Cerita yg menggelitik namun menggedor benak kita agar sadar diri ttg kehidupan kita. diambil dari nukilan ceramah Habib Munzir, da'i dan murobbi yg mengisi acara Indonesai Damai di TV One.
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.multiply.com/journal http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=354&Itemid=1 Sebagian dari kita justru memaksakan diri dalam hal – hal yang bersifat fana, namun tidak memaksakan diri dalam hal – hal yang bersifat abadi. Diriwayatkan didalam satu riwayat yang tsiqah (riwayat yang kuat dasarnya) ketika seseorang diberi ada sayembara dimana orang yang punya tanah yang sangat luas, ia berkata “aku berikan tanah ini pada siapa saja yang ia pergi mulai terbitnya fajar (subuh) dan ia sudah kembali sebelum terbenam matahari”, sejarak yang ia tempuh ujungnya, tanah itu miliknya. Silahkan ambil! Maka orang pun berduyun – duyun, salah satu diantaranya dengan sigapnya ia mulai berangkat dari mulai terbitnya fajr ia berlari dengan sekencang – kencangnya, belum sampai beberapa 1 jam baru mencapai waktu isyraq ia sudah terengah – engah namun ia paksakan dirinya terus, karena apa? ini makin terik banyak tanahnya yang harus ia capai ia dapatkan maka ia terus memaksa dirinya akhirnya keberatan dengan bawaannya, makanan dan minuman pun ia tinggalkan, ia teruskan lagi dan tidak kembali lagi ditaruh makanan dan minuman ini maka ia tinggalkan. Sampai waktu dhuha ia sudah kelelahan, sampai waktu dhuhur ia sudah berjalan perlahan – lahan namun ia masih terus memaksakan dan ia harus kembali mencapai jalan yang ia sudah lewati dengan berlari, berjalan cepat sampai berjalan sampai sudah tengah hari ia mencapai jalan pulang dan belum sampai tempatnya ia sudah terjatuh dan ia merangkak memaksakan dirinya untuk mencapai waktu terbenamnya matahari di tempat ia mulai, namun belum sampai ke tempatnya ia sudah wafat kelelahannya maka yang ia dapatkan hanya tanah 1 x 2 meter untuk makamnya. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, hal seperti ini teriwayatkan dan jangan sampai kita terjebak di dalamnya.
