Pakai diesel, ada reservoir solar, jadi kalau banyak lumpurnya akan ada 
sedimentasi di reservoir sebelum ke solar pump. Kemudian ada filter solar untuk 
memfilter lagi fuel yang akan masuk ke engine

Konon kabarnya, Rudolf diesel pada waktu menemukan mesin diesel tahun 1892 
memang mendesain mesin ini untuk segala jenis bahan bakar sisa/residu




AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

-----Original Message-----
From: "maliks" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Jul 2010 10:38:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [sma1bks] Ada apa dengan Premium?

nih ada fenomena baru di indonesia....
dan gw ngerasain akibatnya....boil ane mogok
dan terpaksa harus ganti fuel pump...mahal bo ..( 1 juta keatas ....)
saran gw untuk smentara waktu beralih sebentar ke pertamax ato 
sejenisnya.....

tapi kalo bener ini strategi pertamina untuk membuat orang beralih ke bbm 
non subsidi....sungguh ter..la..lu....

nih info dari detik.com dan masih banyak lagi bisa dilihat di situs portal 
berita yg lain tentang keluhan hampir semua atpm di indonesia.....

Detikcom - Jakarta, Sejumlah mobil mengami kerusakan pompa bensin karena 
menggunakan bahan bakar Premium. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) 
menduga adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak 
tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.

Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, penurunan kualitas premium yang 
dilakukan pihak tertentu tersebut, tentu saja akan berimbas terhadap mesin 
mobil karena saat ini saja kualitas BBM di tanah air masih jauh lebih rendah 
jika dibandingkan dengan standar internasional.

"Dengan adanya temuan atau dugaan premium yang rendah itu mungkin disengaja 
oleh Pertamina atau pihak tertentu untuk agar orang beralih ke pertamax. Ini 
sangat logis kalau didekati dengan indikasi semacam itu. Tapi ini sangat 
licik," ujar Tulus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010).

Ia juga menduga adanya penurunan kualitas BBM beroktan 88 itu dilakukan 
dengan tujuan untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi di masyarakat.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah memang tengah bingung mencari cara 
untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi di masyarakat, karena diperkirakan 
konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini akan membengkak menjadi 40,1 juta 
kiloliter, sementara kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2010 dipatok di level 
36,5 juta kiloliter.

"Iya, tapi jangan dengan cara-cara seperti ini, itu cara yang nggak fair. 
Karena dari alasan apa pun pengendalian konsumsi BBM itu yang paling lazim 
digunakan adalah dengan harga. Pengendaliannya dengan harga. Tanpa harga 
memang sulit sekali melakukan itu," jelasnya.

"Tapi kalau bermain dengan mengurangi kualitas dan segala macam itu justru 
pelanggaran terhadap UU perlindungan konsumen dan UU Migas itu sendiri," 
tambahnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo saat ditemui usai 
menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, 
Jakarta, Selasa (20/7/2010) memastikan kualitas premium yang dijual di 
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik BUMN Migas itu tidak 
mengalami perubahan.

Kualitas itu tidak berubah, Kalau saya merubah spesifikasi yang sudah 
ditetapkan Ditjen Migas, saya bisa digebuki orang," ungkapnya.



malik siregar
"yang menderita mogok di jalan dan disuruh ganti fuel pump"

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links





------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke