Menurut info dari Jakarta seperti email Pak Ahmad Maryadi di bawah, Katanya lancar karena banyak demo "May Day" di Jakarta... Jadi banyak juga orang yang gak ngantor... or malas bawa mobil.... He..he..e.e.e..ee.
Jadi belum terbukti nih jalan tol lancar karena efek dari penerapan Contraflow.... he..he..e.he.e.e.. Salam, Morry Infra 2012/5/1 Ahmad Maryadi < <[email protected]>> > (menurut temen2 disana) jalan2 di JKT lenggang krn hr ini banyak demo > pekerja...MAYDAY.. > kondisinya kuranglebih sm persis ketika rame2nya demo penolakan BBM tempo > hari.. > > salam pekerja salam TKI, :) > AM > > --- On *Tue, 5/1/12, Morry Infra <[email protected]>* wrote: > > > From: Morry Infra <[email protected]> > Subject: [IATMI-ME] Re: FW: Contraflow Diterapkan, Arus Tol Dalam Kota > Lancar > Date: Tuesday, May 1, 2012, 12:36 AM > > Alhamdulillah... > > Not bad!!! > Mudah2an solusi permanent-nya cepet jadi.... > Kita tunggu juga sore hari... mudah2an juga works well... amien... > > Salam, > Morry Infra > > > > http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/01/09030935/Contraflow.Diterapkan.Arus.Tol.Dalam.Kota.Lancar > *Contraflow Diterapkan, Arus Tol Dalam Kota Lancar* > Sabrina Asril | A. Wisnubrata | Selasa, 1 Mei 2012 | 09:03 WIB > > *JAKARTA, KOMPAS.com* - Jasa Marga dan Kepolisian Daerah Metro Jaya > mulai menerapkan sistem *contraflow* atau lawan arus di ruas jalan tol > dalam kota Cawang-Tomang-Cengkareng, Selasa (1/5/2012) pagi. Dalam uji coba > pertama ini, arus lalu lintas di dalam tol sekitar Tegal Parang yang > biasanya macet memang tampak lebih terurai. > Berdasarkan pantauan *Kompas.com* pukul 06.30 WIB, arus kendaraan dari > arah Cikampek, Tanjung Priok, dan Bogor masuk ke Jakarta lancar. Padahal, > biasanya lalu lintas di dalam tol tersendat di kawasan Tegal Parang, > Jakarta Selatan. Pada jam sibuk, biasanya antrian kendaraan berjalan > pelan-pelan. Namun, hingga pukul 07.00 WIB, antrian kendaraan di ruas tol > dalam kota sekitar Tegal Parang tak terlihat. > Penambahan satu ruas jalur arah ke Slipi dengan menggunakan satu ruas > jalur arah ke Cawang ini membuat lalu lintas kendaraan lancar. Menurut > Kepala Subdirektorat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya, Ajun > Komisaris Besar M Jazari, uji coba yang dilakukan pukul 06.00 ini berjalan > lancar. > "Bisa dilihat sendiri, ini lebih lancar. Biasanya ruas ini selalu macet > dan sudah ada antrian. Bahkan ekor kemacetan bisa sampai ke Halim dan Pasar > Rebo," ucap Jazari saat dijumpai di ruas tol Tegal Parang. > Jazari mengatakan penerapan sistem kontra arus ini sudah harus dilakukan > lantaran kapasitas jalan yang tak lagi sebanding dengan jumlah kendaraan > yang melintas. "Ruas tol dalam kota ini merupakan muara dari semua jalan > tol lain seperti tol Tanjung Priok, tol Jagorawi, dan tol Cikampek," kata > Jazari. > Masing-masing ruas tol itu memiliki 3-4 lajur. Namun, saat memasuki tol > dalam kota yang menampung semua arus kendaraan itu, ruas jalan tidak > bertambah yakni tetap 3 lajur. "Secara logika, ada 11 lajur yang masuk ke > tol dalam kota dijadikan satu di 3 lajur jelas tidak masuk diakal," > paparnya. > Sementara itu, Kepala Cabang tol Cawang-Tomang-Cengkareng, Subakti Syukur, > mengatakan biasanya arus lalu lintas di tol dalam kota di sekitar Tegal > Parang mencapai 12.000 kendaraan per jam. "Sekarang sudah bisa terurai jadi > 7.000 kendaraan per jam," tutur Syukur. > Diberitakan sebelumnya, satu dari tiga jalur di tol arah Semanggi menuju > Cawang akan dipakai untuk arus kendaraan yang datang berlawanan, yaitu dari > Cawang menuju Semanggi. Sistem lawan arus (*contraflow*) ini akan > diberlakukan pada setiap hari kerja mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00. > Sistem lawan arus dilakukan dengan mengambil satu jalur Semanggi-Cawang > (Jalur B) untuk digunakan arus lalu lintas kendaraan yang menuju Semanggi > (jalur A). > Saat sistem ini diberlakukan, kendaraan dari arah Cawang-Semanggi > diarahkan masuk ke jalur lawan arus melalui bukaan di Km 3+050. Kemudian, > pengguna jalan memiliki dua opsi untuk masuk ke jalur normal (Jalur A) lagi > melalui bukaan di Km 7+150 atau Km 8+600. > Pemberlakuan sistem ini tidak selamanya, tetapi sampai pembangunan Jalan > Tol JORR W2 Utara selesai seluruhnya. Setelah ruas tol JORR itu selesai, > diharapkan volume lalu lintas tol dalam kota akan terbagi sebagian ke JORR. > 2012/4/30 Morry Infra > <[email protected]<http://us.mc1628.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > > > > Ini ada kelanjutan dan jawaban dari beberapa koment temen2.... > Ternyata malah mulai besok, 1 Mei... > Dan ini cuma sementara kok... sampai JORR W2 Utara selesai. Jadi memang > solusi jangka pendek dan sementara... > > Salam, > Morry Infra > > > http://megapolitan.kompas.com/read/2012/04/30/11444232/Mulai.Besok.Lawan.Arus.di.Tol.SemanggiCawang > *Mulai Besok, Lawan Arus di Tol Semanggi-Cawang* > | Hertanto Soebijoto | Senin, 30 April 2012 | 11:44 WIB > > GUNAWAN Ilustrasi > *TERKAIT:* > > *JAKARTA, KOMPAS.com* — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan PT > Jasa Marga berencana melakukan rekayasa lalu lintas tol dalam kota ruas > Semanggi-Cawang mulai Selasa (1/5/2012) besok. > > Satu dari tiga jalur di tol arah Semanggi menuju Cawang akan dipakai untuk > arus kendaraan yang datang berlawanan, yaitu dari Cawang menuju Semanggi. > Sistem lawan arus (*contraflow*) ini akan diberlakukan pada setiap hari > kerja mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00. > > Kepastian adanya pengambilan satu jalur untuk lawan arus tersebut > disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit > Nurmantyas dan Direktur Operasi PT Jasa Marga Hasanudin, Minggu (29/4/2012). > > ”Rekayasa lalu lintas ini agar kendaraan yang dari Cikampek-Jagorawi dan > Tanjung Priok tidak tersendat. *Contraflow*-nya mulai dari depan Bukopin > sampai dengan Gedung DPR,” kata Dwi Sigit. > > Hasanudin memaparkan, kebijakan rekayasa lalu lintas ini diambil mengingat > ruas tol dalam kota mulai dari Cawang sampai Kuningan mengalami kepadatan > luar biasa. > > Pada jam sibuk volume/kapasitas rasionya 1,4. Artinya, laju kendaraan > sangat lamban. Adapun volume/kapasitas rasio arah sebaliknya, 0,67, atau > arus bergerak lancar. > > Kepadatan arus lalu lintas di ruas Cawang-Semanggi itu menyebabkan ekor > antrean kendaraan mencapai gerbang Tol Cililitan bahkan kadang mencapai Tol > Jagorawi. > > Salah satu penyebabnya karena volume lalu lintas keluar Kuningan atau > Tegal Parang sangat besar, sedangkan jalan di arteri terdapat penyempitan. > > ”Untuk mengurangi beban lalu lintas di ruas Cawang-Kuningan, kami akan > memberlakukan *contraflow* atau lawan arus lalu lintas mulai dari Cawang > sampai dengan menjelang Semanggi, pada pukul 06.00 sampai pukul 10.00 > setiap hari kerja mulai 1 Mei ini,” jelasnya. > > Sistem lawan arus ini dilakukan dengan mengambil satu jalur > Semanggi-Cawang (Jalur B) untuk digunakan arus lalu lintas kendaraan yang > menuju Semanggi (jalur A). > > Saat sistem ini diberlakukan, kendaraan dari arah Cawang-Semanggi > diarahkan masuk ke jalur lawan arus melalui bukaan di Km 3+050. > > Kemudian, pengguna jalan memiliki dua opsi untuk masuk ke jalur normal > (Jalur A) lagi melalui bukaan di Km 7+150 atau Km 8+600. > > Hasanudin menambahkan, pemberlakuan sistem ini tidak selamanya, tetapi > sampai pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara selesai seluruhnya. Setelah ruas > tol JORR itu selesai, diharapkan volume lalu lintas tol dalam kota akan > terbagi sebagian ke JORR. *(RTS)* > > 2012/4/29 Morry Infra > <[email protected]<http://us.mc1628.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > > > > Kayaknya sebenarnya ide2 dan konsep2 yang bagus itu sudah ada di tangan > para "penguasa".... > Cuma "itikad baik" dan kemauan melawan kepentingan pribadi dan golongan > aja yang kurang dari para "penguasa".... > > Ide kayak begini sudah sempet didengung2kan 10 tahun lalu... walau mungkin > baru mulut ke mulut.... tapi it's doable that day.... > Alhamdulillah, > Eventually.... akhirnya, Insya Allah jadi juga mulai 10 Mei ini.... > > Salam, > Morry Infra > > > http://us.metro.vivanews.com/news/read/308683-10-mei--kontra-arus-tol-semanggi-diberlakukan > 10 Mei, Kontra Arus Tol Semanggi Diberlakukan Kebijakan ini diambil guna > mengurangi kemacetan pada jam sibuk, pagi dan sore hari. > Minggu, 29 April 2012, 07:52 WIB > > > *VIVAnews* - Mulai 10 Mei 2012 mendatang PT Jasa Marga Tbk akan > memberlakukan kontra arus *(contra flow)* lalu lintas di Tol Dalam Kota > lintas Halim-Cawang-Semanggi. Kebijakan ini diambil guna mengurangi > kemacetan pada jam sibuk, pagi dan sore hari. > > Direktur Operasi PT Jasa Marga Hasanudin mengatakan setiap pagi, lintas > Halim-Cawang dan Cililitan ke Semanggi macet, sedangkan arah sebaliknya > kosong. Sebaliknya, pada sore hari, lintas Semanggi ke arah Cawang, Halim > dan Cililitan juga padat luar biasa. Sedangkan arah sebaliknya lengang. > > Menurut dia, Jasa Marga akan melakukan penyodetan di lintas tol itu > sehingga satu jalur yang kosong pada arah berlawanan bisa dipakai untuk > kontra arus. Dia berharap cara ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. > "Kondisi ini sudah diterapkan di lintas tol Kebonjeruk-Tomang," kata > Hasanudin, Minggu 29 April 2012. > > Dia mengungkapkan upaya kontra arus hanya salah satu langkah untuk memecah > kepadatan lalu lintas di Tol Dalam Kota dalam jangka pendek. "Langkah > strategis jangka panjang misalnya pengendalian pertumbuhan pengguna lalu > lintas dengan transportasi massal," ucap dia. > > Saat ini volume kendaraan di tol Jabodetabek sudah mencapai 2,5 juta > kendaraan per hari dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6 persen sampai 7 > persen per tahun. > Pertumbuhan itu dapat dilihat pada trafik triwulan pertama 2012 yang > angkanya sudah mencapai 280 juta kendaraan atau melebihi dari target > sebesar 270 juta. Naik 10,5 persen dari target 7 persen pada triwulan > pertama 2012. Dari jumlah itu, trafik Tol Dalam Kota tertinggi yakni > mencapai 67,7 juta kendaraan, disusul tol JORR. > > > > -- > >
