---------- Forwarded message ----------
From: silvia anggraeni <>
Date: 2010/11/26



Dalam Rangka memperingati hari Guru, izinkan kami sekedar mendoakan engkau
guru kami pahlawan kita semua..
Kami persembahkan lagu ini..
http://www.youtube.com/watch?v=xXFKqoRGdHY
Selamat Hari Guru: My Name is Khan..!
<http://1.bp.blogspot.com/_fhqRMeHyLSc/TO8arXIRQbI/AAAAAAAAF7c/bGevRDDJ-G0/s1600/sal_khan2x_resize.png>
Salman Khan <http://en.wikipedia.org/wiki/Salman_Khan_%28educator%29> (Sal
Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu penggemarnya.
Serius, ini Bill Gates orang terkaya di dunia.

Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan
Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan
cuma seorang guru.

Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi
studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu
adalah *think thank* yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan
menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur
dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video.

“Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam surelnya. “Dia mengerjakan banyak
hal dengan sumber daya yang amat terbatas.”

Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang
berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan,
dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok
Khan yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih
menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.

<http://1.bp.blogspot.com/_fhqRMeHyLSc/TO8pb-f9P5I/AAAAAAAAF7g/7eBBqQC9RQM/s1600/salmankhan_resize_resize.jpg>

Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini
membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai
dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus. Khan
sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of administration)
Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia
serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy (
http://khanacademy.org/). Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru.
Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika,
biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik
cupcake.

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan
ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah
mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. “Jumlah pengunjung tertinggi
mencapai 200 ribu orang,” kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang
membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.

“Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.

Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa
sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah
Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya tiga
gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard,
bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of
Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang
kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.

Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru
sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami
sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus
perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya
soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan
menggunakan teknologi yang sederhana. Ia hanya menggunakan software Yahoo
Doodle dan Microsoft Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan
latar belakang hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia
bekerja melalui penjelasannya. Video pertama yang ia buat adalah pelajaran
mengonversi gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya
itu. Sejak itulah kecanduan mengajar di sekolah online dimulai.

Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia
bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara
waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube.

Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon
US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan
untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak mau
mengkomersialkan situsnya. “*Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang
cantik dan anak yang hebat, serta rumah*,” katanya.

Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di ujung
Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman Khan
lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit
dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang
bocah Korea berusia 11 tahun.

Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut berbalik
menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs buatan SalmAn Khan,
www.khanacademy.org.

Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak
tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka
dalam pelajaran aljabar.

“Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah
penyelamat. Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya.
Terima kasih,” ucapnya di situs yang dikelola seorang pria yang baru
menginjak usia 33 tahun.

Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah
Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang baik
budi dan tidak sombong seperti dia. Selamat hari guru, 25 November, teman.

*sumber: 
tempointeraktif.com<http://blog.tempointeraktif.com/pendidikan/guru-terhebat-bill-gates/>,
http://asrul.blogdetik.com/tag/salman-khan/
pkspiyungan.blogspot.com

<http://pkspiyungan.blogspot.com/>

Kirim email ke