info bagus.saya juga baca di Majalah Tarbawi, di salah satu rubrik ttgn 
mukjizat ilmiah Al-Quran, kalau tidak salah, bahwa rutin membaca dan 
mendengarkan Al-Quran, juga menghafalkannya, memperkuat daya ingat dan menjaga 
kesehatan sel-sel otak.
Wassalam,


Nugon
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/02/25/166128-yuk-belajar-bahasa-asing-jadi-cerdas-plus-cegah-pikun
Republika OnLine » Gaya Hidup » Info SehatYuk Belajar Bahasa Asing, Jadi Cerdas 
Plus Cegah PikunJumat, 25 Februari 2011, 10:25 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--Membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing 
tidak hanya memberikan tambahan wawasan tapi juga memberikan manfaat 
meningkatkan kemampuan mengingat si kecil. Kemampuan itu akan terus bertahan 
hingga tumbuh dewasa hingga kelak memasuki usia pensiun. Studi terbaru 
mengungkap seseorang yang menguasai tiga atau empat bahasa memiliki resiko 
kecil mengalami gangguan daya ingat ketimbang mereka yang hanya menguasai satu 
bahasa saja. 

Sejauh ini sebagian besar individu cenderung menganggap belajar bahasa asing 
hanya menambah wawasan kemampuan berbahasa. Mereka tidak menyadari bahwa ada 
manfaat lain ketika seseorang mempelajari bahasa asing. 

"Orang-orang yang mempraktekkan banyak bahasa mungkin mengembangkan proses 
kognitif berbeda yang membantu mereka lebih tahan terhadap penuaan otak dan 
penurunan kognisi ketika mulai tua," papar Magali Perquin, Peneliti dari 
Lembaga Riset Kesehatan di Luxembourg seperti dikutip dari Healthday, Kamis 
(24/2).

Sebelumnya, Perquin dan koleganya melibatkan ratusan pria dan wanita dalam 
studi yang diberi nama Memovie. Studi tersebut bertujuan mengetahui kemampuan 
daya ingat pada orang tua. 

Rata-rata dari sukarelawan berusia 73 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan 
formal 12 tahun. Mereka juga menguasai sejumlah bahasa asing. Oleh peneliti, 
mereka diminta berbicara guna mengetahui sejauh mana daya ingat sukarelawan. 

Dari hasil analisa, peneliti mencatat sukarelawan yang mnenguasai lebih dari 
satu bahasa asing memiliki kemampuan berbicara dan daya ingat yang sangat baik. 
Sebaliknya, 44 dari 230 sukarelawan yang hanya menguasai satu bahasa asing 
mengalami gangguan daya ingat. 

Peneliti menjelaskan sukarelawan yang menguasai tiga atau empat bahasa 
terlindung dari resiko penurunan daya ingat. Kondisi itu, menurut peneliti 
sangat mungkin disebabkan kebiasaan untuk selalu mengasah daya ingat melalui 
pemindahan arti kosa kata dari bahasa satu ke bahasa lainnya. 

"Hasil riset Kami menunjukkan multilingualisme melindungi dari gangguan 
kognitif. Tapi kami belum bisa memastikan apakah kemampuan berbahasa asing 
dapat menunda atau menurunkan resiko terjadinya alzeimer," kata Perquin.

Dia juga belum bisa memastikan apakah terdapat perbedaan antara sukarelawan 
bila mengacu pada konteks masa lalu.  "Kami perlu penelitian lebih mendalam 
guna mengetahui kapasitas otak," kata Perquin.

Dr Richard Lipton, ahli saraf, Albert Einstein College of Medicine, New York 
menjelaskan memiliki kemampuan berbahasa asing merangsang otak untuk terus 
mengingat. Manfaat itu serupa ketika seseorang gemar mengisi teka-teki silang 
atau bermain catur.  "Saya lebih cenderung  percaya bahwa segala bentuk 
aktivitas yang melibatkan kognisiakan membantu anda melindungi diri terhadap 
demensia," katanya


Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Agung Sasongko


      

Kirim email ke