---------- Forwarded message ----------
From: Fakih, Ridwan <>
Date: 2012/3/21
Subject: Nasehat Ayah


 Selamat pagi semuanya, selamat bekerja hari ini:****

Sebagai pengantar minum teh/kopi  dari milis sebelah……****

** **

*Nasehat Ayah pada Anak*****

 ****

Hari telah larut malam ketika Ahmad pulang kerumahnya, tapi  ia tidak
sendirian , ia bersama seekor kuda yang ditemukannya dijalan.   ****

Sesampainya dirumah, ia  minta izin ayahnya agar dapat merawat dan memiliki
kuda itu.  Ayahnya membolehkan Ahmad merawat kuda itu hanya untuk satu
malam saja, karena menurut sang ayah sipemilik kuda pasti khawatir dan akan
mencari kudanya yang hilang.  Saking sayangnya, Ahmad terjaga semalaman
disamping kuda itu, sesaat  ia tertidur mataharipun mulai terbit dan
ringkikan kuda membangunkan Ahmad dari tidurnya.****

 ****

Melihat Ahmad sudah bangun , ayahnya datang menemui nya  dan berkata*;  ****
*

*“ Ahmad, kau harus segera mengembalikan kuda itu kepemilik nya ”*****

Ahmad menyela;  ****

*“ Tapi ayah, aku tidak tahu dimana pemilik kuda ini tinggal.  Aku tidak
tahu kemana kuda ini harus aku kembalikan ”*****

Sambil tersenyum  dan menatap anaknya sebentar, sang ayah berkata;  ****

*“ Ahmad, bawalah kuda itu keluar dan biarkanlah dia  menuntun mu dan
berjalanlah disisinya ”*****

 ****

Sebetulnya Ahmad tidak yakin dengan apa yang dikatakan ayahnya, tetapi ia
tetap mengikuti dan ia berjalan disisi hewan tersebut sambil  membiarkan
kemana kuda itu melangkah.  Awalnya Ahmad keheranan melihat kuda itu
berbelok kerkiri lalu kekanan, lalu kekiri lagi.  Dengan mantap Ahmad
mengikutinya.****

Tak lama kemudian Ahmad dan kuda tersebut sampai disebuah desa,  demi
melihat kuda tersebut penduduk desa berhamburan menyongsong Ahmad.   Mereka
sangat bersuka cita karena kuda yang hilang sudah kembali   dan sebagai
ungkapan terima kasihn mereka memberi Ahmad hadiah.****

 ****

Sesampai dirumah, ayahnya bertanya apakah Ahmad telah mengembalikan kuda
tersebut, anak itu mengangguk seraya berkata*; *****

* “ Aku  telah melaksanakan perintah ayah, ternyata kuda itu menemukan
sendiri jalannya pulang”*****

Lalu ia melanjutklan;  ****

*“ Ayah, ada lagi yang akan ku katakan pada ayah.  Kemaren ketika aku
menemukan kuda itu, aku sangatlah senang dan  bahkan berharap ayah
mengizinkan ku memeliharanya.  Tapi sekarang aku merasa lebih berbahagia
lagi karena dapat membantu orang desa itu menemukan kembali kudanya...   ***
**

*Tapi ayah, aku yakin engkau pasti mempunyai alasan lain kenapa aku disuruh
mengembalikan kuda itu..?”*****

 ****

Sambil tersenyum sang ayah  menjawab;  ****

*“ Ahmad, ketahuilah  selalu ada kebahagiaan ketika  kita menolong dan
memberi.   Ketika kau menolong orang desa sana menemukan kudanya, kau
merasa bahagia..   Itulah pelajaran pertama dariku untuk mu nak..    *****

*Pelajaran kedua adalah dengan berjalan beriringan disisi kuda, kuda itu
bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapun dari
mu..  Anakku, hikmahnya adalah, engkau  harus menerima orang lain apa
adanya, jangan pernah untuk mempengaruhi  dengan maksud  mengubahnya, lebih
baik ubahlah dirimu sendiri..  “ *****

 ****

Sang ayah melanjutkan;  ****

* “ Anakku sayang..*****

*Jika engkau ingin orang lain menerima mu, terimalah mereka apa adanya...***
**

*Jika kau ingin mereka menghormatimu, hormatilah mereka terlebih dahulu..***
**

*Jika kau mengharapkan senyum mereka, tersenyumlah kepada mereka.. *****

*Jika engkau menginginkan mereka mencintaimu, cintailah mereka terlebih
dahulu..*****

*Dan.. jika engkau ingin menerima, berusahalah memberti tanpa mengharapkan
imbalan, percayalah Tuhan akan memberikan balasan padamu  berpuluh kali
lipat banyaknya..”*****

 ****

Takjub mendengarkan nasehat ayahnya, Ahmad meneteskan airmata  sambil
mendekap sang  ayah,   terdengar Ahmad berkata lirih ; ****

*“ Ayah, engkau adalah idolaku , terimakasih ayah, semoga nasehatmu akan
menuntun ku  menjadi orang bijak.  Dan semoga engkau diberi kesehatan dan
umur panjang oleh Allah..”*****

 ****

(disadur dan diedit ulang dari “NLP & Unlimited Communication Power” -  Dr
Ibrahim Elfiki) – Hilman Syarkawi****

** **

Kirim email ke