---------- Forwarded message ----------
From: <dewi nirwani>
Date: 2011/7/2
Subject:   Sebuah ketulusan


Copas dari milis tetangga.

Sepasang suami-isteri beruntung mendapatkan tiket untuk kembali ke rumah
orangtuanya di kampung.
Ketika naik bus, ternyata telah ada seorang wanita duduk di tempat duduk
mereka.

Inilah cerita si isteri:Suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun
tidak meminta wanita ini berdiri.
Ketika kuperhatikan, ternyata kaki wanita itu cacat, barulah aku tahu kenapa
suamiku memberikan tempat duduknya.
Suamiku terus berdiri dari Jia-yi sampai Taipei.

Dari awal, dia tidak ada memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya.
Setelah turun dari bus, aku berkata pada suamiku:"Memberikan tempat duduk
pada orang yg butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan 'kan boleh
memintanya berdiri agar gantian kamu yg duduk"
Suamiku menjawab: "Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, aku hanya
kurang nyaman selama 3 jam saja" (Masih adakah yg mempunyai hati nurani
demikian saat ini ?)
Mendengar perkataan ini, aku sangat terharu karena suamiku sedemikian baik,
namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikannya, itu membuat diriku
merasakan dunia ini penuh dengan kehangatan.

Pesan cerita :Kalau pola pikir dapat dirubah, dunia pasti akan berbeda.
Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja berubah, tergantung dari bagaimana
cara kita berpikir & merubahnya.
Tiap saat kita dihadapkan utk memilih antara memaksakan hak atau kewajiban,
namun saat kita melepaskan hak dan lbh memilih memberi, disitulah
kebahagiaan akan muncul.

"Kita tidak menjadi kaya karena memiliki banyak uang, namun kita akan
menjadi kaya secara bathin dengan memberi" Melakukan Hal Baik 'TANPA
DIKETAHUI ORANG LAIN' sangatlah MULIA..itulah sebuah KETULUSAN!

Kirim email ke