Ngeces mode binti ngiler mode =P~
kapan ya bisa jalan-jalan (mulu/lagi) kayak Mbak Vita? =P
Ngarap euy

sorry n liner =P


Nugon


--- In [email protected], "Lusiana M. Hevita" <mhev...@...> wrote:
>
>
>
> NCB 06 : Angkor Wat - The Kingdom of Wonders
>
>
>
> Di dunia ini ada dua kompleks candi yang menjadi magnet para
> traveler: Borobudur dan Angkor Wat.  Borobudur dibangun pada abad ke-8
(cmiiw) di masa dinasti Sailendra dan merupakan peninggalan agama
Buddha. Sedangkan Angkor Wat dibangun pada abad ke-12 dan merupakan
peninggalan agama Buddha dan Hindu. Komplek candi di Kamboja ini luasnya
sekitar 160
> km persegi dan menurut sejarah, saking luasnya butuh waktu paling
tidak satu
> minggu untuk menjelajahinya.
>
>
>
> Sebelumnya, sedikit melihat kembali pada sejarah masa
> lampau, selama berabad-abad wilayah delta Sungai Mekong dan Kamboja
> Tengah merupakan bagian dari Kerajaan Jawa. Namun pada tahun 802 M,
Pangeran
> Khmer Jayavarman II yang lahir dan dibesarkan di Jawa pada masa
dinasti Sailendra
> memisahkan diri dan membangun kerajaan baru, Kerajaan Angkor. Karena
dulu merupakan bagian dari kerajaan Jawa, mungkin hal itu juga yang
membuat banyak kemiripan relief di Borobudur dan Angkor Wat.Hmm, perlu
dibuktikan nih...:D
>
>
> Sabtu besok insya Allah akan jadi perjalanan pertama saya ke
> negara tetangga tanpa embel-embel tugas kantor (terpaksa harus
ngeluarin duit
> sendiri….huhuhu). Bersama beberapa teman, kami akan mengunjungi
komplek candi yang dijuluki The Kingdom of Wonders itu. Dan kalau
berdasarkan fakta sejarah, berarti kunjungan saya ke sana nanti
sebenarnya tidak lain juga mengunjungi bekas ‘tanah air’,
secara saya kan orang Jawa juga, sama kayak Jayavarman…hihihi
*lebaynya keterlaluan :D*
> Sudah sejak tahun lalu rencana ini digagas dan kini tiket
> Jakarta-KL-Siem Reap pp sudah di tangan. Sayangnya, ternyata
penerbangan
> langsung Jakarta - Siem Reap tidak ada. Harus ke Singapura atau
Malaysia dulu
> baru dari salah satu negara itu, kita bisa melanjutkan penerbangan ke
Siem
> Reap. Udah gitu penerbangan ke sana pun terbatas, so perlu acara
bermalam di
> bandara dulu sebelum ke Siem Reap esok paginya.
>
>
>
> Sebenarnya ide mengunjungi Angkor Wat sudah pernah
> ditawarkan pada akhir 2008 lalu, saat seorang rekan mengajak untuk
melanjutkan
> perjalanan dari Hanoi ke Kamboja lewat darat (kebetulan waktu itu kami
baru
> saja mengikuti suatu acara di Hanoi). Tapi karena waktu itu ijin dari
kantor
> cuma lima hari, dan acara yang kami ikuti cukup melelahkan maka ajakan
itu
> urung diterima. Apalagi melalui darat, nggak yakin deh dengan angkutan
bis dan jalanannya...wiiih kebayang capeknya
>
>
>
> Selain itu, saya belum terlalu tertarik dengan Kamboja.
> Apalagi, kalau mendengar nama Kamboja maka yang terbayang adalah 
‘killing field’ di masa Pol Pot (rezim
> Khmer Roug). Tragedi pembunuhan melalui penyiksaan yang luar biasa
yang menimpa
> warga sipil Kamboja - yang dianggap tidak sepaham dengan Pol Pot -
tanpa
> pandang bulu, pria wanita, anak-anak bayi sampai orang dewasa,
memberikan image
> buruk tentang negara itu. Hhhhh….satu dari sekian sejarah hitam
peradaban
> manusia di muka bumi. Saksi bisu pembantaian itu bisa di lihat di
museum
> Penjara Tuol Sleng. Untung penjara itu di Phnom Penh, jaraknya 320 km
dari Angkor. Jadi saya nggak mesti mengunjunginya kan? Nggak kuku
> pasti ngeliatnya…. Ngeriiii…:(((
>
>
>
> Akhir 2009 lalu tawaran mengunjungi Angkor Wat datang lagi,
> kali dari sahabat saya. Setelah surfing dan baca-baca artikelnya di
internet,
> juga melihat videonya dari Youtube, Februari ini saya memutuskan untuk
ikut
> sahabat saya mengunjungi Angkor Wat. Pesona Mahakarya, yang konon dulu
> merupakan kota dengan keramaiannya yang dapat diibaratkan seperti Los
Angeles
> sekarang, ternyata sangat menggoda, selain tentu iming-iming tiket
pesawat dengan
> harga promo….:)
>
>
>
> See you after the journey!
>
>
>


Kirim email ke