http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/message/34437

Fw: [mgombak] Fwd: [ipgss-iium] "Selamat hari Guru 25, November".. .

Ass.
 wr. wb.
Ananda Nabila dan Fauzy, Berikut
 Ayah forward sebuah info bagus. Coba dipelajari dg baik dan serius ya, 
insya Allah bermanfaat. 
Salam, Ayah 
----- Forwarded Message ----
From: mohamad fany alfarisi 
<alfarisi2...@...>
To:
 mgombak <[email protected]>
Sent: Sat, November 27, 2010 11:16:45
AM
Subject: [mgombak] 
Fwd: [ipgss-iium] "Selamat hari Guru 25, November".. .. My name is Khan


 

Salam,
 
Usaha yang luar biasa, 
 
kalau ada yang mau belajar matematik sampai keuangan bisa cek di 
sini
 
www.khanacademy.org.


 
---------- Forwarded message ----------
From:
 askar triwiyanto <askartriwiya...@...>

Date: 2010/11/27
Subject: [ipgss-iium] "Selamat hari Guru 25, 
November".. .. My name is Khan
To: PG indonesia UIA <[email protected]>
Cc:
 silvia31...@...,
 asmsc...@...




  






Dalam Rangka memperingati hari Guru izinkan kami 
sekedar mendoakan engkau guru kami pahlawan kita semua..

http://www.youtube.com/watch?v=xXFKqoRGdHY

Selamat Hari Guru: My Name is Khan..!

Salman 
Khan (Sal Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu 
penggemarnya. Serius, ini Bill Gates orang terkaya di dunia.


Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang 
menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan 
Android. Khan cuma seorang guru. 

Khan menghabiskan waktunya di 
sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus 
perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank
 yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya 
bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, 
menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video.


“Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam surelnya. “Dia mengerjakan 
banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.”

Mengapa Khan 
begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 
tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari 
video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan
 yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih 
menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.





Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru 
digital ini membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya 
sendiri, mulai dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru 
sekaligus. Khan sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of 
administration) Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi 
hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan 
Academy (http://khanacademy.org/).
 Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar 
apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai 
tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.


Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 
tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua 
kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. “Jumlah 
pengunjung tertinggi mencapai 200 ribu orang,” kata Khan. Sebuah 
kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri, termasuk Bill 
Gates.


“Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.

Seperti
 entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa 
sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah
 Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya 
tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari 
Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts 
Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk 
bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.


Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru 
sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang 
mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan 
fokus perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII,
 bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat 
tutorial dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Ia hanya 
menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft Paint berteknologi 
rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang hitam dan garis-garis
 berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja melalui penjelasannya. 
Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi gram untuk 
kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu. Sejak itulah 
kecanduan mengajar di sekolah online dimulai.


Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript 
sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer 
investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video 
dan diunggah ke YouTube.


Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat 
pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang
 digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak 
mau mengkomersialkan situsnya. “Saya sudah punya dua mobil Honda, 
istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah,” katanya.


Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada 
di ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari 
Salman Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi
 sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit 
dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh 
seorang bocah Korea berusia 11 tahun.


Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut 
berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs buatan 
SalmAn Khan, www.khanacademy.org.


Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, 
tampak tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak
 mereka dalam pelajaran aljabar.

“Saya tidak tahu siapa Anda. 
Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah penyelamat. Anak-anak saya 
benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih,” ucapnya di 
situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33 tahun.


Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha 
Lembah Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh 
orang-orang baik budi dan tidak sombong seperti dia. Selamat hari guru, 
25 November, teman.


*sumber: tempointeraktif.com,
 http://asrul.blogdetik.com/tag/salman-khan/








-- 
Mohamad Fany Alfarisi
Member of Ring River 
Community
Jalan Gombak 53100
H/P  : +60-146323120








      

Kirim email ke