kalau ada waktu baru baca,..............
=============================
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Apa Kabar Friend!?
Memasuki Tahun 2007, Bangsa ini masih terus mengalami musibah &
bencana alam yang tidak ada habisnya. Musibah Kecelakaan Pesawat
Udara, Kapal Laut & Alat transportasi darat. Bencana Alam Tanah
Longsor, Banjir & Gempa Bumi.
Terakhir adalah kemarin, bencana gempa bumi di Sumbar & pagi ini,
Kecelakaan Pesawat Garuda Boeing 747 di Yogya.
Mengutip syair lagu Ebit G. Ade; " Anugrah & Bencana, adalah
kehendaknya, kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil
agar kita sadar adalah dia di atas segalanya. Kemana lagi,
kita akan sembunyi, hanya kepad-Nya kita kembali.
Berikut kami kirimkan artikel tentang Doa Sapu Jagad, mohon
maaf kalau temen-temen sdh pernah mendapatnya.
Semoga bermanfaat..!
DOA SAPU JAGAD
Mengapa ada istilah do'a sapu jagad...?
Apa dan bagaimana perannya...?
Begitu populernya do'a ini. Sebuah do'a yang tertera dalam kitab suci
Al-Qur'an,
surat Al-Baqarah ayat 201. Di dalam kegiatan manasik haji, do'a ini menjadi
idola
para calon jamaah haji. Maklum dengan hafal do'a ini, konon akan mempermudah
para jama'ah dalam melakukan aktivitas perjalanan hajinya.
Do'a ini mampu mengganti do'a-do'a lain, yang begitu banyak tersebar dalam
setiap
aktivitas di tanah haram. Begitu populernya do'a ini, sehingga setiap orang
ketika
melakukan do'a untuk memohon sesuatu kepada Allah, baik secara pribadi
maupun
secara kolektif, selalu ditutup dengan do'a ini.
QS. Al-Baqarah (2) : 200 - 202
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah kepada
Allah,
sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, atau berzikir lebih banyak
dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami,
berilah
kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami
kebaikan
di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Mereka
itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan
Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Sungguh sangat layak do'a ini disebut sebagai doa 'sapu jagad' atau doa
universal, sebab :
1. Jangkauannya kini & nanti (dunia & akhirat)
Apa yang diinginkan oleh do'a ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Isi
dalam do'a
ini tidak menginginkan suatu yang bersifat materi, tetapi lebih kepada
sesuatu yang
memiliki makna lebih penting, lebih luas, lebih menyeluruh, dengan masa yang
sangat
panjang. Tidak terbatas pada kehidupan dunia saja tetapi, menjangkau pada
kehidupan
akhir yang lebih abadi, lebih kekal, dan lebih indah dibanding dengan
kehidupan kini.
QS. Al-A'laa (87) : 16-17
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan
akhirat
adalah lebih baik dan lebih kekal.
QS. Qashash (28) : 77
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri
akhirat, dan, janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi
dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu,
dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Meskipun urusan duniawi begitu kecilnya dibandingkan dengan urusan akhirat,
tetapi
tetap urusan duniawi jangan dilupakan. Karena melalui dunia inilah
keberhasilan
akhirat akan kita dapatkan.
2. Mengapa formulasinya dunia lebih dahulu?
Apakah lebih penting dunia dibanding akhirat?
Seseorang bertanya dalam suatu diskusi agama.
"Apabila akhirat lebih penting, mengapa di dalam kita berdo'a, yang
diucapkan
lebih dahulu, atau yang diminta lebih dahulu adalah kebahagiaan dunia? Bukan
kebahagiaan akhirat? Apa maksudnya?"
Maka dengan bijaksana, sang ustadz-pun menjawab:
"Benar, bahwa akhirat itu memang lebih penting. Dengan didahulukannya
sebutan dunia, bukan 'berarti dunia yang lebih penting, tetapi justru
akhirat-lah
yang jauh lebih penting."
Lanjut pak Ustadz :
"Rasul pernah mengatakan bahwa hidup ini bagaikan garis lurus. Jika anda
yakin seperti apa yang disampaikan Rasulullah, maka sebenarnya dunia dan
akhirat berada pada satu garis lurus. Artinya kita akan bertemu dengan
akhirat
setelah kita melalui dunia ini."
Dengan kata lain, jika yang kita tuju hanya dunia saja, kita tidak akan
bertemu
dengan akhirat. Karena letaknya akhirat di ujung perjalanan. Sebaliknya jika
yang kita tuju adalah kehidupan akhirat, kita pasti akan bertemu dan
melewati
dunia." "Hal itu dikarenakan posisi dunia berada pada jarak yang lebih
dekat,
sementara akhirat berada pada penghujung perjalanan manusia...."
"...alhamdulillaah, saya mengerti ustadz, terima kasih..." jawab sang
penanya.
3. Perbandingan dunia dan akhirat?
Selain masalah sebutan yang mendulukan dunia daripada akhirat, perbandingan
dunia dan akhirat selalu saja menjadi bahan pembicaraan dalam setiap
diskusi.
Kata seseorang peserta diskusi :
"Dunia ini begitu luasnya, bumi tak ada artinya dibanding dengan besarnya
alam semesta raya yang sulit diukur batasnya. Lalu bagaimana dengan
kehidupan
akhirat nanti? Seberapa luas kehidupan akhirat nanti?"
Pak Ahmad, sebagai salah satu peserta diskusi mencoba menjawabnya :
"...tentu kita tidak bisa mengukur secara pasti luasnya negeri akhirat,
tetapi saya teringat kata rasulullah saw, bahwa perbandingan dunia
dengan akhirat seperti setetes air yang jatuh dari ujung jari kita ke
dalam samudera. Sementara air yang ada di samudera itulah akhirat nanti...!
Berarti benar-benar kehidupan dunia yang nampaknya luas dan besar ini,
tidak ada artinya sama sekali, dibanding dengan kehidupan akhirat.
Yang jauh lebih luas, jauh lebih kekal, jauh lebih abadi, dan jauh
lebih indah..." Peserta diskusinya pun membenarkan pendapatnya.
Begitu pendapatnya disetujui oleh peserta lain, Ahmad pun membuka
Al-Qur'an yang ada di tangannya, dan ia mengutip sebuah ayat
Al-qur'an yang berbunyi :
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan
dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu
serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan
yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman
itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi
hancur. Dan di ahirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari
Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain
hanyalah kesenangan yang menipu (QS. Al-Hadiid 57 : 20).
4. Digunakan sebagai penutup do'a
Disebut do'a sapu jagad, karena do'a ini telah disepakati oleh para ulama,
bahwa berdo'a tanpa do'a ini rasanya tidak lengkap. Bahkan begitu
populernya do'a sapu jagad ini, sampai seorang non Islam yang
bekerja sebagai fotografer pada suatu acara pernikahan, ia hafal betul.
Setelah pak ustadz membaca do'a "Rabbanaa aatina fiddunya hasanah..."ini,
sang fotografer pun mengetahui bahwa do'a telah menjelang selesai.
Dan ia siap bertugas untuk memotret acara berikutnya.
Pak Robert sang juru potret itu, ketika ditanya oleh seseorang yang
kebetulan duduk di sebelahnya, mengapa ia mengetahui bahwa do'a
pada acara itu sudah menjelang selesai? ia menjawab :
"wah, saya sudah hafal betul. Do'a sepanjang apa pun menurut
pengalaman saya, jika sudah sampai pada do'a tersebut berarti do'a
sudah hampir selesai." Katanya.
5. Tidak berani minta surga
Satu hal yang perlu kita ingat dan kita renungkan, ialah bahwa dalam
do'a ini kita tidak diajari untuk meminta surga. Sementara dalam
kehidupan kita sehari-hari apabila kita bertanya pada setiap orang,
apa yang mereka inginkan jika mereka berbuat baik? Mungkin lebih
dari sembilan puluh persen mereka akan mengatakan minta surga.
Tetapi do'a sapujagad ini, do'a yang paling dihafal oleh seluruh
umat Islam ini adalah do'a yang di dalamnya tidak mengajarkan
untuk minta surga. Ada apa gerangan? Mengapa?
Dari seluruh ayat Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat kata-kata
surga, tidak satu pun ayat yang mengatakan bahwa manusia dengan
perbuatan baiknya yang telah dilakukan ketika hidup di dunia, dengan
sendirinya ia akan masuk surga. Tetapi yang ada di dalam Al-Qur'an
ialah bahwa Allah-lah yang akan memasukkan surga kepada siapa
yang dikehendakiNya. Allah menggunakan kekuasaanNya, dan akan
memasukkan surga kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Surga
adalah milik Allah. Surga adalah sebuah hadiah dari Allah bagi
orang yang berhasil dalam perjuangannya ketika di dunia.
Surga adalah tempat kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt.
Surga bukan ada dengan sendirinya. Surga bukan tujuan akhir
bagi seorang hamba. Sebab tujuan akhir dari perjalanan manusia
adalah Allah Swt. Dzat Yang Maha Indah, Yang Maha Perkasa,
Yang Maha Bijaksana, Raja di hari kemudian, Dialah Allah
Azza walla, Dzat Yang Maha segala Maha.... Yang hanya kepada
Nya semua akan kembali.
QS. At-Taubah (9) : 21
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan
rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh
di dalamnya kesenangan yang kekal,
QS. An-Nisa' (4) :13
Hukum-hukum tersebut itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.
Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-
sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan
yang besar.
QS.Al-Insan (76) : 31
Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya
(surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.
6. Yang diminta dalam do'a sapu jagad
Dalam do'a tersebut yang diharapkan dan diminta oleh seorang hamba
kepada Tuhannya ada tiga aspek utama. Yang hal tersebut secara eksplisit
lebih dipentingkan dari pada surga.
I. Dunia yang Khasanah
Apakah dunia yang khasanah itu? Dunia yang khasanah adalah kehidupan
dunia yang menentramkan hati, yang menjadikan jiwa menjadi tenang dan
damai. Merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Bisa sabar terhadap
ujian dan cobaan yang menimpa, serta selalu bersyukur terhadap nikmat
yang yang diberikan.
QS. Al-Fajr (89) : 27-30
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas
lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan
masuklah ke dalam surga-Ku.
II. Akhirat yang Khasanah
Apakah akhirat yang khasanah itu? Kehidupan di hari akhir nanti tak ada
pilihan lain kecuali surga atau neraka. Surga adalah tempat balasan bagi
orang-orang yang berhasil dalam kehidupannya. Ia telah sukses
menjalankan
perintah Allah, dan dengan rela ia meninggalkan larangan-laranganNya.
Sementara neraka adalah tempat siksa bagi orang-orang yang ingkar kepada
Allah. Mereka selalu melakukan perbuatan yang dilarangNya dan tidak
pernah menjalankan apa yang diperintahkanNya.
Di alam akhirat nanti, orang-orang yang mendapatkan akhirat khasanah,
mereka betul-betul bahagia. Selain mendapatkan surga yang telah
dijanjikan
Allah, mereka juga bertemu dengan Allah swt dalam keadaan bahagia.
QS. Al-Hasyr (59) : 20
Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga;
penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.
QS.Al-Kahfi (18) : 31
Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir
sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan
gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan
sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan
yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang
indah;
QS. Ali-Imran (3) : 12
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan
(di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah
tempat yang seburuk-buruknya".
III. Terhindar dari siksa api neraka
Neraka, adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Demikian informasi
dari Al-Qur'an al Karim. Bahkan bahan bakarnya terdiri dari manusia
dan batu. uih, begitu menggiriskan...tentu saja sebagai hamba yang
beriman kita mohon untuk dihindarkan dari siksa neraka ini. Karenanya
do'a sapu jagad tersebut, betul-betul do'a yang tepat, yang universal,
yang dipakai untuk penutup dari segala do'a.
QS. Ali-Imran (3) : 10
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka,
sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka
itu adalah bahan bakar api neraka,
QS. Ali-Imran (3) : 192
Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam
neraka, maka sungguh, telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi
orang-orang
yang zalim seorang penolongpun.
7. Yang penting adalah mendapat ampunanNya
Mohon ampun adalah salah satu sifat dari orang yang taqwa.
Di dalam Al-Qur'an disebutkan bagaimana ciri-ciri orang yang
bertaqwa yang selalu mohon ampunan Allah
QS. An-Nisa' (4) : 106
Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. An-Nisa' (4) : 110
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya,
kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Ali-Imran (3) : 17
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun
di waktu sahur.
Bahkan mohon ampun di waktu malam (waktu sahur), merupakan
salah satu ciri istimewa bagi orang yang bertaqwa. Bangun di waktu
sepertiga malam ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya,
seorang hamba yang bertaqwa bangun dari tidurnya. Bergegas ia ke
kamar mandi mengambil air wudhu. Dibasuhnya semua perilaku yang
salah, melalui tangannya. Dibasuhnya ucapan yang sering khilaf melalui
mulutnya. Dibasuhnya pandangannya, dibasuhnya nafasnya, dibasuhnya
fikirannya... Dan akhirnya dibasuhnya kedua kakinya dengan maksud
agar langkah kakinya yang sering tak terarah itu menjadi bersih, suci,
untuk menghadap sang Ilahi.
Dan akhirnya setelah semua anggota wudhu' sudah dibasuhnya dengan
khusyu, ia mengangkat kedua tangannya untuk bermunajat kepada Allah:
"Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu
anna Muhammad abduhu warasuluhu. Allahummaj'alni minattawwabina,
waj'alni minal mutathahhiriina." (HR. Attirmidzi)
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku sebagai golongan
orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang
yang suci.
Dengan wudhu yang semacam itu, maka terasa begitu lapang dada ini. Maka
ketika seorang hamba mengangkat kedua tangannya untuk memulai shalat,
yaitu ketika takbiratul ihram, niscaya hatinya akan terfokus hanya untuk
Allah
semata. Bacaan saat itu terasa menggetarkan dada. Dan insya Allah,
Allah Swt sebagai Dzat Yang Maha Pengampun akan memaafkan segala
kesalahan hambaNya.
Ampunan adalah kunci surga. Tak ada seorang pun yang bisa masuk surga
tanpa ampunanNya. Sebab manusia selalu berpeluang untuk melakukan kesalahan.
Seorang yang mendapatkan ampunanNya insya Allah jalannya akan lurus.
Dan insya Allah akan mendapat kesuksesan dalam hidupnya. Baik di dunia ini
lebih-lebih dalam kehidupan akhirat nanti.
Sungguh tak seorang pun yang bersih dari khilaf dan salah. Manakala seorang
hamba terlanjur berbuat salah, maka mohon ampun itulah obat mujarabnya.
Dengan bertaubat sebenar-benarnya taubat, insya Allah terbukalah hijab yang
menutupi hatinya. Karena hijab inilah yang membuat manusia menjadi tertutup
nuraninya, sehingga sering berbuat salah. Dan Allah pun, insya Allah akan
memberikan ampunan yang tiada terhingga itu, untuk hamba yang dicintaiNya..
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
----------------------------------------------------------------------------
----
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.413 / Virus Database: 268.18.7/712 - Release Date: 3/6/2007