Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal




--- In [email protected], ahmad zaini <ahmadzain...@...> wrote:

   Buat di baca santai....
 




Seorang lelaki duduk di ruang tunggu sebuah apotek untuk menebus obat.
Beberapa saat kemudian masuk seorang wanita dengan pakaian ketat dan
setengah terbuka bagian (maaf) dada dan pahanya. Si lelaki merasa risih
bersebelahan duduk di ruang tunggu itu. Namun entah karena apa,
laki-laki tersebut berujar:


"Mba, tarifnya berapa?"


Mendengar ucapan laki-laki tersebut, spontan wanita itu menjawab dengan nada 
tinggi.


"Hei, kalo ngomong yang sopan ya. Jangan asal bicara. Saya bukan
pelacur. Saya wanita baik-baik!". Nampak sekali bahwa ia tersinggung.


"Loh, yang bilang Mba pelacur siapa? Saya juga tidak menuduh Mba wanita
tidak baik-baik? Saya hanya bertanya tarifnya berapa. Sebab cara
berpakaian dan berdandan Mba ini seperti itu". Laki-laki ini meladeni
dengan logikanya sendiri. Orang di samping kiri kanan mulai
memperhatikan mereka.


"Hei, dengar ya!", kata wanita itu semakin tinggi. "Tubuh, tubuh saya.
Pakaian, pakaian saya. Terserah saya mau memakai pakaian yang bagaimana
suka-suka saya. Mau setengah terbuka, mau ketat terserah saya. Dasar
mata Anda saja yang jelalatan. Pikiran anda saja yang kotor!". Wanita
itu puas berlogika kata. Nampaknya ia merasa menang dengan argumennya.
Dengan wajah ketus Ia terus menatap laki-laki di sebelah yang sudah
membuatnya berang.


Rupanya lelaki yang dihadapinya itu bukanlah orang yang bermental kerupuk. Dia 
tetap santai meladeni mulut wanita itu.


"Mata, mata saya. Pikiran, pikiran saya. Saya bebas mau melihat apa
saja. Saya juga bebas memikirkan apa saja. Anda saja yang kegeeran".
Rupanya jawaban laki-laki itu semakin membuatnya marah. Spontan dia
berdiri.


"Tidak sopan!. Saya bisa menuntut Anda atas perlakuan tidak
menyenangkan. Saya bisa menyeret Anda ke polisi", katanya dengan nada
tegas.


"Silahkan. Saya juga bisa menuntut dan melaporkan Anda ke polisi atas
perlakuan tidak menyenangkan. Anda datang ke sini telah mengganggu
ketenangan "adik" saya. Tujuan Anda datang ke sini mau menebus obat
atau membangunkan "adik" saya?".


Tanpa tengok kiri-kanan wanita tersebut keluar meninggalkan apotek
tanpa memperdulikan resepnya. Entah apa yang ada di benaknya. Laki-laki
tersebut pun bergegas setelah mendapatkan obatnya. Dan entah apa pula
maksud di balik aksinya tadi.

***
 
Beda nya wanita di jaman doeloe dgn sekarang:

* Wanita tempo doeloe Malu kalau keliatan auratnya,
* Wanita sekarang Malu kalau tidak memperlihatkan auratnya.
--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke