----- Original Message ----- From: Ria Indriani <[EMAIL PROTECTED]> To: yono SUKOWATI <[EMAIL PROTECTED]>; Yudi <[EMAIL PROTECTED]>; yudy utomo <[EMAIL PROTECTED]>; Mas Dokter Arya <[EMAIL PROTECTED]>; Hendrik Sidie <[EMAIL PROTECTED]>; Ruskin Ali Zen <[EMAIL PROTECTED]>; Jack Sablenk <[EMAIL PROTECTED]>; Eva <[EMAIL PROTECTED]>; erry <[EMAIL PROTECTED]>; Dian <[EMAIL PROTECTED]>; Diah Wuri Handayani <[EMAIL PROTECTED]>; ~Cry On ~ <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, October 13, 2000 8:03 AM Subject: Fw: KISAH BAMBU DAN PETANI > > ----- Original Message ----- > From: WILIANTO, Franky (JAK) <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, October 06, 2000 10:56 AM > Subject: KISAH BAMBU DAN PETANI > > > > > > > >*************************************************************************** > * > > >Soul's Bread: > > >KISAH BAMBU DAN PETANI > > >Story submitted by Umul Choironi > > >Adapted and re-written by Editor Rekan-Kantor eNewsletter > > > > > >Pada suatu waktu ada sebuah kebun yang ditanami oleh berbagai tanaman > indah. > > >Kebun itu dijaga dan dipelihara dengan sepenuh hati oleh seorang petani. > > >Setiap hari ia menyiangi dan merawat semua tanaman yang tumbuh di sana > > >dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. > > > > > >Dari sekian tanaman yang ada dalam kebun itu, bambu adalah tanaman yang > > >paling dicintainya. Bambu memang tanaman yang paling indah yang tumbuh di > > >dalam kebun itu. Bambu tumbuh berbaris berjajar mengelilingi kebun bak > pagar > > >kokoh yang melindungi tanaman lain. Batangnya berdiri paling tinggi > > >menjulang ke atas seolah menopang langit. Bila angin tiba, tubuhnya > > >bergoyang-goyang lembut dan daunnya gemerisik melantunkan kidung merdu. > > >Siapa pun yang mendengarnya pasti terpesona. Bila hujan turun, > tetes-tetes > > >sisa air hujan menggelayut di ujung-ujung daun berkilauan seperti > > >anting-anting berlian dikenakan oleh seorang gadis cantik. > > >Ranting-rantingnya taut-bertaut memberikan tempat bagi burung-burung > untuk > > >beristirahat. Di udara yang panas, daun-daun rindangnya menaungi tanaman > > >kecil dari teriknya mentari. Petani itu selalu memandangi bambu itu > dengan > > >pandangan penuh suka cita. > > > > > >Suatu hari, petani itu mendatangi bambu. Ia mengusap batang bambu itu dan > > >berbisik pada sang bambu. Dengan gembira, sang bambu merundukkan > kepalanya > > >perlahan agar dapat mendengar bisikan petani. > > > > > >Petani itu berbisik lembut, "Bambu oh bambu, aku bermaksud > menggunakanmu." > > > > > >Bambu itu merasa berbahagia. Ia telah menghabiskan setiap jam dalam > hidupnya > > >untuk tumbuh dan berkembang. Dari hari ke hari, dari tahun ke tahun ia > > >memperkuat diri. Batangnya telah tumbuh hijau, kokoh, besar dan kuat. > Kini > > >tibalah waktu baginya untuk memenuhi takdir mengapa ia diciptakan di muka > > >bumi. > > > > > >Bambu menjawab bisikan petani, "Oh, tuanku. Aku telah siap. Gunakan aku > > >sebagaimana kau kehendaki." > > > > > >"Bambu oh bambu," suara petani itu bergetar. "Aku harus menebang dan > > >memotong tubuhmu." > > > > > >Bambu itu gemetar penuh ketakutan. "Oh, tuanku. Mengapa kau harus > memotong > > >tubuhku yang indah ini? Bukankah kau telah merawatku sedemikian rupa > > >sehingga aku tumbuh menjadi bambu tercantik yang pernah ada. Jangan > potong > > >tubuhku. Gunakan saja aku sebagai penyejuk pandanganmu, penghias kebun > ini." > > > > > >"Bambu oh bambu," suara petani itu semakin bergetar. "Bila aku tidak > > >memotong tubuhmu aku tidak dapat menggunakanmu." > > > > > >Tiba-tiba suasana kebun itu menjadi sunyi senyap. Angin menahan nafasnya. > > >Dengan perlahan sang bambu meluruhkan kebanggaannya, tunduk patuh pada > > >permintaan tuannya yang telah merawat hidupnya selama ini. "Oh, tuanku. > Bila > > >kau tak dapat menggunakanku tanpa memotong tubuhku, maka lakukanlah. > > >Potonglah tubuhku." > > > > > >"Bambu oh bambu," lanjut petani. "Aku pun akan memangkas daun-daun dan > > >ranting-rantingmu." > > > > > >"Oh, tuanku. Kasihanilah aku," rengek sang bambu. "Kau boleh memotong > > >tubuhku yang indah ini. Tetapi, mengapa kau harus memangkas daun dan > > >ranting-ranting juga?" > > > > > >"Bambu oh bambu. Bila aku tidak memangkasnya, aku tidak bisa > menggunakanmu," > > >jawab petani. > > > > > >Matahari menyembunyikan wajahnya. Dengung lebah pun terhenti. Sadar akan > > >pengabdiannya pada petani, bambu itu pun menjawab, "Oh, tuanku. > Lakukanlah." > > > > > >"Bambu oh bambu. Aku pun akan membelah tubuhmu menjadi dua dan memotong > > >buku-bukumu, bila tidak aku tidak bisa menggunakanmu," kata petani. > > > > > >Sang bambu tersungkur di tanah penuh penyerahan diri. "Oh tuanku. Bila > itu > > >yang kau kehendaki, belahlah tubuhku." > > > > > >Kemudian, petani itu memotong bambu, membersihkan batangnya dari > > >ranting-rantng dan daun-daun. Membelah batangnya menjadi dua dan > > >membersihkan buku-bukunya. Setelah itu, dengan hati-hati petani memanggul > > >bambu itu dan membawanya ke lembah bukit tempat sebuah mata air jernih > > >memancar dari sela-sela batu. Ia lalu meletakkan satu ujung bambu untuk > > >menampung air dan menyambung ujung satunya dengan batang bambu lain terus > > >memanjang sehingga menuju sebuah sawah padi yang kering. Ya... bambu itu > > >kini bertugas sebagai saluran air. Tubuhnya yang dulu menjulang tinggi, > kini > > >berkelok-kelok menuruni lembah menjadi tempat mengalirnya air > bergemericik > > >menuju sawah petani. Dan, petani pun bisa menanami sawahnya dengan > pepadian. > > > > > >Beberapa bulan kemudian. Padi telah menguning matang dan siap untuk > dipanen. > > >Para petani dengan suka cita turun ke sawah memanennya. Pada saat itulah, > > >sang bambu menyadari bahwa ia pernah begitu bangga dengan kecantikannya. > > >Namun, dalam kepatuhan dan pengorbanan, kejayaan hidupnya sedikitpun > > >berkurang bahkan kini ia menjadi penyambung hidup bagi dunia yang lebih > > >semesta. > > > > > >(Editor: Siapakah bambu itu? Siapakah petani itu? Bila bambu itu adalah > > >kita, manusia, maka kepatuhan kita pada Sang Maha Pencipta, meskipun > penuh > > >pengorbanan dan kesulitan, sebenarnya memberikan kejayaan yang sejati.) > > > > > >(diadaptasi dan ditulis kembali oleh Editor Rekan-Kantor eNewsletter, > atas > > >posting yang dikirimkan oleh mbak Umul Choironi (@tycoelectronics.com). > > >Terima kasih mbak, atas cerita yang sarat dengan makna dan pelajaran > > >mengenai penyerahan diri kita pada Sang Pencipta.) > > > > > > >*************************************************************************** > * > > >Stopper: > > > > > >Melakukan hal yang bermanfaat, mengatakan hal yang benar, dan merenungi > > >keindahan: sudah cukup bagi sebuah kehidupan manusia. (T.S. Eliot) > > > > > >Bagi lebah, bunga adalah sumber kehidupan. Dan bagi bunga, lebah adalah > > >penyambung cinta. Bagi keduanya, lebah dan bunga, memberi dan menerima > > >adalah sebuah kebutuhan dan puncak kebahagiaan. (Kahlil Gibran) > > > > > >Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus > > >mendengar jiwa anda. Untuk dapat melakukannya, anda perlu merasakan > > >kesenyapan; yang ditakuti oleh sebagian besar orang, karena dalam > kesunyian > > >anda dapat mendengar kebenaran dan melihat pemecahan-pemecahan. (Deepak > > >Chopra) > > > > > > >*************************************************************************** > * > > > > > >Kami mengharap bantuan anda untuk mengembangkan eNewsletter ini. > > > > > >File Archieve: http://www.egroups.com/messages/rekan-kantor > > >Alamat Editor untuk artikel, saran dan kritik: [EMAIL PROTECTED] > > >Alamat untuk berlangganan: [EMAIL PROTECTED] > > >Alamat untuk berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > >*************************************************************************** > * > > >_________________________________________________________________________ > > >Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. > > > > > >Share information about yourself, create your own public profile at > > >http://profiles.msn.com. > > > > > > > > > > > >-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~> > > >Get free updates on your stocks from any phone with Tellme! > > >Click here and you can even personalize these quotes. > > >http://click.egroups.com/1/9536/10/_/267826/_/970801635/ > > >---------------------------------------------------------------------_-> > > > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------- > ------ > > The information contained in this email message is intended only for the > > addressee and is not necessarily the official view or communication of the > > Ministry. If you are not the intended recipient you must not use, > disclose, > > copy or distribute this message or the information in it. If you have > > received this message in error, please email or telephone the sender > > immediately. > > -------------------------------------------------------------------------- > ------ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Talk to your friends online with Yahoo! Messenger. http://im.yahoo.com Homepage SMA 2 Padang: http://sma2pdg.rantaunet.web.id Lihat dan isi database anggota Mailing List ini: http://www.egroups.com/database/sma2padang?method=reportRows&tbl=1 ================================================== WEB-EMAIL GRATIS [EMAIL PROTECTED] ---> http://mail.rantaunet.web.id ------------------------------------------------------------------------------------------ Berlangganan/Berhenti menerima SMA 2 Padang Mailing List, kirimkan email To: [EMAIL PROTECTED] Subject: -dikosongkan- Isi email ingin berhenti: unsubscribe SMA2-Padang [email_anda] ------------------------------------------------------------------------------------------ Mailing List SMA 2 Padang adalah kerjasama RantauNet http://rantaunet.com dengan server EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA. ==================================================
