita-cita kita masa kecil? Ambil 
contoh ingin menjadi Bupati di tempat kelahiran. Terbayang berapa tahun karier 
politik yang harus dibangun. Dan belum tentu berhasil. Karena misalnya kalah 
dalam pilkada atau malah mungkin nggak punya cukup uang buat kampanye. Walhasil 
impian tersebut tinggal kenangan belaka.
 
Namun sekarang, dengan perkembangan teknologi internet. Seseorang yang tadinya 
(mungkin) nobody bisa menjadi somebody. Atau from zero to hero. Entah itu 
memang karena kapabilitas orang itu yang super duper hebat alias jagoan, tapi 
bisa jadi justru karena hobby dan dedikasinya pada bidang tertentu sehingga 
orang tersebut menjadi figur yang menempati 'status sosial' terhormat yang 
bahkan tak ada kaitannya dengan latarbelakang keilmuan yang digeluti sebelumnya.
 
Ambil contoh misalnya Yanto Prawoto, seorang yang berlatar belakang teknik, 
karena kecintaannya pada dunia scriptwriting, akhirnya membuat milis Layarkata 
Network  yang beranggotakan ribuan anggota dengan impian sama. Menjadi penulis 
skenario! Kini milis tersebut telah menghasilkan berapa penulis skenario dan 
menjadi tempat hangout penulis skenario professional. Dan Mas Yanto, sapaan 
akrabnya, sekarang jadi tokoh penting dalam team penulisan skenario televisi 
Extravaganza di Trans TV.
 
Mungkin juga kita bisa berkaca dari pengamalan Helvy Tiana Rosa bersama 
beberapa temannya. Staff pengajar universitas negeri di bilangan Rawamangun 
ini, kini bahkan mendunia, dengan milis Forum lingkarpena yang kini anggotanya 
tersebar di hampir 100 kota besar di Indonesia dan berbagai mancanegara. Bahkan 
menginspirasi banyak TKI di Hong Kong untuk menjadi penulis. Bahkan meluncurkan 
novel yang diantaranya best seller!
 
Bahkan beberapa nama diantaranya dianggap menjadi suhu dunia perbloggeran dan 
milis yang meramaikan jagad maya seperti Enda Nasution, Piryadi, Alfatih, Aulia 
Masna, Yuza, Farid Gaban, Naratama, Bondan Winarno, atau yang dari sononya 
sudah ngetop seperti Wimar Witoelar, Yusri Ihza dan Adie Massardi dan beberapa 
nama lainnya. Tentu juga Onno Purbo yang rela meninggalkan jabatan sebagai 
pengajar di ITB karena terpanggil menjadi guru yang lebih banyak lagi. 
Komunitas internet dimanapun berada. Yang membuat Kang Ono, demikian akrab 
dipanggil bisa melanglang jagad nyata dan menjadi konsultan di beberapa negara 
berkembang.
 
Komunitas maya (milis) juga membuat orang yang 'biasa biasa' saja menjadi 
selebrity di kelompoknya dan dianggap sebagai Kepala Suku (ada yang menjuluki 
Kepala Sekolah) bagi komunitasnya. Misalnya Jonriah Ukur Ginting (Jonru) yang 
mengelola milis Penulislepas dengan ribuan anggota yang sempat beberapa kali 
mengadakan gathering dan workshop penulisan. Padahal awalnya, bahkan Jonru 
kebingungan mencari komunitas yang bisa membimbingnya untuk belajar menekuni 
dunia penulisan. Atau tengoklah komunitas Bundainbiz yang anggotanya adalah 
para ibu rumah tangga. Anggotanya mereka bisa saling berbagi pengetahuan, 
arisan dan memulai usaha kecil kecilan tanpa kehilangan kesempatan mengasuh 
buah hatinya secara penuh.
 
Dan kini, silaturahmi dunia maya itu seolah menjadi dunia paralel yang seramai 
dunia nyata. Mereka berkumpul dan saling berinteraksi layaknya pertemuan besar. 
Yang kadang juga bersilang pendapat seperti dinamika pergaulan dunia nyata yang 
sering memantik konflik antar anggota. Contohnya terjadi di milis mediacare 
yang dikomandani oleh Radityo Djajoeri, Atau Faried Gaban dan beberapa jurnalis 
yang menggerakkan milis jurnalisme.
 
Intinya, sekarang tak ada batasan waktu dan kesempatan bagi tiap orang untuk 
menempati status sosial tertentu dalam dunia maya. Termasuk anda. Atau anda 
punya pendapat lain?
  


      

Kirim email ke