http://filsafat.kompasiana.com/2011/05/31/satu-kebohongan-akan-diikuti-kebohongan-kebohongan-lain/
Satu Kebohongan akan Diikuti Kebohongan-Kebohongan LainOPINI | 31 May 2011 | 08:18ilPernah berbohong kemudian menyesal? Jika pernah, apa yang lantas anda lakukan? Biar saya tebak, mungkin anda akan melakukan salah satu alternatif berikut iniMengakui bahwa anda berbohong, melakukan klarifikasi dan meminta maafDiam saja. Dalam hati sudah sadar kalau bohong itu dosa dan berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi. Tak perlu minta maaf, yang penting dah janji pada diri sendiri untuk tidak bohong lagiMalu lah kalau ketahuan bohong. Maka terciptalah kebohongan-kebohongan lain untuk menutupi kebohongan pertama itu. Jadinya bohong berantai. Orang lain mungkin tak tahu kalau anda bohong, tapi dapatkah anda hidup tenang berada dalam kubangan kebohongan?***Sebuah kebohongan, pasti akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain. Contohnya percakapan antara A dan B di suatu pagiA : “Sarapan yuk”B : Aku udah sarapan di rumah tadi” (padahal B belum sarapan, hanya karena sudah akhir bulan dan dana di dompet hanya cukup untuk ongkos pulang nanti, maka B menolak)A : “Sarapan apa tadi?”B : “Nasi goreng” (bohong lagi kan)A : “Siapa yang masak?”B : “Beli di warung sebelah rumah” (bohong ketiga, padahal sebelah rumah klo pagi jualannya nasi uduk)A : “Ada ya yang jualan nasi goreng pagi-pagi, ditempatku kok nggak ada”B : “Ada dong, kamunya aja yang belum nemu” (Emang ada, tapi bukan disebelah rumahku, aku juga belum ketemu warung jualan nasi goreng pagi-pagi. Bohong keempat kan?)A : ” Besok aku nitip beliin yah”B : “Oh boleh” (Ciaaaa………. mau beli kemana non? Bohong kelima)A : “Ya udah aku sarapan dulu. Tadinya mau aku traktir, tapi ternyata kamu sudah sarapan. Terpaksa sarapan sendiri deh”B : “Oh………” (Tau gini aku tadi nggak bohong. Rugi! Rugi! Rejeki nggak jadi datang gara-gara bohong)***Mari awali hari dengan kejujuran.Tak perlu bohong lah, capek bohong tuh.
