http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/01/13/PagePrint/13_01_2012_001.pdf Anak-Anak di Yunani pun Ditelantarkan
DAMPAK krisis ekonomi Eropa yang menghantam Yunani benar-benar dahsyat. Sampai-sampai, bocah-bocah di ‘Negeri para Dewa’ itu ‘dibuang’ oleh orangtua mereka. Fenomena tersebut sungguh mengenaskan sekaligus mengejutkan. Sebab, Yunani tadinya merupakan negara makmur, bahkan pernah berada di posisi 25 negara dengan pendapatan per kapita tertinggi versi IMF pada 2009. Kini, setelah krisis mendera, Yunani tak ubahnya negara miskin. Penelantaran anak pun mulai menggejala. "Selama setahun terakhir kami menerima ratusan orangtua yang ingin me ning galkan anak mereka di sini," ungkap Antonios Pa panikolaou, pen deta yang membangun rumah asuh bagi anak telantar di Athena, kemarin. Salah satu anak yang di rawat Antonios ialah Na tasha. Bocah dua tahun itu ditinggal begitu saja oleh ibunya di rumah asuh milik Antonios. Di salah satu sudut Kota Athena, seorang guru TK juga harus menjadi ‘ibu ba ru’ bagi Anna, muridnya yang berusia empat t ahun. Anna ditinggalkan ibunya dengan bekal sepucuk surat bertuliskan ‘Saya tidak akan datang lagi untuk menjemput Anna hari ini karena saya tidak mampu merawatnya. Tolong jaga dia baik-baik. Maaf’. Lembaga kemanusiaan SOS Children’s Villages pun kebanjiran orangtua di Yunani yang ingin menitipkan anak mereka karena tak mampu lagi memberikan makan. Salah satunya Maria yang terpaksa me nitipkan anak semata wayangnya, Anastasia. "Setiap malam saya menangis sendirian, tapi apa yang bisa saya lakukan? Ha ti saya sakit, tapi saya tak punya pilihan lain," ka ta Maria, pelayan kafe dengan bayaran 20 euro (sekitar Rp230 ribu) per ha ri. Krisis Yunani memuncak Agustus lalu aki bat utang menumpuk yang sebagian besar melibatkan investor swasta dan harus dibayar pada Maret 2012. Tidak hanya Yunani, perekonomian sejumlah negara Eropa seperti Inggris dan Italia juga bermasalah, tetapi mereka masih bisa bertahan. (BBC/DK/X-16)
