sudah marak orang nenggak miras oplosan.sudah haram, berdosa...maut pula 
hasilnya.
Bekasi Warning Miras Oplosan nih.
Wassalam,



Nugon

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2011/05/05/ArticleHtmls/05_05_2011_006_027.shtml?Mode=0
Tenggak Minuman Keras Tujuh Nyawa MelayangGOLDA EKSA Article Rank   0digg

Tragedi ginseng oplosan seharga Rp12 ribu menewaskan tujuh orang serta 
mengakibatkan kebutaan.LANTARAN menenggak minuman keras (miras) di Warung Babeh 
di Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, berupa ginseng oplosan, tujuh nyawa 
melayang dan dua orang sempat sekarat.
Polisi pun kini memburu sang penjual minuman yang menghilang sejak mendengar 
pelanggannya tewas.Para korban tewas satu persatu di waktu dan tempat terpisah. 
Namun, tidak satu pun dari keluarga yang melaporkannya ke pihak yang berwajib. 
Akibatnya, polisi mendatangi satu persatu pihak keluarga maupun pihak rukun 
warga setempat untuk mencari tahu kematian mereka.Dari data yang dihimpun Media 
Indonesia, dari tujuh korban itu, empat di antaranya menenggak miras secara 
bersama-sama di acara pesta pernikahan. Sementara itu, lima orang lainnya 
meminum ginseng oplosan di warung itu.Salah satu korban, Budiyanto, 19, warga 
Kampung Kranggan Wetan RT 002/08, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, 
Kota Bekasi, merupakan korban terakhir tewas. Kemarin (4/5), pria lajang itu 
dikebumikan di permakaman Kampung Kranggan Wetan. Sebelumnya empat warga 
Kecamatan Jatisampurna mengalami hal yang sama. Mereka adalah Yassin alias 
Acim, 30, Mardiana alias Bodong, 32, Asdi
 alias Dilong, dan Ahmad Bajuri, 41, yang lebih dulu mengembuskan napas 
terakhir karena ginseng oplosan. Warga setempat mengaku, Budiyanto, Yasin, 
Mardiana, dan Asdi merayakan resepsi pernikahan kakak Budiyanto yang digelar di 
perkampungan itu, Sabtu (30/4). Perayaan disepakati dengan penyajian miras 
oplosan."Mereka membeli miras dan minum saat acara pernikahan hingga malam 
hari. Kalau tiga korban tewas lainnya saya tidak tahu, tapi yang pasti banyak 
juga pelanggan yang membeli miras dan kemudian dibawa pulang," jelas Sarkum, 
warga sekitar.Dua korban tewas lainnya me rupakan warga Kecamat an Jati Asih 
yang tinggal di Gang Bagol, Kampung Cakung Payangan RT 001/05, Kelurahan 
Jatisari. Mereka adalah dua bersaudara, yaitu Boeng bin Sinan dan Amit alias 
Kojek. "Polisi masih menyidik apakah para korban tewas karena minum minuman 
keras atau karena hal lain," ujar Kapolsek Pondok Gede Komisaris 
Burhanuddin.Menurutnya, Sujianto alias Babeh yang merupakan pemilik
 warung minuman oplosan sudah menghilang. "Dugaan sementara korban tewas karena 
miras. Istri pemilik warung (Icem) telah diperiksa polisi," tambahnya.Saat 
ditemui di rumahnya di RT 002/08, Kampung Kranggan Wetan, Surahmat, 40, salah 
satu korban selamat yang sempat koma, mengakui efek miras sangat keras.Meski 
tidak tewas, pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan itu kini 
tidak bisa melihat lagi. "Dua hari setelah minum miras, penglihatan 
samar-samar. Sekarang sama sekali tidak melihat," lirihnya.Surahmat memiliki 
kebiasaan meminum alkohol. Hanya dengan membayar Rp12 ribu, ginseng oplosan 
sebanyak 600 mililiter bisa membuat diri serasa melayang."Saya sudah biasa 
minum minuman oplosan dari warung itu. Tapi kenapa sekarang ada musibah seperti 
ini," tanya warga RT 002/08 Kampung Kranggan Wetan itu. Selain Surahmat, Basar, 
warga RT 002/13 masih jalani perawatan di RS Marry Cileungsi, Kabupaten Bogor. 
(J-4) [email protected]
[email protected] 

Powered by pressmart Media Ltd

Kirim email ke