intermezzo..selingan ringan

http://id.omg.yahoo.com/blogs/bikin-film-yang-beda-dong-raya_fahreza-1.html
Bikin Film Yang Beda
 Dong!Diposting Oleh Raya Fahreza, Senin, 13 Desember 2010 16.53 WIB
Alkisah, jagoan kita seorang penulis muda menemui Pak Bos, sang
 produser eksekutif, untuk mengajukan skenario yang selama ini menjadi 
obsesinya. Bosan menulis genre yang sudah-sudah, kali ini penulis kita membuat 
yang beda. Ceritanya ia ingin sekali menunjukkan bahwa ia bukan cuma penulis 
cerita pocong dan kuntilanak. Dan karena Pak Bos ini kemaren sering bilang, 
“Ayo dong, kita bikin yang beda, yang baru,” penulis kita jadi merasa nggak 
terlalu muluk untuk mengajukan sebuah psychological thrillertentang makhluk 
luar angkasa yang mendarat di Jakarta dalam misi untuk menguasai bumi. Ahem. 
Oke deh.

Fast forward ke kantor sang produser, penulis kita sudah di sana. Karena mood 
mungkin sedang bersemangat, bos kita manggut-manggut membaca sinopsis yang 
diajukan.

“Bagus nih, menarik, belum ada kan film kita tema beginian?”

Ah. Tema beginian. Nggak apa, minimal dia
 lihat bedanya. Penulis kita tersenyum.

“Pastinya belum ada, Pak. Makanya, kan Bapak minta yang beda, nah ini usulan 
saya, dan kalau Bapak baca, ini sebetulnya genre psychological thriller, saya 
pingin seperti film David Lyn-...”

Belum selesai penulis kita bicara, Pak Bos sudah memotong lagi.

“Tapi ini mesti di… Apa tuh namanya, localize gitu, Mas. Penonton kita itu 
belum biasa kan sama tema alien-alien gini.”

Sudah menduga, penulis kita dengan yakin menyambut masukan Pak Bos.

“Setuju sekali, Pak. Saya kepikiran gitu juga, dan sama temen-temen udah riset 
tentang hal-hal sekitar UFO atau alien di Indonesia, ternyata banyak Pak, 
cerita-cerita tentang ini.”Sambil berlanjut cerita, penulis kita menyerahkan 
kliping hasil print out keren berbagai artikel tentang UFO di Indonesia hasil 
browsing di internet. Dari artikel berita, blog, foto, sampai diskusi Kaskus 
lengkap di kliping itu. Cukup meyakinkan. Pak Bos melihat-lihat tiap lembar, 
ekspresinya tidak terlalu tertarik, manggut-manggut dan akhirnya mengutarakan 
pendapatnya.

“Ada juga ya rupanya, Mas. Tapi saya rasa mending kita bikin jadi ada 
hubungannya ke yang tradisional.”

Tradisional. Penulis kita mikir, lalu sambil tetap tersenyum dan percaya diri 
bertanya. Pembahasan yang sesungguhnya pun dimulai.

“Tradisional gimana pak? Maksudnya jangan terlalu modern?”
“Ya
 tradisional, kita bawa ke yang udah akrab sama masyarakat, kan banyak cerita 
makhluk-makhluk serem yang pernah kedengeran.”
“Ngg… Makhluk serem, tapi bukan klenik kan pak?”
“Yah, apalah namanya istilahnya, intinya kan makhluk jadi-jadian lebih dekat 
sama budaya kita, tapi kan kamu bisa campurin unsur alien-nya di situ”.
“Nggak malah jadinya horor lagi ya, pak? Saya kira kemaren bapak pengen yang 
beda.”
“Ooooh, nggak, ini tetep beda, saya suka konsepnya, cuma kita mesti bikin untuk 
pasar.”

Pasar. Mampus.

Penulis tersenyum manyun karena sudah bisa melihat arahnya ke mana. Mending 
coba cek dulu, seberapa serius pak bos untuk bikin yang beda. Saatnya bertanya 
soal budget. Pak Bos juga tahu pasti bakal butuh anggaran lebih untuk special 
efffects dan segala macemnya. Tapi belum sempat nanya, Pak Bos sudah ngomong 
duluan.

“Dan karena ini gambling banget, saya juga budgetnya nggak mau gede-gede
 ya.”

Dengan sigap penulis menyambut. Harus cerdik, bandingkan dengan film besar, 
supaya nggak terkesan mahal.

“Oh nggak kok Pak, nggak lah, jauh dibanding bikin film kolosal tentang sejarah 
atau perang kemerdekaan. Ini saya perkirakan cukup enam mil-…”

“Saya maunya kita bikin yang 300 ribu penonton udah aman balik modal. Budget 
sekitar 2 M lah. Jadi nanti nggak usahlah bikin scene-scene gede, terus efek 
yang simpel aja, yang penting orang tahu – ooh ini filem orang planet.”

Filem orang planet. Belum mau langsung menyerah, penulis kita masih berusaha. 
Dikit.

“Mmm… Sayang dong, Pak. Masak kayak efek di sinetron Jin dan Jun, he he he…”
“Nggak segitunya lah. Lagian Mas juga ngerti kan. Lihat kondisi perfilman tahun 
ini, sekarang dapet 300 ribu penonton aja udah sukur. Sementara ini bukan tie 
pasar, gambling saya makin gede dong, ya jangan mahal-mahal lah produksinya 
ya.”.
“Oke… Tapi dari
 sisi genre psychological thrillernya, Bapak oke ya.”.
“Yang penting bikin banyak adegan yang bikin kaget gitu. Juga sexy dikit.”.

Penulis kita tersenyum. Menunduk sebentar, menarik napas, lalu melanjutkan.

“Gimana kalau judulnya Godaan Alien Jadi-jadian.”.
“Cakep.”.

Yak, kita pun kembali dari nol.


      

Kirim email ke