gerakan nyata utk meminimalisir masalah rokok dan tembakau, baik dari segi 
ekonomi, budaya mau pun kesehatan.

sehingga jumlah orang yg berteriak akan miskin bila tembakau dibatasi, bisa 
berkurang drastis.


mohon maaf bila kurang berkenan.

Best Regards and Wassalam,




Nugon
 

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  


http://nugon19.multiply.com/journal


-=-=-=-=-


http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1212-detail-lulusan-smea-muhammadiyah-buktikan-alih-tanam-tembakau-bukan-hal-mustahil.html 



Lulusan SMEA Muhammadiyah Buktikan Alih Tanam Tembakau Bukan Hal MustahilSenin, 
04-06-2012 




Klaten- Sejak jaman dahulu sampai awal tahun  2003 mayarakat di daerah Deles 
dan sekitarnya adalah petani tembakau sejati. Tanaman tembakau merupakan 
tanaman yang di budidayakan secara turun temurun oleh warga didaerah ini dan 
termasuk daerah penghasil tembakau wilayah jawa Tengah. Selain tembakau, 
tanaman cengkih juga menjadi tanaman unggulan dari warga Deles ini.
 
Sukiman seorang lulusan SMEA Muhammadiyah Cangkringan Sleman sekitar tahun 1991 
mencoba membuat sebuah perubahan yang sangat bersejarah di Deles ini. 
Bermodalkan tekad dan pengetahuan yang dia miliki mulailah Sukiman ini 
melakukan budi daya tanaman diluar tanaman tembakau yang menjadi tradisi 
masyarakat Deles ini. Awal mulanya orang menganggap apa yang dilakukan Sukiman 
ini agak aneh karena belum terbiasa di daerah ini. Tanaman Tomat, Kembang Kol, 
Cabe dan beberapa sayuran lain mulai di budidayakan Sukiman mulai tahun 2003. 
Perlahan namun pasti apa yang dilakukan Sukiman tidak sia-sia. Hasil 
ketekunannya berbuah hasil panen tanaman sayur yang bagus. Satu persatu 
masyarakat mulai bertanya kepada Sukiman dan meniru pola tanam yang dilakukan 
Sukiman. 
 
Pada ketinggian 1185 mdpl di sebuah dusun perbatasan akhir dengan Puncak  
Gunung Merapi tepatnya di Dusun Kepuh, Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang Klaten 
, Sukiman (42 tahun) menjalani aktivitas hidup sebagai seorang petani asli 
lereng merapi dengan suasana damai dan tenang. Aktivitas pagi itu diawali 
Sukiman ke ladang belakang rumah untuk merawat tanaman sayuran tomat yang sudah 
mulai berbuah, disamping tomat tanaman Lombok merah dan sayuran kembang  kol 
juga nampak tumbuh subur di ladang belakang rumah di bawah gardu pandang 
pengawasan Gunung Merapi di Deles ini. Kebanyakan orang tahu bahwa di Deles ini 
sekedar daerah wisata  lereng Gunung Merapi dari sisi timur yang masuk 
Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Pada saat erupsi merapi tahun 2010 kemarin Deles 
ini merupakan daerah rawan bencana 3 dimana semua warga dari dusun ini 
mengungsi secara sukarela ke kota Klaten selama 40 hari. Dari sekian banyak 
kisah menarik dari dusun lereng merapi ini terutama
 kisah heroik disaat merapi meletus 2010 dan juga kisah kearifan masyarakat 
lokal dalam penghijauan  hutan di lereng merapi ternyata ada sebuah kisah 
perjuangan seorang petani dalam merubah pola tanam tembakau ke sayuran dan 
tanaman produktif lainnya.
 
Sementara itu menurut Tim Advokasi Pengendalian Tembakau MPKU PP Muhammadiyah 
Fauzi Ahmad Noor, apa yang dilakukan petani seperti Sukiman telah membuktikan 
bahwa alih tanam dari tembakau ke komoditi yang lain seperti sayuran adalah hal 
yang memungkinkan. "Sebuah usaha alih tanam yang telah dirintis oleh Sukiman 
warga lereng merapi sisi timur daerah Deles Klaten telah membuka sebuah harapan 
baru bagi petani tembakau di Jawa Tengah," tegasnya. Menurut Fauzi, bahwa 
tembakau sebagai satu-satunya tanaman yang hanya bisa hidup di musim kemarau di 
daerah penghasil tembakau khususnya di Jawa Tengah tidaklah selamanya benar. 
"Justru saat ini petani tembakau harus mulai berani untuk menentukan nasibnya 
yang selama ini banyak di permainkan oleh sistem tata niaga tembakau yang ada," 
ungkapnya.
 
 Dari satu kampung ke kampung Sukiman dengan sabar memberikan penyuluhan kepada 
para petani bagaimana bertanam sayuran yang bagus, mulai dari penyediaan bibit 
tanaman, penyemaian perawatan dari hama penyakit dan sampai pengolahan pasca 
Panen. Sukiman tidak pernah meminta upah ketika  memberi penyuluhan kewarga, 
dan juga tidak pernah memaksakan petani tembakau untuk beralih dari tembakau ke 
sayuran. Semua mengalir dengan alami karena bukti yang di bawa Sukiman 
menjanjikan secara nyata bahwa hasil sayuran yang di tanam melebihi hasil 
ketika bertanam tembakau yang harganya sangat fluktuatif dan selalu di 
permainkan tengkulak. Pengorbanan Sukiman ini tidak sia-sia, secara bertahap 
sejak tahun 2003 sampai 2011 tiga desa di lereng merapi sisi timur yaitu 
meliputi Desa Sidorejo, Sidomulyo, dan Balerante mulai berubah pola tanamnya 
dari petani tembakau menjadi petani sayur mayur. Tembakau secara perlahan 
tergantikan oleh komoditi sayuran dan luas ladang
 tembakau lama-lama semakin mengecil karena perubahan pola tanam masyarakat 
ini. 
 
Selain itu Sukiman juga aktif sebagai seorang relawan dalam memantau Gunung 
merapi dari sisi timur. Lewat radio komunitasnya dan organisasi lintas merapi 
yang didirikannya Sukiman memberikan banyak pencerahan dan ide-ide kebersamaan 
yang menghidupkan kembali semangat warga daerah sini. Semangat untuk mandiri 
dan saling membantu diantara warga yang kuat serta kepedulian pada alam sekitar 
dengan melakukan penghijauan hutan serta pencegahan dari eklporasi pasir di 
lereng merapi ini menjadi contoh keteladanan yang luar biasa dari seorang 
Sukiman, petani lulusan SMEA yang tidak tergoda bekerja di Kota tetapi memilih 
menetap di kampung dan menjadi motivator warga sekitarnya. (mac)

Tags: muhammadiyah. tembakau, kesehatan, mpku 

Kirim email ke