Ide yang bagus vita. Dan, mulia. Hanya, ada langkah yang lebih strategis, berani dan beresiko : SIKAT PELAKU ILEGAL LOGGING! kalau ini terjadi. Gak perlu nunggu 5-10 tahuun. Kelamaan. Beratus-ratus hektar selamat!
di Depok seorang pengantin bawa pohon satu. Di kalimantan 20 hektar dibabar habis. Seimbang gak? 2009/5/18 Lusiana M. Hevita <[email protected]> > > > Satu Pohon untuk Satu Orang Calon Murid, Pengusaha dan Pengantin Baru > > > "Satu pohon bisa menyediakan oksigen untuk 2 orang manusia sepanjang > hidupnya.. > > kalau Indonesia memiliki 200 jt penduduk, berarti harus ada 100 juta pohon > untuk bisa > > menyediakan oksigen yang cukup untuk bernafas!" > > Jika anda ingin mendaftarkan anak anda menjadi murid di > > salah satu sekolah , atau mengajukan ijin usaha, bahkan juga mendaftarkan > diri untuk menikah di KUA di kota Depok jangan kaget kalau petugas > mensyaratkan satu bibit pohon. Unik juga ya… > > > Koran Monitor Depok senin kemarin*) menurunkan berita > > mengenai disyaratkannya satu bibit pohon untuk setiap tiga aktivitas > tersebut. Memang sih ini sifatnya hanya untuk sumbangan saja. Tapi himbauan > ini konon disambut dengan antusias oleh warga Depok. Wuiiih. Rupanya Depok > ini ingin jadi kota sejuta pohon ya, ngalahin kampus UI hehehe… > > Di kampus UI Depok sendiri, belakangan aktivitas menanam > > bibit pohon baru sedang marak dilakukan. Beberapa batang pohon akasia tua > yang biasa menaungi sepanjang jalan masuk kampus juga tengah mengalami > peremajaan. Banyak bibit pohon baru di tanam. Masih kecil-kecil sih, namanya > juga bibit. Sayangnya bukan bibit pohon buah-buahan. Tidak seperti > pemerintah kota Depok yang membolehkan bibit pohon apapun seperti mangga, > jambu, durian dll. Di kampus UI justru seringnya pohon-pohon langka seperti > pohon Matoa (dan lain-lain, lupa, namanya juga pohon langka J. Takut > nantinya mahasiswa rusuh kali ya..memanjati pohon buah-buahan..hehehe. > > Kembali ke soal satu pohon untuk setiap murid baru, > > pengusaha baru dan pasangan pengantin baru Depok, lain lagi di kebudayaan > Suku Anak Dalam (Orang Rimba) Jambi. Di sana rupanya hal ini sudah berlaku > lama. Mereka memiliki kearifan lokal berupa ‘kewajiban’ menanam satu batang > pohon bagi setiap kelahiran anak. Jadi rupanya mereka sudah lama > memberlakukan kebiasaan/adat > > menanam satu pohon bagi satu ari-ari bayi yang baru lahir. Hebat ya… > > > Kalau kearifan lokal tersebut terus dijalankan, bahkan > > diberlakukan ke seantero nusantara…5-10 tahun ke depan insya Allah > Indonesia akan kembali hijau layaknya Zamrud Khatulistiwa dan semoga > terhindar dari dampak global warming. Amiin. > > > > Ditulis Selasa, 28/4/2009 untuk NCB. > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
