Oraytttt.... Mantaffff
--- On Mon, 3/30/09, Lusiana M. Hevita <[email protected]> wrote:
From: Lusiana M. Hevita <[email protected]>
Subject: [sma1bks] NCB : The one who smiles is always young
To: "sma satu" <[email protected]>, [email protected], "Jip 92"
<[email protected]>
Date: Monday, March 30, 2009, 2:57 AM
“The one who smiles is always young…” *)
Guys, apa kabar?
Semoga sehat wal afiat dan dalam berkah Tuhan. Tidak terasa
tahun ini berjalan begitu cepat. Hari demi hari, bulan demi bulan. Sekarang
udah hampir masuk ke bulan ke-4. Rasanya dan pastinya kita menjadi semakin tua.
Apa artinya satu lilin di tiup tiap tahun bagi mereka yang
merayakan ulang tahun? Itu artinya satu tahun jatah hidup kita berkurang. Dan
masih adakah jatah yang menunggu? Tidak ada yang tahu, cuma Tuhan yang Maha
Kuasa berkehendak memanjangkan dan memendekkan umur manusia.
Ada yang baru lahir tidak lama kemudian meninggal, ada yang
sudah belasan kali keluar masuk RS masih diberi umur panjang. Ada yang dilanda
depresi sehingga mengharapkan mati, ada yang sedang bergelimang kebahagiaan
sehingga
berharap hidup ini kekal. Ah manusia, apa sih yang diketahuinya?
Saya suka berpikir, apa yang direncanakan Allah buat manusia
di muka bumi ini? Di saat para pemimpin dunia tengah mati-matian menanggulangi
pemanasan global. Di saat, para partai ‘berjibaku’ memenangkan Pemilu. Di saat
manusia mereggang nyawa di ICU, atau di saat seorang anak jalanan tertidur
kelelahan di atas kursi bis kota yang kebetulan kosong dari penumpang, sehabis
mengamen (sampai uang dalam genggamannya berserakan saking pulasnya).
Lalu saya teringat nasehat seorang teman, “itulah manusia,
mau tahu aja urusan Tuhan… yang penting jalanin aja sambil berharap dan berdoa
yang banyak. Disetiap hembusan nafas berlaku takdir dan rizkinya.” Akhirnya
saya cuma bisa banyak-banyak doa dan banyak-banyak bersyukur. Paling tidak
sampai detik ini Tuhan masih memberikan kesempatan bernafas dan melimpahkan
rejekinya. Meski bulan ini juga jatah umur saya berkurang setahun,
Sambil merenungi perjalanan umur, saya menemukan bahwa
ternyata manusia itu jiwa dan keinginannya tidak pernah menjadi tua, cuma fisik
yang membatasinya. Persis mengutip perkataan Nabi, hidup manusia itu seperti
sebuah persegi panjang, lalu dibagi menjadi beberapa bagian persegi panjang
yang lebih kecil yang menunjukkan bahwa itulah fase-fase hidup yang dilaluinya.
Sementara kotak persegi panjang yang besar adalah jatah umurnya. Selain itu
Nabi juga menggambarkan garis panjang yang menerjang batas-batas sisi
persegipanjang itu, “inilah keinginan dan angan-angan manusia yang melebihi
batas umurnya.”
Ah guys, tidak ada yang tahu berapa jatah umur kita kan?
Sementara waktu terus berjalan, yuuk mari diisi sebanyak mungkin dengan amal dan
perbuatan terbaik yang bisa kita lakukan. Toh umur hanya hitungan waktu , bukan
penentu. Anggap saja kita masih remaja belia dan sanggup melakukan apaaa saja
hehehe... sampai kemudian saya menemukan
kutipan “The one who smiles is always young…” Haha..bisa dicoba nih ;)
Have a nice day!
Dikutip dari tulisan HB Supiyo d halaman paling belakang
majalah SWA edisi Maret 2009.