Terus.... terus....
Dari Papua, Solo... dan sekarang dari Belitung Selatan....
Mudah2an makin banyak anak bangsa yang baik2 begini ditonjolkan ketimbang
menonjolkan yang jelek2 terus...

Ayo jadi lebih baik, dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari
sekarang....!!!

Salam,
Morry Infra

---------- Forwarded message ----------
From: dudi mulyadi <>
Date: 2011/7/19
Subject:  Si Ahok dari Belitung Selatan ( Mantan bupati).

**


       Saya sempat  menyimak Kick Andy  Sabtu sore hari,16 Juli.
.
Terus terang saja saya terkesan dengan karakter kepemimpinan Budiman Cahaya
Purnama  aliasa Ahok . Dia adalah  mantan bupati Belitung Selatan  ( ?) dan
anggota DPR tk 2.  Dia menjabat bupati 2 tahun saja dari 5 tahun hak nya.
Dia  berhenti jadi bupati karena mencalonkan diri jadi Gubernur Riau
kepulauan. Tapi kalah. Sekarang anggota DPRD
Menurutnya dia terpilih jadi bupati oleh sekitar 33 % penduduk Belitung
Selatan  yang 93% penduduknya muslim. Padahal dia sendiri adalah seorang
nasrani yang juga kebetulan keturunan Tionghoa.
Saya salut epemimpinan  dan "kepancasilaisnya" dia. Bagi saya, karakter
kepemimpinannya  sangat islami, walaupun  dia bukan seorang muslim (
Dikatakan juga  oleh sebagian para  pemilihnya, yang dikatakan  dia
sendiri).

Awalnya dia seorang pengusaha penambangan mineral di Belitung, tapi
lahannya  diklaim  oleh pemerintah sebagai kawasan hutan lindung. Dengan
kejadian ini dia  merasa di dzolimi. Akhirnya dia terjun ke dunia politik ,
dengan tujuan untuk  bisa menegakkan keadilan. Menghadapi kenyataan   peta
politik ekonomi dan kenyataan sosial pemerintahan yang seperti   ini , dia
berprinsif. "Orang miskin janganlah melawan orang kaya, orang kayak jangan
melawan  pejabat. Tapi bila  ingin  menegakkan prinsif keadilan hidup , maka
rebutlah.
Itikadnya sangat positif. Itikad nya itu juga  dibarengi dengan  ucap dan
langkah  yang tidak saling  bertolak belakang. Ucap dan tindakannya
konsisten. Makanya tidak heran, walaupun datang dari kalangan minoritas (
etnis China yang hanya 5%, non muslim yang hanya 7%) , dia  bisa terpilih
jadi bupati Belitung selatan Pada dasarnya  Ahok ini datang dari keluarga
yang tingkat kepedulian sosialnya tinggi. Bapaknya tokoh yang  tingkat
kepeduliannya  sosialnya pun demikian tinggi.

Dia mengaku, untuk jadi bupati tidak mengeluarkan uang banyak,  Uang hanya
untuk cetak kartu nama, pamplet dan  sesekali beli bakpau dan kopi untuk
para tamunya  dan pendukungnya ketika datang ke rumahnya. Dia akui tidak
sanggup bikin kaos dan baligo. Kenapa kartu nama ?. Karena dengan kartu nama
dengan no telepon tertera disana, siapapun akan dia akan menerima setiap
masukkan dan keluhan  yag datangnya dari masyarakat.

Prinsif  yang saya tangkap.dari yang dia ucapkan dan dijalankan

1. Bukan bantuan sosial yang harus diberikan kepada rakyat  kita, tapi
KEADILAN SOSIAL  yang diperlukan , sesuai konstitusi dan Pancasila. Makanya
selama 2 tahun jadi bupati, dia berhasil  menjalakna program, untuk setiap
warganya  dapat asuransi kesehatan

2. Orang miskin jangan melawan orang kaya. Orang kaya jangan melawan pejabat
yang tidak adil . Tapi rebutlah kedudukan itu agar bisa berbuat adil . Dia
usahakan dengan tekad dan tindakan nyata , sehingga dia terpilih jadi bupati
walau dia  datang dari kalangan minoritas.

3. Jadilah ikan salmon, jangan jadi ikan mati. Ikan mati biasanya terbawa
arus , tapi ikan salmon  adalah ikan hidup yang mahal.Yang selalu melawan
arus agar  tetap eksis. Makanya hanya dia yang menulis di blognya sendiri
ttg laporan  keuangannya. Berapa besar penerimaan penghasilannya. apakah
waktu jd bupati atau anggota DPR.
Banyak anggota DPR lainnya  merasa  dipersulit oleh  keterbuakaan dia,
seolah "dibuka  boroknya. Dia bilang, " Mereka sendiri yang mempersulit
diri. Salah sendiri . Setiap tindakan harus berdasarkan aturan.Salah satu
aturan yang harus dijalankan pertama kali adalah sumpah jabatan. Makanya dia
anti SPJ fiktif atau gratifikasi lainnya. Ketika diperingatkan oleh Andy
Nayoan untuk berhati hati kalau bicara. Dia bilang , tidak takut karena saya
ada bukti

4 Selama jadi bupati dan juga anggota DPRD, , setiap hari  diadakan open
house bagi  rakyat belitung Selatan, Rumahnya terbuka setiap hari mulai
pukul 4 subuh. Rata rata tiap pagi minimal  datang 40 an orang untuk beradu
info  dan menyerap aspirasi rakyat.Tidak heran kalau disetiap saat,
makanan/minuman selalu tersedia di ruangan pertemuan tsb.  Siapapun boleh
makan. Katanya  makanan / minuman tsb dibeli oleh gaji  yang  sumbernya dari
pajak yang dibayar rakyat. Jadi rakyat masih berhak atas  makanan minuman
itu. Tidak masalah.

5. Kenapa dia mencalonkan jadi Gubernur, karena   punya cita cita. Ingin  di
Riau,  setiap anak masuk sekolah  tidak bayar alias  gratis dari SD sampai
SMA, Semua rakyat  Riau yang berumur pensiun  mendapat  uang pensiun, biar
mereka punya harga diri. Tidak menerima uang yang sifatnya seperti BLT, atau
BOSS. Program ini ditawarkan kepada gubernur incumbent pada saat itu ( sbg
rival). Gubernur ini setuju. Jadi siapapun yang menang  program itu akan
jalan. Sayangnya gubernur yang menang, bukan dia atau gubernur incumbent
yang mendukungnya. Gubernur yang sekarang  menolak program ini..

6. Mengenai perekonomian rakyat, dia percaya rakyat bisa survive. Biarkan
rakyat menentukan usahanya sendiri ( semangat entrepreneurshipnya  kuat).
Yang penting Pemerintah  jangan  mempersulit rakyatnya. Mulai dari bikin
KTP, perijinan , pendidikan, harus gratis, pelayanan kesehatan harus gatis.
Dia memberi contoh  dengan duit 1 Milyar tidak akan cukup bila dibagikan
secara sosial ( dia tidak setuju BLT). Tapi dengan  duit 1 milyar mungkin
bisa dilakukan  pemerintah untuk  berbuat  keadilan secara sosial.. Kayaknya
untuk hal ini  dia bisa menyerap ide nya Gusdur yang pada masa
pemerintahannnya membubarkan Departemen Sosial . Gusdur juga bilang,
serahkan perekonomian rakyat kepada rakyat, pemerintah  hanya  berbuat untuk
mempermudah pelaksanaannya kiprah rakyat kita  itu..
Dia masih muda.  Dia  optimis  tidak merasa  sendiri, tapi untuk saat ini
dia yakin belum ketemu dengan orang orang yang  punya prinsif serupa.
Saya mengharap kepemimpinan seperti . Ahok dan  Djokowi ini semakin  banyak
bermunculan dari kalangan generasi muda. Kita membutuhkan  kepemimpinan
yang  antara kata dan perbuatan  tidak berbenturan. Kalau pemimpinnya sudah
terlihat begitu, ketegasan dan keberanian  akan  terlihat dengan sendirinya
muncul ke permukaan.

 Belum tentu orang yang sepertinya terlihat  berani dan tegas  adalah
pemimpin yang baik, apabila  belum terbukti antara  sikap , ucap dan
perbuatan  tidak saling  berbenturan , alias munafik. Bisa saja jadi tirani.
Apatah  guna pemimpin yang  keliahatannya  gagah berani tapi masih sering
menerima gratifikasi, sebagi rejeki resmi ( apalagi meminta jatah atau
komisi, karena kewenangnya berbuat), suka  memanipulasi dan suka korupsi.
Apalagi, kita tidak akan  ada harapan samasekali  dari pemimpin yang lembek,
yang membiarkan KKN berjalan terus, karena alasan mundur dhuwur mendhem
jero, tepo seliro, walaupun  dia sendiri kelihatanya seperti bersih  ,
padahal hanya menjaga citranya agar terlihat bersih.



Salam Semangat walau kadang merasa pesimis

Dudi





Kirim email ke