Rekan, Besok 9 April 2009 pemilu. Kita akan memulai sebuah era baru, sebuah perubahan, dari yang semula mencoblos dengan paku (era besi) ke mencontreng (era pena). Ini bisa jadi memberi simbol perubahan budaya atau peradaban, dari budaya tusuk-coblos yang berkesan kasar ke budaya tulis (literasi)yang lebih berperadaban. Semoga juga ini akan mengawali sebuah perubahan bangsa ini menuju Indonesia yang lebih maju, yang lebih berbudaya, lebih berperikemanusiaan. Keputusan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini ada pada masing-masing kita. Apakah anda akan memberi kontribusi pada perubahan ini, walau hanya dengan sebuah contrengan, atau anda apatis saja dengan apa yang terjadi disekitar masa bodo dengan masa depan bangsa ini, dan beranggapan siapapun yang menang dalam pemilu nanti tidak akan membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih baik... Rekan, kalau saya ikutan mencontreng besok itu karena saya merasa menjadi bagian integral dari Republik ini dengan segenap dinamika dan suka dukanya. Republik yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan para pendahulu kita dengan peluh, air mata, harta benda, darah dan nyawa mereka. Dibanding mereka, kontribusi kita tidak ada apa-apanya. Jadi, biarlah, besok saya akan mendatangi TPS untuk memberikan suara saya dengan harapan itu menjadi bagian dari kontribusi kecil saya pada perubahan bangsa ini menuju yang lebih baik ke depan. Selamat mencontreng ! Bandung, delapan April nol sembilan. TfR. -- "I think that I shall never see a poem lovely as a tree" -Joyce Kilmer. http://taufikurahma n.wordpress. com http://taufikurahma nitb.wordpress. com ____________ _________ _________ _________ ________ Dosen mailing list [email protected]. id http://mx1.itb. ac.id/mailman/ listinfo/ dosen -- "I think that I shall never see a poem lovely as a tree" -Joyce Kilmer. http://taufikurahma n.wordpress. com http://taufikurahma nitb.wordpress. com
