Tak bisa klaim Budaya, MALINGSIA mau klaim senyumnya paling baik....
http://travel.kompas.com/read/xml/2009/09/04/05061536/senyum.indonesia.diragukan.oleh.malaysia
Senyum Indonesia Diragukan oleh Malaysia
SERAMBI INDONESIA/ M ANSHAR
Seorang
anak dari Taman Kanak-Kanak Baiturrahman Banda Aceh tersenyum saat
mengikuti pelajaran baca doa di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
/
Artikel Terkait:
* Semester I, Kunjungan Turis Mancanegara Tumbuh 2,56 Persen
* Layanan Istimewa Garuda untuk Turis Jepang
* Indonesia dalam Diorama, Wisata Sejarah Gratis di Cilandak
* Menanti Pesta Anggur di Hong Kong
* Rekreasi ke Pangandaran, Sekarang Bisa Naik Pesawat
Jumat, 4 September 2009 | 05:06 WIB
KOMPAS.com - Hasil survei The Smiling Report Swedia pada 2009 yang menyebutkan
Indonesia merupakan negara yang paling murah senyum sepertinya harus
dikaji ulang. Karena faktanya "wajah" Indonesia masih tercitra masam
di kalangan turis asing.
Norah Binti Jelani, Supervisor
Muslim Department Malaysian Harmony Tour & Travel S/B, mengatakan,
jangankan diberi senyum, sukses melewati birokrasi untuk masuk ke
Indonesia dengan mudah saja, dianggapnya sebagai prestasi luar biasa.
Norah yang juga berprofesi sebagai tour leader mengaku kerap dihadapkan
pada birokrasi berbelit di sejumlah titik dalam kaitannya memandu
wisatawan asal Malaysia ke Indonesia.
"Satu senyum saja
sudah cukup buat kami, karena kami datang ke Indonesia untuk
melancong," katanya. Norah mengatakan, agen perjalanan yang
ditanganinya menempatkan Indonesia sebagai destinasi utama dengan
tingkat frekuensi/repetisi berwisata yang tinggi.
Sementara
itu, Akil Yusof, Managing Director Triways Travel Network Malaysia,
meminta dengan sangat, senyum masyarakat di tanah air untuk menghibur
para kliennya yang melancong ke Indonesia. "Dan yang terpenting jangan
memperlakukan kami seperti pelaku kriminal khususnya pada layanan
imigrasi," katanya.
Akil sangat menyayangkan sikap oknum
dan sejumlah masyarakat di Indonesia yang tidak memberikan sambutan
baik kepada turis mancanegara khususnya dari Malaysia.
Destinasi favorit
Pada
dasarnya, Indonesia masih tetap merupakan destinasi terfavorit bagi
masyarakat di sejumlah negara bahkan setelah terjadi peledakan bom di
Mega Kuningan baru-baru ini. Bagi Malaysia, misalnya, Indonesia tetap
favorit untuk dilancongi meskipun belakangan ini juga marak pemberitaan
tentang isu klaim Malaysia atas kesenian Indonesia termasuk Tari Pendet.
Gary
Oh yang berprofesi sebagai World Business Development Manager dari
Travel Services Sdn Bhd di Malaysia bahkan berani menekankan, Indonesia
tetap tujuan wisata masyarakat Malaysia yang utama meskipun hubungan
kedua negara sedikit memanas dengan konflik-konflik kecil yang timbul
belakangan ini.
"Itu tidak memberikan efek signifikan
karena Indonesia adalah destinasi tradisional kami," katanya. Berwisata
ke Indonesia, menurut Gary, berarti "value for money"
dibandingkan dengan besarnya ringgit yang harus dibelanjakan untuk
melancongi Singapura. Thailand sebagai alternatif lain saat ini masih
dinilai belum stabil secara politik dan keamanan.
Jadi
Indonesia, di mata masyarakat Malaysia, merupakan destinasi wisata yang
menarik dengan biaya yang murah, kultur yang serumpun, dan kuliner yang
mirip. Malaysia hanya satu cermin di negara-negara tetangga lain,
Singapura misalnya, menempatkan Indonesia sebagai primadona pariwisata
masyarakat mereka.
Dua negara itu dari tahun ke tahun
menjadi penyumbang jumlah wisman terbanyak ke Indonesia. Singapura pada
2008 mengkontribusi 1,197 wisman ke Indonesia sedangkan turis asal
Malaysia yang melancong ke Indonesia sebesar 864.000 wisman. Indonesia
juga terbukti menjadi favorit bagi masyarakat di negara lain seperti
Jepang, Korea, Australia, China, Eropa, Filipina, India, dan Saudi
Arabia. Negara-negara itu menjadi 10 besar penyumbang jumlah wisman
terbanyak ke Indonesia dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu
sudah saatnya mengingatkan kembali masyarakat di tanah air untuk
mengamalkan senyum sebagai salah satu komponen Sapta Pesona; ramah
tamah. Apalagi sektor pariwisata tergolong segmen yang memberikan
kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tahun lalu saja lebih dari
Rp200 triliun sukses diraup dari sektor pelancongan.
Saatnya dibenahi
Senyum
adalah harga mati dalam dunia pariwisata. Senyum melambangkan pelayanan
prima dan profesionalitas yang kondusif bagi wisman. Senyum sekaligus
menjadi simbol penerimaan yang memberikan rasa aman bagi turis asing.
Akil Yusof yang sempat menjabat sebagai Country Manager Visit Indonesia
Tourism Office (Vito) untuk Malaysia berpendapat, dengan tersenyum
Indonesia akan memiliki modal untuk membenahi pelayanan pariwisata yang
dinilainya sampai saat ini belum optimal.
"Selain servis,
Anda juga harus segera membenahi infrastruktur agar sektor pariwisata
maju," katanya. Indonesia juga dinilai belum memiliki variasi obyek
wisata pada destinasi-destinasinya. Sisi hospotality, logistik, dan
keamanan menjadi pekerjaan rumah yang lain bagi pariwisata tanah air.
Direktur
Promosi Internasional Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde
Pitana, mengatakan, memiliki pengalaman tersendiri dimana ia secara
khusus pernah ditugaskan untuk "mengajarkan" masyarakat di Sumatera
Utara untuk "tersenyum". Menurut dia, pelayanan dengan senyum tidak
menjadi budaya bagi masyarakat di wilayah itu. Ia menghadapi kesulitan
tersendiri untuk membuat orang Batak senyum saat menyajikan kopi
pesanan wisatawan, misalnya.
"Masing-masing daerah di
Indonesia memang memiliki kekhasan dan keunikan," katanya. Oleh karena
itu, katanya, ada budaya-budaya termasuk kebiasaan tertentu yang harus
diubah menjadi lebih baik.
"Tidak harus budaya dilestarikan
kalau tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan," katanya. Masih menjadi
pekerjaan rumah bagi pihaknya dan seluruh pemangku kepentingan untuk
menjadikan Indonesia selalu tersenyum pada wisman.
Karena
pada dasarnya semua kesuksesan berawal dari sebuah senyuman yang
ikhlas. Jadi, Indonesia, kami minta satu senyum saja untuk pariwisata
yang maju.
JIM
Sumber : Antara
It's only a transition...
Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[email protected]
[email protected]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com