NCB 05 : Buku di Januari
Buku baru apa yang menghuni rak di bulan Januari? Nggak
mesti baru beli sih, baru pinjem juga tidak masalah. Sekedar sharing, ini
beberapa yang mungkin menarik juga buat dibaca-baca:
The
Lost Symbol – Dan Brown
Rp. 2
Juta Keliling Thailand, Malaysia & Singapura (pinjeman)
Rp. 2
Juta Keliling Macau, Hong Kong dan Shenzhen (pinjeman)
Reader
Digest Asia edisi Januari (eh ini bukan buku ya? Hehehe..)
501
Must-Visit Natural Wonders
The Lost Symbol – hampir sama menariknya dengan novel Dan
Brown yang lain. Asyiknya dibaca pas liburan panjang, jadi nggak ada jeda
terlalu lama untuk membaca sampai habis. Nggak perlu diceritain ya, ntar nggak
seru lagi bacanya (lagipula belum selesai juga bacanya…hehhehe)
501 Must-Visit Natural Wonders. Buku 540 hal full color ini
memang menarik banget. Kita diajak mengunjungi tempat-tempat yang memiliki alam
spektakuler di seluruh dunia yang menurut penyusunnya, ‘wajib’ dikunjungi (ini
satu seri dengan 501 Must-Visit Cities). Tapi untuk Indonesia yang masuk cuma
Ujung Kulon (ditulisnya Ujong Kulong National Park), Komodo National Park,
Lorentz National Park (Papua) dan Bukit Barisan Mountains. Cuma 4 tempat, udah
gitu di halaman paling belakang pula…sebelum halaman terakhir yang berisi Mount
Erebus di Antartica…..ihhh gak sopan deh…padahal alam Indonesia kan masih
banyak yang bagus ya… (mungkin karena cuma 501 yang dimuat, kalau 1001 bisa
lebih banyak lagi :)
Rp. 2 Juta Keliling Thailand, Malaysia & Singapura
Rp. 2 Juta Keliling Macau, Hong Kong dan Shenzhen
Ini buku ini dua-duanya ditulis oleh Claudia Kaunang
diterbitkan Bentang Pustaka, berisi panduan teknis buat backpacker. Sekilas
kayaknya nggak mungkin banget deh, dan memang 2 juta itu nggak termasuk tiket
pesawat. Memang sih bagi backpacker akan lebih banyak melakukan perjalanan
lewat darat atau paling tidak menyeberangi laut dengan ferry dan menurut
penulisnya tiket pesawat ga masuk karena harga tiket berubah-ubah). Tapi lewat
buku ini, paling tidak kita
belajar bagimana merencanakan perjalanan dengan baik dan matang, sehingga
budget bisa dibuat seminimal mungkin. Tapi sekali lagi 2 juta itu hanya
akomodasi (penginapan), transport lokal, dan makan. Butuh ekstra 1-2 juta lagi
untuk bisa memasuki tempat-tempat wisata (yang nggak gratisan) dan belanja
oleh-oleh tentunya (jadi total minimal 4 jutaan). Sementara untuk tiket pesawat
bisa dicari penerbangan low cost carrier/budget airlines yang tips-tipsnya juga
dipaparkan di buku ini. Lumayan lah buat para traveler dengan budget terbatas
tapi ingin jalan-jalan ke banyak negara.
Sebenarnya, jika kita berada di lingkungan yang isinya para
‘predator’ buku, list bulanan mereka jauh lebih banyak, bahkan bisa mencapai
angka puluhan. Bagi para bookaholic, mereka pilih nggak makan daripada nggak
baca buku..hehehe. Sahabat saya bahkan baru nyadar saldo di rekeningnya tinggal
600 ribu sementara tanggal gajian masih lama gara-gara kalap belanja
buku pas diskon gede-gedean. “terpaksa ngutang ma nyokap, Mbak….” Hehehehe…
weleh… Keterlaluan banget
ini sih…:p