http://groups.yahoo.com/group/rumahilmu/message/4972
"F.X.M. Ferry Wong,S.Kom,Akp" <ferrywo...@...>ferrywongg
[rumahilmu] [INFO] Door To Door' Efektif Untuk Mensosialisasikan Pendidikan Anak
Door To Door' Efektif Untuk Mensosialisasikan Pendidikan AnakAmelia Ayu 
KinantiJakarta - Di sebuah desa Taman Posyandu di desa Benda di Kecamatan 
Cicurug, Sukabumi, tampak anak-anak balita berdesakan menempati bangunan rumah 
sementara untuk tempat mereka belajar. Segala sarana permainan seperti ayunan, 
jungkat-jangkit, juga peralatan pendidikan seperti balok warna-warni dengan 
berbagai bentuk, kertas gambar, kertas berwarna dan sebagainya semua tersedia.

Di desa ini kegiatan pendidikan didukung penuh oleh jajaran pemerintah lokal, 
Camat, Pak Kades dan Bu Kades juga kader-kader Posyandu (Pos Pelayanan 
Terpadu)  yang dengan sukarela menjadi pengajar  PAUD (Pendidikan Anak Usia 
Dini) di Taman Posyandu. 

“Di desa ini awalnya memang hanya ada 3 buah TK yang formal, sementara masih 
banyak anak-anak yang tidak tertampung karena orang tuanya tidak mampu. Lalu 
tahun 2006, sebagai penggerak PKK, kita mendirikan PAUD secara mandiri dan 
seadanya. Tempatnya numpang di madrasah dan berjalan hanya dengan 15 murid,” 
kata Bu Kades. 

 Pada awalnya, untuk mengajak anak-anak sekolah  tidaklah mudah. Karena itu, 
para kader yang nota bene ibu-ibu PKK mengajak orang tua yang punya anak balita 
untuk sekolah dengan cara kunjungan dari rumah ke rumah.

Hingga akhir tahun 2006, jumlah anak usia dini di Indonesia, tercatat sebanyak 
28.364.300 anak. Anak yang yang menikmati layanan pendidikan anak usia dini 
(PAUD), baik formal dan non formal, jumlahnya baru mencapai 13.223.812.  Dari 
jumlah angka tersebut terlihat bahwa separuh anak-anak belum terlayani 
pendidikannya.

Fakta di atas, diperkuat oleh Laporan Unesco tahun 2005, dimana Angka 
partisipasi PAUD Indonesia termasuk yang terendah di dunia. Baru sekitar 20% 
dari 20 juta anak usia 0-8 tahun. Di dunia internasional, PAUD didefinisikan 
sebagai pendidikan bagi anak usia 0 sampai 8 tahun. Sedangkan Indonesia 
kategori PAUD, untuk usia 0-6 tahun. Unesco mencatat angka partisipasi PAUD di 
Indonesia lebih rendah dari Thailand (86%), Malaysia (89%), bahkan Filipina 
(27%) dan Vietnam (43%). Bila tidak segera dilakukan upaya cepat, maka dapat 
dibayangkan kualitas generasi masa depan bangsa Indonesia dibandingkan dengan 
negara tetangga tersebut.

Untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memberikan pendidikan bagi anak 
usia dini, P&G  dan Unicef  telah melakukan program untuk “Satu Tahun  Seribu 
Balita Cerdas”  Dalam dua tahun terakhir ini,  P&G Balita Cerdas telah membantu 
penuh upaya penyelenggaraan 10 (sepuluh) PAUD dan bahkan empat diantaranya 
telah dibantu dengan pembangunan P&G Community Center (PGCC) di tiga desa di 
pelosok daerah Sukabumi. Saat ini lebih dari   1000 balita yang telah menjadi 
murid di sepuluh PAUD tersebut. Mereka belajar gratis tanpa dipungut bayaran. 
Mereka bukan  hanya belajar dan  bermain tapi mereka juga diajarkan cara hidup 
sehat. Dan dengan PGCC – sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat yang sepenuhnya 
dimiliki dan dikelola oleh masyarakat, maka masyarakat setempat bisa 
memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mereka sendiri. 
Misalnya kesehatan untuk ibu dan anak, kesehatan masyarakat, pelatihan 
ketrampilan (life skills)dan
 kegiatan sosial lainnya.

Masih banyak desa dan daerah lain yang memerlukan bantuan. Belajar dari 
keberhasilan P&G bersama dengan Unicef serta partisipasi masyarakat dan 
pemerintah daerah di Sukabumi, ke depannya P&G berencana untuk memperluas 
program percontohannya ke daerah lain. Diharapkan melalui kampanye “Satu Tahun 
Seribut Balita Cerdas”, P&G Balita Cerdas akan terus berkembang untuk membantu 
mencerdaskan anak bangsa dan membuat masa depan mereka lebih cerah!
(kee/kee) 
Sumber 
: http://www.wolipop.com/read/2009/07/27/100343/1171929/227/door-to-door-efektif-untuk-mensosialisasikan-pendidikan-anak





      

Kirim email ke