ada yg salah dgn tradisi masyarakat kita merayakan kegembiraan...
petasan yg dibuat, bukan cuma membuat heboh dan semarak suasana...tapi sudah 
sanggup menjadi pengganti bom.

-=-=-=-


 
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2011/11/01/PagePrint/01_11_2011_012.pdfPetasan
 Meledak 4 Orang 
TewasLedakan yang terdengar hingga radius 1 km itu 
juga mengakibatkan tiga rumah hancur dan sejumlah 
bangunan di sekitar lokasi 
rusak. 
AKHMAD SAFUAN
 
LEDAKAN petasan 
menimbulkan korban jiwa dan harta. Peristiwa itu diduga berasal dari rumah Nur 
Rochim yang terletak di RT 04/RW 02, Dukuh Penjor, Desa Bulusari, Kecamatan 
Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Minggu (30/10) malam.

Akibat ledakan itu, empat orang tewas, yakni 
Romadhon, Masyuri, Nunu Pradewo alias Kamandhanu, dan Irafatul Ibad. Tiga 
jenazah langsung ditemukan dan dievakuasi setelah kejadian, sedangkan jasad 
Irafatul Ibad baru ditemukan kemarin. 

Dari keempat korban tewas tersebut hanya jenazah 
Romadhon yang teridentifi kasi, sedangkan tiga korban lainnya sulit dikenali. 
Peristiwa itu juga mengakibatkan tiga korban luka, 
antara lain Kasnawi dan Somah.


Ledakan yang terdengar hingga radius 1 km itu juga 
mengakibatkan tiga rumah hancur dan sejumlah bangunan di sekitar lokasi rusak. 
Rumah yang hancur ialah milik Kasnawi, Somah, dan Nur Rochim, sedangkan 
kerusakan bangunan lain berupa kaca-kaca jendela pecah, dinding retak atau 
genting rusak. Selain itu, satu unit mobil Avanza bernomor polisi H 8796 EF 
milik Suyud Murtado rusak akibat tertimpa plafon.

Kepala Desa Bulusari Mashudi mengatakan kejadian 
berlangsung ketika warga Bulusari berencana membuat petasan berukuran besar 
untuk merayakan Idul Adha dengan biaya secara swadaya.

"Petasan yang masih dalam tahap pembuatan tersebut 
berdiameter 50 sentimeter dengan tinggi 80 cm, dan bahan pembuat petasan 
seberat 
25 kilogram," jelasnya.
Dugaan sementara ketika sedang melakukan pengisian, 
demikian Mashudi, bahan peledak seberat 25 kg tersebut terkena percikan api, 
hingga langsung meledak. Empat korban yang ada di lokasi langsung tewas, 
sedangkan yang berada agak jauh terluka tertimba bangunan.

Hingga sore kemarin, puluhan petugas gabungan 
TNI-Polri dengan dibantu warga setempat masih melakukan pencarian kemungkinan 
ada korban lain. Mereka juga memunguti serpihan tubuh korban ledakan di 
reruntuhan rumah.

Serpihan tubuh korban yang dikumpulkan tersebut 
selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diidentifi kasi 
guna penyelidikan lebih lanjut.
"Melihat kondisi reruntuhan, kita akan terus 
melakukan evakuasi dan sekaligus mencari kemungkinan ada korban lainnya," kata 
Wakil Kepala Polres Demak Komisaris Bambang Purwadi.

Selain memunguti serpihan tubuh korban, petugas dan 
warga juga mengumpulkan barang-barang berharga yang ditemukan di reruntuhan 
rumah.
Bambang Purwadi menyatakan, hingga kemarin sore belum 
dilakukan pemeriksaan dan penetapan tersangka karena polisi masih melakukan 
penyelidikan.

Bom ikan 
Dari Palu dilaporkan, Tim Detasemen Khusus (Densus) 
88 Anti Teror Polda Sulteng, kemarin siang menjemput AWR, tersangka pemilik 
bahan peledak yang meledak dan menghancurkan gudang miliknya di Kelurahan 
Dondo, 
Kecamatan Ampana Kota, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/10).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda 
Sulteng, AKB Sumarno yang dihubungi, mengatakan polda sengaja mengambil alih 
penyidikan kasus tersebut karena tersangka AWR mengaku menyimpan bahan peledak 
itu untuk membuat bom ikan.

‘’Tersangkanya sudah dalam perjalanan menuju Palu 
dari Tojo Unauna. Kami akan melakukan pendalaman, kemungkinan lain peruntukan 
bahan berbahaya itu,’’ kataSumarno. (HF/N-1) 

achmad_sapuan
@mediaindonesia.com
Disclaimer :
This email and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email in error please notify the system manager. Please 
note that any views or opinions presented in this email are solely those of the 
author and do not necessarily represent those of the company. Finally, the 
recipient should check this email and any attachments for the presence of 
viruses. The company accepts no liability for any damage caused by any virus 
transmitted by this email.

Kirim email ke