Ada yg bakat akting ato teater ga ya?? Lagi perlu bwt projek film pendek nih.. Thx.. it's only a transition
Dicky Kurniawan Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Nadiah Abidin <[email protected]> Date: Tue, 30 Mar 2010 03:07:37 To: Siti Jumaeni<[email protected]>; <[email protected]>; Koko Nata<[email protected]>; <[email protected]> Cc: <[email protected]>; TV-E Karima<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Lingkar Pena Publishing<[email protected]>; Eva Marbun<[email protected]>; <[email protected]>; mami sujananti<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Mila<[email protected]>; <[email protected]>; yasmin zata mokoginta<[email protected]>; nani<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Zenith Pharmaceuticals<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; rio bm<[email protected]>; Rima Setyawati<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; Adi<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; safitri ade<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; tya Tiex<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [sma1bks] Sanggar Anak Matahari: Anak-Anak Jalanan Penuh Prestasi [3 Attachments] SANGGAR ANAK MATAHARI: ANAK-ANAK JALANAN YANG PENUH PRESTASI Hari Senin, tanggal 29 Maret 2010, menjadi hari yang bersejarah di kota Bekasi. Pasalnya sekelompok anak jalanan yang bernaung di bawah Sanggar Anak Matahari berhasil menjadi juara 1 kompetisi teater untuk umum pada event “Soul and Humanity” yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UNISMA Bekasi. Sanggar Anak Matahari menurunkan 20 anak asuhnya yang terdiri dari anak-anak usia 5 sampai 18 tahun. Karena tema kompetisi adalah tentang kemanusiaan, cerita yang diangkat adalah mengenai kehidupan mereka sendiri sebagai anak jalanan. Diawali dengan akrobat dan tampilan judul “Nyanyian Anak Jalanan” yang dilekatkan pada kardus, anak-anak memeragakan getirnya kehidupan di jalanan, mulai dari eksploitasi orangtua terhadap anak, penjualan anak di bawah umur, pemalakan, tawuran, sampai pencekokan minuman keras. Pada akhirnya hanya satu pesan yang dituju: anak jalanan sebetulnya tak ingin tinggal di jalanan. Mereka tak ingin dianggap sampah masyarakat, orang-orang yang tak berguna, karena anak jalanan hanyalah anak biasa yang ingin sekolah, bermain, dan sayang. Namun semua hanyalah mimpi jika masyarakat tak mau ambil peduli dan tak bersedia memberikan kesempatan. Maka, pertanyaan mendasarnya adalah: maukah masyarakat memberikan anak-anak kesempatan? Dalam perkembangannya, Sanggar Anak Matahari menempati satu petakan kontrakan kecil di daerah Pintu Air, belakang Stasiun Bekasi. Terletak persis di samping pembuangan sampah dan kandang-kandang kambing, Sanggar Anak Matahari memiliki banyak potensi. Belum lama ini, Sanggar Anak Matahari yang sebelumnya bernama Anak Jalanan Islam (Anjalis) memenangi kompetisi penulisan puisi dan juara 2 baca puisi trofi Walikota. Selain itu, sanggar dihuni juara kelas yang santun dan luar biasa. Didirikan oleh Khairul Sidiq alias Ujang kurang lebih sepuluh tahun lalu, semua bermula dari emperan toko Sentra Niaga. Dari semula 5 anak, anak binaan Ujang menjadi 150 anak. Setelah kedatangan adiknya, Andi, ke Bekasi, sanggar semakin berkembang lagi. Sanggar Anak Matahari yang bertajuk Anjalis menelurkan album nasyid pertamanya tahun 2006. Mereka pun mulai merumahkan sejumlah anak di Kampung Mede. Sejak tahun 2009, Anjalis berganti nama menjadi Sanggar Potensi Anak Negeri. Namun nama itu tak bertahan lama karena sulit diingat orang. Akhirnya mulai awal tahun 2010 nama Sanggar Potensi Anak Negeri berubah lagi menjadi Sanggar Anak Matahari. Di sanggar anak-anak diberikan sandang, pangan, papan, dibantu mengerjakan pekerjaan rumah, pengajian, diberikan pelatihan komputer, teater, musik, puisi, dan sebentar lagi bela diri. Pengembangannya masih swadaya oleh sekelompok anak muda di bawah kepemimpinan Andi Suhandi dengan dukungan warga sekitar dan kontribusi positif berbagai elemen masyarakat. Hakikatnya, masih banyak kesulitan yang dihadapi, terutama terkait pendanaan kegiatan sehari-hari dan penyediaan perumahan yang layak – karena masih tinggal di kontrakan dan banyak anak yang belum tertampung, tapi pengurus sanggar optimis bahwa dengan keyakinan, ketekunan, motivasi, serta peran serta masyarakat dan pemerintah yang semakin besar, Sanggar Anak Matahari bisa bertahan menghadapi perkembangan jaman dan anak-anak bisa tidak di jalanan lagi, hingga meraih apa yang mereka impikan: bisa belajar, bermain, dan disayang. (Nadiah Abidin, pengurus Sanggar Anak Matahari, penulis naskah “Nyanyian Anak Jalanan" yang memenangi lomba) Jika ada yang berminat menjadi donatur tetap atau sekadar menyumbang sabun, alat tulis, bahan makanan, dst, silahkan kontak saya di HP: 081310765420, (021) 92822107, 087884422260 atau Andi di (021) 96994575.
