dari teman ane, di milis warna Islam.FYI aja, dia kerja di bidang jurnalistik.
Wassalam,



Nugon

http://groups.yahoo.com/group/warnaislam/message/10310
Apa yang sebenarnya terjadi di Cikeusik?Tentang kesan pembiaran dan 
ketidaksigapan polisi.Hari Jumat (4 Februari 2011), ketika massa sudah mulai 
berdatangan ke Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten, aparat lokal sebenarnya 
sudah tahu tentang hal itu. Polsek sudah mengerahkan polisi ke lokasi. Polres 
sudah tahu dan sudah siaga. Menurut kabar dari keluarga seorang kawan di ANTV, 
sejak Jumat itu aparat di seluruh Kabupaten Pandeglang sudah tahu kalau ada 
rombongan massa yang datang ke Cikeusik. Hari itu juga Suparman (tokoh 
Ahmadiyah lokal) dan keluarganya pun sudah dievakuasi polisi. Kemudian pada 
Sabtu malam (5 Februari 2011), massa Ahmadiyah datang dengan dua mobil dari 
Bogor dan Jakarta.Menurut polisi, mereka telah menyuruh warga Ahmadiyah yang 
baru datang itu untuk pergi/dievakuasi, tapi mereka menolak. Karena itu polisi 
pun meninggalkan lokasi. Pertanyaannya, mengapa polisi membiarkan mereka 
bertahan di situ? Mengapa polisi tidak berinisiatif untuk
 memaksa mereka pergi dan mengevakuasi ke tempat aman? Bukankah mereka sudah 
tahu bahwa kondisi sudah demikian gawat? Di sinilah terkesan polisi membiarkan 
bentrokan akan terjadi dengan menarik anggotanya dari lokasi. Bahkan kawan kami 
di redaksi bercerita bahwa saudaranya yang bekerja di pemda Pandeglang 
bertanya-tanya, mengapa bentrokan itu terjadi padahal seharusnya bisa dicegah 
karena sudah diketahui sejak awal.Tentang Massa Ahmadiyah. Mengapa massa 
Ahmadiyah yang baru datang dengan dua mobil itu menolak dievakuasi? Ada kesan 
bahwa mereka memang sengaja mempersiapkan diri untuk menjadi martir karena 
kedatangan mereka jelas bakal memprovokasi massa yang sudah terpancing emosinya 
sejak dua hari sebelumnya. Lalu apa tujuan mereka? Apalagi massa Ahmadiyah itu 
sempat mengatakan bahwa mereka ingin bertahan sampai titik darah penghabisan. 
Mengapa? Apakah mereka memang berharap agar kasus ini meledak dan kemudian 
menjadi perhatian masyarakat di dalam dan
 luar negeri? Ataukah mereka dikorbankan untuk scenario berdarah ini?Penggerak 
Massa: Dari gambar-gambar video yang muncul di Youtube maupun yang kami 
dapatkan sendiri di lapangan, tampak jelas bahwa pada awalnya massa tampak 
digerakkan oleh belasan orang berjaket hitam, sebagian berkaos t-shirt dan 
kemeja dan bersenjata golok. Yang menarik, mereka ini membawa tanda pengenal 
berupa pita biru di kerah, atau di dada atau di lengan atas.Nah, tidak seperti 
massa cair yang cenderung bergerak setelah berkumpul banyak orang, belasan 
orang ini berjalan dengan langkah pasti, dengan jarak sekitar beberapa ratus 
meter, menuju rumah warga Ahmadiyah itu (rumah Suparman). Begitu sampai di 
depan pekarangan rumah Suparman mereka langsung menghajar warga Ahmadiyah yang 
berjaga di pekarangan dengan serangan memakai golok, bambu, batu dan lain-lain. 
Dari gerakan-geriknya, mereka tampak sudah sangat terlatih memainkan golok, 
mampu berkelit dengan tangkas dan berkelahi.
 Anehnya, ketika massa mulai nimbrung, pentolan-pentolan penggerak massa ini 
sudah tidak tampak lagi... Lalu ke mana mereka pergi. Adanya beberapa kamera 
video yang sudah standby dari awal.Bagi orang televisi seperti kami, adanya 
gambar-gambar video yang menggambarkan peristiwa penyerbuan itu sejak awal 
hingga akhir sangat menarik. Sebab, dari cara mengambil gambarnya saja, sang 
cameraman terlihat cukup berpengalaman, dengan kamera yang cukup baik, dan yang 
lebih penting lagi kamera yang ada di lokasi itu tampaknya ada beberapa, 
minimal dua atau tiga buah, dengan posisi yang sangat bagus dan bisa bercerita 
banyak tentang peristiwa itu.Mari kita lihat kamera pertama. Kamera pertama ini 
mengambil gambar long shoot ketika belasan orang berjalan dengan bergegas, 
dipimpin seorang lelaki berjaket hitam dan berkopiah hitam. Kamera ke dua mulai 
merekam ketika belasan orang itu semakin mendekati lokasi, berteriak-teriak, 
mulai dari long shoot kemudian medium
 shoot hingga si pemimpin masa sempat diambil gambarnya dalam jarak dekat 
secara closeup meski hanya sekilas. Lalu kamera bergerak pan ke kanan dan 
mengambil gambar ketika seorang polisi mencoba menahan massa tapi kemudian 
membiarkan mereka. Mengapa polisi tidak terus menahan mereka, mengeluarkan 
tembakan peringatan dan sebagainya? Apakah karena polisi itu melihat pita-pita 
biru yang dipakai belasan orang itu? Ataukah mereka saling kenal?Selanjutnya 
ketika bentrokan awal mulai terjadi, tampak jelas betapa kamera yang mengambil 
gambar itu berada di belakang penyerbu. Yang menarik cameraman yang mengambil 
suasana bentrokan itu terkesan tidak takut dan seolah sudah saling mengenal 
dengan penyerbu, sehingga mereka bisa mengambil gambar dengan tenang. Hal itu 
pula yang terjadi ketika warga Ahmadiyah yang sudah ditelanjangi kemudian 
dipukuli dan dianiaya dengan sadis. Kamera tetap mengambil gambar tanpa takut, 
tidak dilarang untuk mengabadikan penganiayaan
 itu, dan bahkan mengambil gambar orang-orang yang mengambil gambar kekejaman 
itu dengan handphonenya.Soal gambar-gambar video diupload di Youtube.Di 
Cikeusik kontributor kami memang terlambat sampai ke lokasi. Baru sore dia 
sampai lokasi. Tapi contributor kami ini datang bersama para wartawan dan 
kontributor dari media lainnya. Maka yang pertama kali dikirim dari lokasi 
peristiwa adalah gambar-gambar pasca kejadian. Mengirim gambar via streaming 
dari lokasi juga tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka baru pada malam hari 
gambar pasca peristiwa terkirim dari warnet di kota kecamatan.Nah, di saat 
kontributor televisi kerepotan ke lokasi dan kemudian mengirim gambar yang 
mereka dapat sendiri di kota kecamatan, ternyata gambar-gambar peristiwa 
bentrokan terjadi yang begitu jelas dan gamblang itu sudah diupload ke youtube 
pada Senin pagi 7 Februari 2011, dengan beberapa nama uploader. Ada yang dengan 
nama andreasharsono, amatkuat dan sebagainya.  Lalu
 mengapa gambar-gambar itu bisa begitu cepat terkirim di Youtube, sementara 
kontri kami dapat gambar-gambar itu besoknya. Dari mana mereka mendapat 
gambar-gambar itu?Ada tiga seri “video amatir” yang kami dapat dari lapangan. 
Pertama kami dapat dengan merekam langsung gambar itu dari kamera handphone 
seorang… petugas Kodim… Gambar itu identik dengan salah satu gambar video 
kekerasan di Cikeusik lewat Youtube yang menggambarkan suasana saling lempar 
dan bacok antara warga Ahmadiyah melawan penyerang.Gambar kedua adalah gambar 
terpanjang, sekitar 10 menit. Gambar ini kami dapat ketika reporter kami sedang 
berada di sebuah warnet di kota kecamatan Cikeusik. Saat itu ada seorang polisi 
di sana. Karena koordinator liputan daerah meminta gambar video amatir yang 
lain –selain yang pertama--, maka reporter itu langsung berinisiatif meminta 
kepada si polisi, “Punya video amatir soal penyerbuan kemarin nggak, Pak?” 
Polisi itu menjawab, “Ada tuh di
 computer yang kamu pakai, tadi barusan ditransfer…” (???) Yang menarik, gambar 
ini sama dengan gambar video yang isinya pembakaran dan penganiayaan sadis 
warga Ahmadiyah yang diupload di Youtube.Video ketiga didapat reporter kami 
dari seorang warga yang mengambil gambar dengan handphonenya ketika suasana 
mulai agak reda sampai penganiayaan. Kualitas ketiga video ini berbeda-beda. 
Yang pertama karena diambil dengan kamera handphone langsung sangat berbeda 
dengan video gambar cenderung flat dan tidak begitu kelihatan detailnya. Gambar 
ke dua lebih detail dan gambar pun stabil. Sedangkan gambar ketiga karena dari 
kamera handphone sederhana kualitas gambar lebih buruk.Namun gambar yang detail 
kami dapat kemudian, sebagaimana gambar video yang diupload di Youtube, 
tergambar secara detail suasana kedatangan para penggerak massa, sampai masuk 
ke pekarangan dan bentrokan awal, kualitas gambarnya jauh lebih bagus. Gambar 
video ini juga lebih bercerita,
 dengan berbagai sudut pengambilan gambar yang bagus, cara mengambil gambar pun 
tampak lebih professional. Lalu siapa yang mengambil gambar ini? Mengapa 
pengambilan gambarnya begitu professional? Mengapa mereka kelihatan tidak 
berkonflik dengan penyerang? Lalu apa motif mereka?Hingga kini kami masih belum 
menyimpulkan dalang kasus ini secara pasti. Tapi paling tidak, kami jadi 
bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang sedang bermain-main 
dengan nyawa manusia?http://www.facebook.com/note.php?note_id=497696503542

-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


 
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling? 
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke