Wah, iya ya bener juga....gimana mau mimpin negara kalau mimpin keluarga
aja kg bisa....

 

Yang satu plintat-plintut-klemar-klemer-kemayu, sibuk tebar pesona,
cari2 empati dengan memposisikan sbg orang yang selalu di zalimi ...

Yang lain leadershipnya bagus, tapi gerbong dibelakangnya isinya
sebagian pesakitan/calon pesakitan/mantan pesakitan....

Yang lain leadershipnya bagus & bawa angin segar tapi kayanya tangannya
masih kotor ma darah....

Yang lain plintat-plintut juga, tukang ngambek, suka bolos sekolah
(duluuu..), koordinator preman...

Yang lain pagi2 udah deklarasikan mau jilat pant*t siapa....

Yang lain kaga solid mau jilat pant*t siapa...(sampai2 sesepuhnya turun
tangan...)

Yang lain sampai akhir masih bingung mau jilat pant*t siapa....

Terus beberapa ada yang sepakat bersinergi untuk melawan yang punya
pant*t....

Terakhir kedua orang plintat-plintut ceritanya mau gandeng tangan,
sambil jualan kursi, persetan ideologi, persetan koalisi....

 

Makin mantabbbbb deh buat golput (gabung dengan 45 juta orang Indonesia
lainnya....)

Sorry ya buat    )|( 

Thx buat mas arry atas pencerahannya....

 

abn - di cilacap ajah...

"yang sudah berketetapan hati buat contreng semua pant*t yang ada di
Pilpres 2009...."

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of arrysign
Sent: 10 Mei 2009 22:23
To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Fenomena Partai Islam Mendukung SBY

 







setelah membaca artikel di media online terkemuka, timbul pemikiran ini.
Untuk memilih / melihat pemimpin ada baiknya melihat keluarganya, 
seperti contoh, apakah istri ber-jilbab, interesting dan akhirnya coba
search di google.image
ternyata istri2 dari pasangan JK-Wiranto semua berjilbab dan untuk SBY ?

konteks ini bukan pada capres2 tersebut, 
tapi dukungan Partai2 islam yg mendukung SBY, boleh jd waktu mereka
mendukung belum ada capres JK-wiranto,
sungguh naif sekali jika partai2 islam menafikan konsep berjilbab ini,
yg sudah sangat hakiki dalam keyakinan semestinya.



Kirim email ke