http://groups.yahoo.com/group/rumahilmu/message/4834


abe setiawan <setyawan_...@...> 

setyawan_abe 


100 Tahun Kebangkitan: Indonesia Bisa dengan Pemetaan Konsep


Dengan bantuan 6
Pertanyaan (5 W + 1 H) perlu diperjelas lagi tentang pernyataan Bapak
Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono "Indonesia
BISA" itu, yang sering beliau ucapkan semenjak menjabat jadi Presiden
dan untuk peringatan acara Seabad Kebangkitan Nasional Indonesia (yang
ke 100 tahun).
5W + 1H
Baca juga Solve Problem with MindMap dan Di balik kesederhanaan terletak 
kekuatannya. 
Apanya yang Indonesia bisa? Jawabannya bisa beragam, dari mulai yang pesimis 
(bisa hancur) sampai yang optimis (bisa bangkit).
Kapan Indonesia Bangkit? Jawabannya bisa beragam, dari mulai yang pesimis 
(kapan-kapan) sampai yang optimis (saat ini juga).
Siapa
yang bangkit? Jawabannya bisa beragam, dari mulai yang pesimis (tidak
ada yang bangkit atau siapa yang peduli akan kebangkitan) sampai yang
optimis (semua komponen bangsa dari pucuk pimpinan MPR, Presiden dan
jajarannya, sampai ke rakyat terkecil).
Di mana terjadi
kebangkitan itu? Jawabannya bisa beragam, dari mulai yang pesimis
(tidak terjadi kebangkitan di mana-mana, karena sudah apatis) sampai
yang optimis (di segala bidang: hukum, ekonomi, pendidikan, semua sendi
kehidupan bangsa Indonesia).
Mengapa Indonesia harus bangkit?
Jawabannya bisa beragam, dari mulai yang pesimis (ya mengapa harus
bangkit? apa kita belum bangkit selama ini? apa sih artinya bangkit
itu, mungkin yang kamu maksudkan adalah Bangkot, Kebangkotan??) sampai
yang optimis (Karena kita ini adalah bangsa yang besar, memiliki sumber
daya yang luar biasa, posisi yang sangat strategis. Kita perlu
bangkitkan Sumber Daya Manusianya yang eling (sadar) akan
tugas-tugasnya di hadapan TUHAN untuk berkarya bagiNya dan bagi
sesamanya dan menekan hawa nafsu untuk kepentingan perut dan sekitarnya
sendiri. SDA + SDM yang sadar = Kebangkitan Indonesia).
Indonesia-NYA
Pertanyaan terakhir yang mungkin perlu kita renungkan adalah: BAGAIMANA caranya 
Indonesia bangkit?
Jawabannya
adalah kita harus satu padukan akal, budi, tenaga dan kalau perlu
mengorbankan seluruhnya (baik materiil dan moril) untuk Kebangkitan
Indonesia ini secara sinergis. Saya ibaratkan kita semua ahli dalam
bidang masing-masing, tetapi tidak ada Dirijen yang memimpin seperti
dalam Okestra. Setiap orang yang terlibat harus tahu peran (partitur)
masing-masing, kapan ia harus berbunyi, bagaimana caranya berbunyi,
selaras dengan bunyi yang lain, kapan ia harus diam, dan seterusnya. Di
Negara Indonesia ini Dirijen itu adalah Bapak Presiden Republik
Indonesia.
Sayangnya saya sudah layangkan dua buah surat kepada
Bapak Presiden SBY untuk bertemu dan ingin menyumbangkan teknik
Pemetaan Konsep, sampai sekarang belum ditanggapi.
Seandainya
saya adalah Presiden, saya akan membuat visi dan misi sesuai GBHN atau
rancangan besar selama periode kepemimpinan saya (paling tidak dalam
bentuk janji-janji saat kampanye) dalam bentuk peta konsep. Kemudian
saya kumpulan para menteri, para gubernur dan aparat terkait. Saya
kemudian jabarkan, saya perjelas apa target dari masing-masing
cabang-cabang itu. Kemudian saya akan plot/ tunjuk siapa PIC (person in
charge) untuk tiap cabang yang ada. Saya beri tanggal kapan target itu
harus berhasil. 

Secara periodik bertemu kembali untuk mengecheck bagian
mana yang terhambat, karena apa, sumber daya apa yang dibutuhkan, bisa
diambil dari mana, dst. Ada kemajuan n% bisa dimonitor di tiap cabang.
Di
level Menteri, misi itu akan dijabarkan menjadi Peta Konsep yang lebih
rinci. Ia mendelegasikan kepada anak buahnya. Sehingga saat bertemu
rapat pleno dengan Pak Presiden peta konsep Mentri itu bisa digabungkan
menjadi 1 Mega Peta Konsep (ini yang disebut MultiMap). Semua notulen
rapat, rancangan, data, evaluasi diattachkan sehingga bila diperlukan
bisa dibuka dan dirembugkan secara bersama-sama. Keputusan-keputusan
penting bisa diambil agar tidak macet atau terhenti.
Kalau perlu
dibuatkan sebuah situs untuk menampilkan progress dari Mega Peta Konsep
itu untuk diPAHAMI oleh masyarakat luas. Sehingga komponen bangsa yang
lain bisa ambil bagian untuk percepatan pencapaian tujuan bersama-sama,
yaitu KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA!
Saya yakin dengan
kesehatian dari para pemimpin (pemerintah) dan segenap rakyatnya
bersatu padu dalam simponi yang indah dan tak lupa memanjatkan doa
kepada TUHAN agar memberikan ridho dan hidayahnya agar cita-cita Bangsa
Indonesia Bangkit terwujud!
Selamat menjelang Hari Kebangkitan
Nasional yang ke 100, Ibu Pertiwi! (air mata Sur mengembang mengingat
syair lagu Ibu Pertiwi sedang lara......)
Sur meminta bantuan
kepada siapapun agar pesan ini dapat disampaikan kepada Bapak Presiden
Republik Indonesia. Terima kasih banyak sebelumnya.



Sumber: http://pkab.wordpress.com/2008/05/10/pre-indonesia-bisa/ 





http://groups.yahoo.com/group/tarbawi_community/message/9230

Ada Kekuatan Dibalik Kesederhanaan


.



Manusia tetap hidup sampai sekarang karena rasa penasaran (Gestalt), salah satu 
kemampuan otak kanan.

Coba dengan kata kunci “Korupsi” sebagai topik utamanya. Setiap
cabang yang muncul coba lakukan secara Rekursif dengan 6 pertanyaan
dasar tadi. Misal: Siapa pelaku korupsi = Hantu Kupret. Tanyakan lagi:
Mengapa Hantu Kupret lakukan itu? Bagaimana caranya Hantu Kupret
lakukan? Caranya adalah Begini (cabang baru). Tanyakan lagi Mengapa
Begini bisa terjadi ? Dan seterusnya… Sampai kapan? Sampai anda puas
dengan jawabannya dan telah memecahkan problem awalnya. Bila belum,
terus kembangkan… dan kau akan heran akan hasilnya. Laporkan sudah
sampai seberapa besar peta yang dihasilkan?

Saya menemukan Zahman Framework.



Saat tiba di kantor NovaTara di gedung Surveyor, saya bertemu dengan
Mr. Paskaran, Pak Gindo, Pak Maman dan berdiskusi dan mencoba untuk
menjalankan MindManager Pro 7 dengan sistem VFon selama 2 jam. Suatu
kombinasi yang luar biasa (superb!) antara Pemetaan Konsep dengan Mind Manager 
Pro 7 dan VFon system.

Tercetus ide dengan skenario begini: Mr. President, Mentri
Kehutanan, Perwakilan dari WALHI, Gubernur Wilayah Kalimantan Tengah,
Ketua Adat hutan yang terkena penggundulan 1.000 ha, Hakim, Pengacara
dan Polisi penangkap terlibat dalam diskusi video conferencing sambil
mengedit sebuah Peta Konsep dengan topik utamanya adalah Kasus Adelin
Lis.



Masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menaruh keping informasi yang 
mereka miliki ke dalam 1 Peta Konsep (dengan sharing application)
yang sama dan ketika di kelompokkan keping-keping itu, maka akan mulai
tampak gambaran besarnya, dan terlihat mana bagian yang masih belum
ditemukan (missing piece). Usaha kemudian bisa dikerahkan untuk mencari 
evidence untuk melengkapi missing piece tersebut. Attachment atau hyperlink
bisa ditambahkan, seperti: notulen sidang, foto atau video bukti
penggundulan hutan, lokasi hutan (di mana penggergajian, stasiun
penghanyutan via sungai, alat-alat berat, dll). Atau bisa diambil
keputusan berdasarkan fakta-fakta yang sudah ada karena akan terlihat
pola/ pattern dengan kemampuan otak kanan.

Doakan agar presentasi Peta Konsep dengan Sekretariat Kabinet/ Mr.
President (dalam waktu dekat) bisa berjalan lancar dan mereka dapat
melihat Jalan Keluar yang selama ini mungkin dicari-cari.
        




      

Kirim email ke