Order jalan terus tapi kok bisa kolaps ya?! apa karena salah urus?!


________________________________
Dari: Morry Infra <[email protected]>
Kepada: Serba_KL Serba_KL <[email protected]>; "im-KSA (Indonesian 
Moslems @ KSA)" <[email protected]>; ex-cii <[email protected]>; 
ARII Drlg Milist <[email protected]>; iatmi-saudi 
<[email protected]>; Ahlan-KSA <[email protected]>; Ahlan 
Riyadh <[email protected]>
Dikirim: Senin, 27 Juni 2011 13:30
Judul: [sma1bks] Fwd: PTDI Berhenti Beroperasi Pada Tahun 2012?


  
---------- Forwarded message ----------
From: Fakih, Ridwan <>
Date: 2011/6/27
Subject: PTDI Berhenti Beroperasi Pada Tahun 2012



Tantangan buat dunia engineering………INI menyedihkan kalau terjadi…
Bagaimana PII (Persatuan Insinyur Indonesia)…..??????
 
Sayang sekali jika industri strategis nasional harus ditutup, padahal 
didalamnya banyak terdapat SDM NKRI yang handal yang bisa membuat alutsista 
yang hebat. Negara yang besar harus mampu membuat alutsistanya secara mandiri.


http://alutsista.blogspot.com/2011/06/ptdi-berhenti-beroperasi-pada-tahun.html
 
Saturday, June 25, 2011

PTDI Berhenti Beroperasi Pada Tahun 2012

BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI), produsen pesawat terbang dan 
komponen pesawat, dipastikan berhenti beroperasi pada 2012 akibat kebangkrutan 
jika tidak segera dibantu pemerintah. Perusahaan menghadapi masalah likuiditas, 
ditambah rendahnya kepercayaan dari dalam negeri.

Hal tersebut diutarakan Dirut PT DI Budi Santoso saat menerima kunjungan kerja 
Komisi VI dan XI DPR di kantornya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/6). Saat 
ini PT DI dianggap tidak bankable karena hutang yang harus dilunasi perusahaan. 
"Sejak 2008, kondisi PTDI sudah limbung. Perusahaan ini bisa kolaps tahun depan 
apabila tidak dibantu," katanya.

Meski masih mendapatkan pesanan komponen ataupun pesawat, menurut Budi, 
pihaknya kekurangan modal untuk mengerjakannya sehingga harus meminta talangan 
kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 675 miliar. Pada saat yang 
sama PT DI juga meminta bantuan dari pemerintah, seperti konversi utang sebesar 
Rp. 1,4 triliun menjadi modal, agar likuiditas perusahaan pulih lagi.

Pada penyusunan APBN 2012 PT DI juga mengajukan permohonan penanaman modal 
negara mencapai Rp 2,06 triliun. Uang itu dipergunakan untuk pengembalian dana 
talangan kepada PT PPA sebanyak Rp 675 miliar, modal kerja Rp 391 miliar, 
investasi berupa pembelian alat produksi Rp 707 miliar, serta regenerasi dan 
dekomposisi sumberdaya manusia Rp 282 miliar.

Beberapa pesanan yang masih dikerjakan PT DI adalah dua pesawat tipe CN-235 
dari empat unit yang diminta Korea Selatan untuk pasukan penjaga pantai. Belum 
termasuk pesanan komponen helikopter dari Eurocopter. Pihaknya juga sedang 
mengembangkan purwarupa pesawat berkapasitas 19 orang seri N-219 dengan 
spesifikasi menyerupai Twin Otter untuk daerah yang belum punya landasan 
panjang.

Selain soal modal, PT DI juga menghadapi masalah tenaga kerja yang pelik. Budi 
mengungkapkan, tidak banyak insinyur kedirgantaraan yang memilih bekerja di 
PTDI. Mereka lebih memilih ke luar negeri karena tunjangan yang lebih besar.

"Kami hanya bisa mengajak para insinyur itu bergabung ke PT DI dengan alasan 
membela merah putih," ujar Budi. Karyawan PT DI saat ini 3.720 orang.

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menuturkan, PT DI adalah industri dalam 
negeri yang wajib dibantu, selain penting untuk keperluan alutsista militer 
Indonesia. Untuk itu ia bakal memperjuangkan bantuan bagi PT DI kepada Badan 
Anggaran DPR dalam pembahasan APBN 2012, Airlangga berharap semua pihak 
memiliki komitmen untuk membangkitkan kembali Industri dirgantara nusantara.

Sumber : KOMPAS
 
 

Kirim email ke