2012/5/18 Itje <Itje Suryono>

> **
>
>
>  Copas dari tetangga…… Enjoy…. ****
>
> Itje Suryono
>

Setelah *Sir Edmund Hillary* bersama* Tenzing Norgay* (pemandu/sherpa)
kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut
mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang
mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

*Reporter* : "Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan
puncak gunung tertinggi di dunia?"

*Tenzing Norgay* :  "Sangat senang sekali"Reporter : "Anda khan seorang
Sherpa (pemandu)
bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan
dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama
yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?"

Tenzing Norgay : "Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah
mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk
menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia
yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di
dunia".

*Reporter* : "Mengapa Anda lakukan itu?"

*Tenzing Norgay* : "Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya.
Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia
meraih IMPIAN-nya".

Di sekitar kita, banyak sekali orang seperti Sir Edmund Hillary dan Tenzing
Norgay.
Pepatah mengatakan, "Bila Anda hendak jadi pahlawan, harus ada yang
bertepuk tangan dipinggir jalan".

Di dunia ini, tidak semua manusia berkeinginan dan memiliki impian seperti
Sir Edmund
Hillary, menjadi pahlawan.Mereka ini cukup berbahagia dengan
memberikan pelayanan dengan membantu orang lain mencapai impiannya.
Mereka merasa cukup menjadi "orang2 yang bertepuk
tangan saja dipinggir jalan".Kadang, orang2 seperti ini
diperlakukan ibarat "telor mata sapi".Yang punya telur si Ayam, yang
tersohor malah Sapi.

Sudahkah Anda menghargai, menghormati dan mengangkat orang² seperti Tenzing
Norgay dalam tim Anda?

Kirim email ke