Subhanallah,

Bagus banget nih alat temuan Hermawan Maulana dan Zihrama Afdi ini.
Perokok jadi lebih nyaman yang bukan perokok juga senang.

Yang ditakutkan cuma perokok jadi tambah banyak karena kenyamanannya....
he.he.e.e.e.
Padahal some people bilang... perokok itu ditempat di smooking room biar
gak betah dan lama2 sadar untuk gak ngerokok lagi... he.e.e.e.

Salam,
Morry Infra
---------- Forwarded message ----------
From: Den Mas Arrie Faisal <[email protected]>
Date: 2012/7/4
Subject: sayang nih berita begini kalo sampe kagak ada yang tahu....

sayang nih berita begini kalo sampe kagak ada yang tahu....

http://news.detik.com/read/2012/07/04/162235/1957676/10/ubah-asap-rokok-jadi-oksigen-2-siswa-sma-semarang-raih-emas-di-bangkok?991104topnews
 Ubah Asap Rokok Jadi Oksigen, 2 Siswa SMA Semarang Raih Emas di Bangkok
*Angling Adhitya Purbaya* - detikNews
  Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
       Ilustrasi alat T-Box Application to Reduce the Danger Impact of CO
dan CO2 in Smoking Room ciptaan 2 siswa SMA 3 Semarang (angling
ap/detikcom)
*Semarang* Dua siswa SMAN 3 Semarang menorehkan prestasi di ajang
International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2012 di Bangkok yang
diadakan tanggal 28 Juni - 1 Juli 2012 lalu. Mereka adalah Hermawan Maulana
dan Zihrama Afdi yang membawa pulang medali emas ke Indonesia.

Inovasi dua pemuda tersebut diberi nama *T-Box Application to Reduce the
Danger Impact of CO dan CO2 in Smoking Room*. Fungsi dari penemuan tersebut
adalah untuk memfilter karbondioksida atau CO2 yang dihasilkan oleh asap
rokok di *smoking room* untuk diambil oksigennya. Nantinya oksigen tersebut
akan dialirkan kembali ke dalam *smoking room*.

"Hal itu bertujuan agar para perokok betah merokok di dalam *smoking
room*sehingga tidak mengganggu orang lain," terang Afdi di SMAN 3
Semarang,
Jalan Pemuda, Rabu (4/7/2012).

Ide dibuatnya alat tersebut adalah ketika Afdi dan Hermawan melihat jumlah
perokok yang semakin banyak. Selain itu perokok biasanya tidak betah berada
di *smoking room* yang sudah disiapkan karena asap yang ada di ruangan.
Dari pengamatan itulah dua pemuda tersebut belajar dengan tekun untuk
membuat alat yang bisa mengurai CO2.

"Kami belajar untuk mengurangi dampak negatif rokok dan membuat alat
pengurang residu dari rokok," terang Afdi.

"Karena kami belum mampu untuk mengurangi jumlah perokok, maka kami membuat
alat tersebut," timpal Hermawan.

Alat buatan Afdi dan Hermawan yang sebelumnya diberi nama *Carbofil
Aplication* tersebut memiliki sistem kerja yaitu asap rokok yang ada
di *smoking
room* akan masuk ke dalam mesin yang terdiri dari power suply buatan
sendiri dan T-box. Di dalam alat tersebut asap akan difilter oleh PCB yang
dialiri listrik sehingga CO2 dan O2 terpisah. Setelah itu O2 atau oksigen
akan dikembalikan ke dalam *smoking room*.

"Saat lempengan PCB bertemu ada percikan listrik yang disebut plasma,
itulah yg kami gunakan untuk mengurangi CO2," pungkas Afdi.

"Nanti hasil filternya adalah oksigen dan karbon padat. Karbon tersebut
masih bisa dimanfaatkan lagi nantinya," imbuh guru pembimbing mereka, Agus
Priyanto.

Hermawan dan Afdi sempat minder ketika alat tersebut diikutkan lomba dengan
sistem pameran. Alat yang masih berupa prototipe tersebut disejajarkan
dengan penemuan-penemuan hasil pemikiran siswa-siswa dari Jepang dan negara
lainnya.

"Sempat minder, soalnya kita dikasih stand di pojok dan sebelah stand
Jepang," kata Hermawan.

Mereka berhasil menyingkirkan pesaingnya yang berasal dari delapan negara
yaitu Hongkong, Malaysia, Jepang, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura,
dan Taiwan.

Afdi adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Abdul Hafid dan Ninik
Budi, ia lahir di Grobogan, 17 Februari 1995. Sedangkan Hermawan adalah
anak kedua dari dua bersaudara pasangan Suwaji dan Seti Jawati Noegraeni
yang lahir di Pekanbaru tanggal 24 Mei 1996.

Sementara itu Kepsek SMAN 3 Semarang, Hari Waluyo mengaku dengan adanya
prestasi yang ditorehkan Afdi dan Hermawan, guru dan siswa di SMAN 3
menjadi termotivasi untuk menghasilkan prestasi-prestasi internasional
lainnya.

"Saya bangga terhadap anak-anak ini (Afdi dan Hermawan). Jadi memotivasi
anak-anak kelas X dan para guru yang akan lebih sistematis dalam mengajar,"
tutur Kepsek.

Prestasi Afdi dan Hermawan ternyata tidak hanya berhenti sampai di sini.
Mereka ternyata sudah menyiapkan proyek lain yaitu Nitrosoplasma. Proyek
plasma tersebut untuk mengikatkan nitrogen ke tanaman.

"September besok mungkin diajukan untuk lomba," ujar Afdi.

Selain Hermawan dan Afdi, medali emas juga diperoleh Linus Nara Pradhana
dari SMP Petra Surabaya dengan inovasinya yaitu *Water Coated Helmet*.
Tidak hanya medali emas, dua medali perunggu dan dua special award juga
disabet siswa-siswi dari Indonesia.

Dua medali perunggu dibawa pulang oleh Muhammad Luqman dan Fishal Fuad
Rahman dari SMAN 2 Yogyakarta dengan inovasinya yaitu Edges Shoes. Lalu
dengan inovasi bernama Braille Glass, siswa kelas enam SD Muhammadiyah
Manyar, Gresik, Nadya Almass Lutfiahardha Arief juga memperoleh medali
perunggu.

Sementara itu dua special award diperoleh siswa SMKN 1 Tengaran yaitu Dini
Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi dengan penemuan Mini Multi Commander
serta Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrori, dan Risang Yogardi dengan
inovasi Jaritmatika Game.

"Harapan kami, penemuan kami bisa dipatenkan," tutup Afdi.

-- 

with best Regard,
--------------------------
Den Mas Arrie Faisal
Email: [email protected]
Location: Riyadh, Saudi Arabia
---------------------------
visit my portfolio:

DMAF G+ <https://plus.google.com/u/0/116381848725683930030/posts>



 --
You received this message because you are member of "ahlan-riyadh" group.

AHLAN-RIYADH GROUP on FACEBOOK:
http://www.facebook.com/group.php?gid=476755592626

AHLAN-RIYADH GROUP on LinkedIn:
http://www.linkedin.com/groups?mostPopular=&gid=3728012

Kirim email ke