Tapi sayangnya sebagian warga negara kita kurang menghargai HAM. Contohnya kasus ini, segelintir orang yang tersinggung (SEKALI LAGI HANYA SEGELINTIR ORANG BUKAN SELURUH UMAT ISLAM DI INDONESIA) bertindak main hakim sendiri dan membunuh jemaat Ahmadiyah.Bagi teman2x yang belum lihat videonya silahkan cek FB saya Alberto Siregar sudah saya posting disitu.
Yang sangat saya sayangkan (dan MUNGKIN sebagian teman-teman disini sayangkan) adalah mereka "berlindung" di balik nama besar Sang Pencipta "Allahuakbar... batu dilempar ke kepala korban sampai pecah(padahal koraban sudah tewas)" "Allahuakbar .... kayu dipukulkan ke kepala korban" "Allahuakbar... batu berterbangan merajam tubuh mereka"! Saya jadi bertanya sebetulnya pada waktu itu mereka membela Agama, Membela Tuhan, atau mereka MEMANFAATKAN nama Tuhan untuk menjadi pembenaran tindakan mereka? (setidaknya menurut mereka dibenarkan oleh AGAMA meskipun salah di mata Hukum). Apakah Tuhan perlu dibela? tidak sanggupkah Ia membela AGAMA-Nya? ataukah bagi DIA bukan AGAMA yang penting tapi perilaku dan ibadah kita? Apakah membunuh orang yang menghina-Nya (ambigu dengan apakah menghina AGAMA = Menghina Tuhan) merupakan Ibadah kepada-Nya? Pada waktu melakukan pembunuhan siapakah yang ada dalam pikiran mereka? Apakah Tuhan yang ada dalam pikiran mereka dan memerintahkan untuk Membunuh ciptaannya? Kalau bukan Tuhan lalu siapa? atau jangan-jangan Setan memang sudah merasuki mereka sehingga mereka kehilangan akal pikiran dan perasaan? *Darah mereka halal untuk ditumpahkan. Bunuh, Rajam, Bakar. ________________________________ From: nugon19 <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, February 10, 2011 7:21:35 AM Subject: [sma1bks] Re: Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter kayaknya balik lagi ke posting-an Abang Komar... tulis yg disepakati, tulis yg tdk disepakati... dialog, tanpa kekerasan, menghargai prinsip dan ajaran agama... ini yg disepakati. apa boleh campur-aduk agama, atau buat tafsiran prinsip ajaran agama versi sendiri/gol tertentu...ini mungkin yg tdk sepakat. apa agama atau dalil harus mengikut perkembangan zaman...ini yg tdk disepakati. di luar itu... penegakan hukum yg harus jelas. dan masalah ini adalah masalah global, bukan hanya di Indonesia saja, tapi sampai ke negara Barat yg mengakui HAM pun terjadi... misal pelarangan membangun masjid di Yunani atau pelarangan ada menara/minaret di Swiss juga kasus pelecehan agama via karikatur dan buku macam di Denmark, Swedia dan Belanda. juga kasus terlalu provokatif dan mem-blow-up terus-terusan masalah pelecehan seksual di Gereja Katholik...utk Amerika dsb dsb dsb saya bisa tambahkan jauh lebih banyak lagi... cuma mau bilang, ini masalah global. --- In [email protected], winduanggoro86@... wrote: > > Santaiii..kita tdk pernah melupakan dalil2, dan kita bukan moderat..,gw lebih >suka diposisi KIRI, he2 bkn jalur tengah..setau gw retorika apapun ga ada yg >bener..ketika ngebahas ini, apalagi membahas soal dalil2 agama apa keabsahan >agama manapun, > > Tp dalil itu sesuai perkembangan jaman juga ikut berkembang,,seperti skg ini >dalil soal Ahmadiyah apa ada ? Semua persetujuan SK 3 mentri.. > > Yg kita mau hanya kedamaian.. > Ga ada saling bunuh gara2 keyakinan yg berbeda.. > > Hajar lagi dicky..wkwkwkwkwk > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >Teruuusss...! > > > -----Original Message----- > From: Morry Infra morry.infra@... > Sender: [email protected] > Date: Wed, 9 Feb 2011 17:01:54 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [sma1bks] Ahmadiyah, FPI, & JIL - Cikeusik & Twitter > > Memang sebagian kita... > Ketika sudah merasa "punya".... > Punya ilmu, punya uang, punya banyak kawan dan punya2 yang sifatnya > duniawi... seringnya bermain di tengah.... moderate... > Kanan kiri ok... atas bawah boleh... > > Dan dilalahnya, keyakinananpun dibuat jadi seperti itu... > Dan karena saking moderatnya... sedang2 saja.... merasa bahwa itulah > kebenaran... > Padahal kalau dia Islam... parameternya dah jelas... cek tuch dari Qur'an > dan Hadist. > Namun, dengan alasan keterbatasan waktu.... hadist2 Qath'i pun dibablas jika > tak sesuai keinginan hawa nafsu dan akalnya. > Seringkali orang2 seperti itu berfikir bahwa akalnya yang utama.... Qur'an > dan hadist ya yang ngikut.... Astaghfirullahaladzim... > Dan kebiasaan lain juga.... membenarkan kebiasaan ketimbang membiasakan > kebenaran... > Jadi selalu mencari2 dalil2 yang kadang2 tak shahih untuk sekedar > menjustifikasi kegiatan mereka terlepas dari benar atau tidaknya.... > sebaliknya ketika dinasihati dalam kebaikan dan kebenaran.... mereka > membantah dalil2 tersebut... > > Itulah manusia.... > Ketika orang mencoba khaffah di agamanya... dibilang fanatik dan pemuja > agama? > Hati2lah... > > Kedamaian itu keinginan semua orang... namun jangan sampai karena ingin > kedamaian menggadaikan tauhid.... > > Allahualam > > Salam, > Morry Infra >
