OOT sedikit, ane sharing pengalaman dan analisa dari istri ane dan teman ane....
semoga sedikit bermanfaat.

-=-=-=-

istri ane cerita pengalaman yg menarik, berkaitan dgn statusnya sebagai Ibu 
Rumah Tangga, dan pelanggan setia Tahu.

ini tentang Tukang Tahu Sumedang yg gigih berdagang, dgn sepeda tuanya, 
berkeliling komplek, menjajakan Tahu Sumedangnya.
dan suaranya khas...agak melengking, berteriak, "Ciiiiik, Taahuuuu 
Ciiik....Taahuuu Sumedaaaang".
karena gigih, untung mulai meningkat, tabungan merangkak beranjak ke saldo yg 
cukup utk mencicil sepeda motor.
bayangan si Tukang Tahu ... kalau pakai motor, bisnis berjalan makin cepat, 
makin luas....omzetnya mestinya meningkat.

walhasil, tibalah waktunya, ia sukses mencicil motor. kredit.
namun sejak mulai kredit, Tukang Tahu tersebut mulai murung.
tdk secerah biasanya.
dan makin hari, omzet makin menurun. turun...turun...turun.
akhirnya curhat lah Tukang Tahu tsb, ke istri ane, pd saat istri ane, sukses 
bisa memanggilnya dan bisa membeli tahu darinya.

(dialog sedikit didramatisir)

"Cik...apa saya kurang bersyukur ya? kok sejak ada motor, penjualan menurun. 
sepi..."
"padahal saya tidak pilih-pilih pelanggan. semua saya layani dgn baik"
"harga juga tdk berubah, tapi kok jadi kurang laku ya?"

"Bang...bukannya apa-apa....Abang sih naik motor!"

"Lho, apa hubungannya?"

"Abang teriak, begitu kita keluar, dah jauh."
"kita panggil, teriak-teriak, Abang kagak dengar."
"motor Abang itu terlalu cepat, dan terlalu berisik."
"walau pun dilambatin, tetap aja susah manggil Abang, karena berisik."
"Enakan dulu pakai sepeda, Bang!".

"Oooohh...karena itu tho."

"Iya Bang".

besoknya , Tukang Tahu kembali naik sepeda.
dan minggu-minggu berikutnya, mulai kembali cerah senyumnya.
nilai omzet kembali ke jalur semula.

Ternyata, cepat tak selalu lebih baik.


-=-=-=-

sharing cerita teman ane yg bantu istrinya buka toko.

Hopeng (teman baik) ane  cerita, bahwa ia cuti beberapa hari, membantu istrinya 
membuka toko di sebuah area perbelanjaan.
yg dijual baju.
dan harus bersaing dgn beberapa toko yg sudah lebih dulu berjualan, dan 
berpenampilan menarik.
ber-AC atau berventilasi yg baik.
gantungan baju yg bagus, terlihat kinclong, sebagian dari logam.
ada rantai logam utk menjadi pembatas toko.
papan harga yg fancy, lux, menarik.

sedang sebagai junior, pemula yg amatir....
toko istrinya hopeng ane benar-benar minimalis.
berbekal kipas angin seadanya.
tempat baju tdk begitu rapih.
gantungan baju dari bahan plastik, itu pun bekas.
rantai pembatas toko, dari plastik , terlihat kumuh.
papan harga, cuma dari kardus aqua bekas, ditulis dgn spidol.

tapi entah kenapa, baru berapa hari buka, lebih ramai dikunjungi orang.
dan lebih banyak yg membeli di toko istrinya hopeng ane, ketimbang toko lain yg 
sudah lama berjualan.

hopeng ane penasaran...ia mulai mengamati.
usut punya usut....setelah diamati beberapa lama....
ternyata orang-orang lebih tertarik datang ke toko istrinya ketimbang toko yg 
lain.
padahal harga relatif sama, pelayanan relatif sama.

kenapa?
karena toko istrinya terkesan sederhana, tdk mewah, sehingga diasumsikan pasti 
murah.
sedangkan yg lain, terkesan keren, mewah, sehingga diasumsikan harga lebih 
mahal.
pdhal harganya sama.


ternyata, terlihat keren itu belum tentu menguntungkan.

-=-=-=-

Best Regards and Wassalam,



Nugon


Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  
http://nugon19.multiply.com/journal

Kirim email ke