http://www.tempo.co/read/news/2012/04/12/173396482/Sebagian-Sirene-Peringatan-Tsunami-Tak-Berbunyi 



KAMIS, 12 APRIL 2012 | 07:20 WIB

Sebagian Sirene Peringatan Tsunami Tak Berbunyi


TEMPO.CO, Banda Aceh—Sebagian sirene peringatan tsunami tak berbunyi meski 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan adanya potensi 
tsunami setelah gempa 8,5 pada skala Richter di Nanggroe Aceh Darussalam Rabu 
19 April 2012 kemarin petang.


Muhajir, warga Banda Aceh yang ikut dalam proses evakuasi, mengatakan tak ada 
suara sirene dari alat yang dipasang di sekitar pantai Banda Aceh itu. Padahal 
alat tersebut baru dioperasikan sejak 2009. "Sirene ini rusak," ujar Muhajir.


Suara tanda peringatan setelah gempa itu hanya berbunyi di kantor Gubernur 
Aceh. Sirene ini meraung-raung selama 15 menit. Warga yang mendengar bunyi 
sirene itu menyelamatkan diri dengan memacu kendaraan bermotor mereka.


Lindu berkekuatan 8,5 pada skala Richter menggoyang Nanggroe Aceh Darussalam 
pada pukul 15.38 WIB Rabu 19 April 2012 kemarin. Pusat gempa berada di 
kedalaman 10 kilometer, sekitar 434 km sebelah barat daya Meulaboh. Lindu juga 
dirasakan warga Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sekitar 
pukul 17.43, gempa berkekuatan 8,1 pada skala Richter kembali mengguncang Aceh 
dan sekitarnya.


Sejak gempa dan tsunami besar melanda Aceh pada 2004, pemerintah membangun 
berbagai sistem peringatan dini tsunami. Berbagai peralatan dipasang untuk 
mendukung sistem ini, dengan membuat jaringan peralatan canggih, 
seperti buoy pemantau kenaikan gelombang laut, tide gauge, dan GPS. Jaringan 
ini dihubungkan ke decision support system(DSS) untuk diolah menjadi sistem 
peringatan yang disebarkan ke masyarakat.


Di Gelanggang Olahraga Agus Salim, Padang, sirene peringatan dini tsunami 
berbunyi. Ini menyebabkan warga Padang bergerak menuju daerah ketinggian. 
Akibatnya, Jalan M. Hatta, Air Tawar, Lubuk Begalung, dan Alai macet total.


Di tengah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Istana 
Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sistem peringatan dini 
berfungsi dengan baik. "Early warning system is working well," ujarnya.


Presiden juga memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 
Syamsul Ma'arif langsung terbang ke Kota Serambi Mekah itu. "Saya perintahkan 
Kepala BNPB memastikan semua under control," kata Presiden.


Akibat gempa, warga Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, lari ke 
tempat yang lebih tinggi. Sabri, seorang warga Kreung Mane, mengatakan ratusan 
orang yang bertempat tinggal di pinggiran pantai menyelamatkan diri ke arah 
pusat pasar Kreung Mane.


Di sepanjang Simpang Kodim Banda Aceh, yang berjarak 200 meter dari Masjid 
Baiturrahman, warga berlarian menyelamatkan diri ke arah bukit. Sekitar delapan 
tentara dibantu polisi ikut mengamankan lalu lintas evakuasi.


MUSTAFA SILALAHI | ADI WARSIDI| IMRAN MA| CORNILA DESYANA| ARYANI KRISTANTI| 
ANDI EL FARUQI 

Kirim email ke