Bapak Kwarta dan rekan2 ysh.,

maaf agak terlambat dan mengulang posting 8 sept yl, tapi karena saya anggap 
penting, izinkan saya menyampaikan pendapat pribadi saya sbg tanggapan atas 
tulisan bp Kwarta yth di bawah ini.

1. .../.. karena KTSP benar-benar harus diturunkan dari Standar Kompetensi 
Nasional (SKN) yang ada .../...


saya setuju sekali, karena hakikat kurikulum SMK memang harus begitu. dahulu 
namanya SKKNI  (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), sekarang SKN, 
(Standar Kompetensi Nasional) tidak masalah...
hanya saja, saya mohon bp Kwarta sudi menyebarluaskan teks lengkap SKN 
tersebut, agar kita semua, masyarakat luas, khususnya komunitas dikmenjur, 
mengetahui bunyi teks aslinya.
mengapa demikian? agar kami semua tahu, bahwa di dalam SK Menteri Nakertrans 
tsb SKKNI yang pernah ada memang benar2 dibatalkan. jika tidak ada klausula 
tsb, berarti kita semua masih boleh menggunakan SKKNI yang pernah diterbitkan.

2. .../... contoh: dari 94 kompetensi multimedia, yang boleh diperkenan 
diajarkan di smk hanya 22 kompetensi :)


bp Kwarta dan rekan2 ysh.,
ketika kita menyusun kurikulum bidli TIK dg proli RPL, TKJ, dan MM, SKKNI pada 
saat itu tidak membatasi. kita menyusun berdasarkan keyakinan kita bersama (to 
the best of our knowledge). reaksi beberapa rekan perguruan tinggi dan industri 
saat itu sudah kita ketahui bersama. 
ada yang mengatakan: ini SMK mau jadi apa? mana mungkin anak2 SMK menerima 
pelajaran setinggi itu? 
ada pula yg mengatakan: jika SMK seperti itu, kami mengajar apa lagi? dst dst

kita maju terus. kita katakan, pengalaman akan membuktikan. apa yg terjadi? 
akhir tahun 2005 rekan2 terutama dari industri mulai mengatakan, ternyata 
generasi muda kita luar biasa. mereka bisa. 
memang harus kita akui bersama, euphoria otoda menghasilkan banyak SMK yg 
membuka RPK, TKJ, atau MM, hanya mengajarkan word dan excel... ya itulah 
keadaan 'PIL PAHIT' yg harus kita telan dalam masa transisi ini ...

uraian di atas terkait dgn penggalan kalimat berikut:
.../... dari skn tersebut ada pembatasan kompetensi untuk smk, d1, d2, .../...

rupanya para ahli dan tokoh2 penyusun STANDAR ISI atau SKN kita kurang dapat 
menyimak situasi lapangan. 
saya setuju jika SKN tsb sekedar acuan, tapi BUKAN pembatasan. mengapa 
demikian? 
STANDAR ISI atau SKN hendaknya dibaca sebagai kompetensi minimal yg harus 
dikuasai tamatan SMK.

TIK berkembang amat sangat cepat sekali. dalam TIK, generasi muda kita pun luar 
biasa. 
adakah di antara kita ingat, Bill Gates tidak pernah menyelesaikan studi 
perguruan tinggi. dia bukan sarjana, dia tidak punya gelar. karena itu, ketika 
diminta memberikan pidato utama dlm acara wisuda salah satu perguruan tinggi 
terkemuka, dia merasa 'kikuk', uneasy. tapi, dunia mengakui kepiawaiannya dalam 
bidang TIK.

lalu apa hubungannya? sesuai dengan hakikat maju berkelanjutan, jika ada siswa 
sudah menyelesaikan kompetensi minimal yg dituntut, apa kita diamkan saja dan 
kita larang mempelajari kompetensi berikutnya, hanya karena SKN membatasi? jika 
hal ini betul-betul terjadi, menurut hemat saya "sedang terjadi pembodohan 
besar-besaran secara nasional". kita sudah ketinggalan, akan makin ketinggalan.

3. upaya bp Kwarta 'menyiasati' ini dan itu, saya anggap amat sangat baik 
sekali. tapi sampai kapan kita harus menyiasati berbagai batasan? 

dari uraian tsb di atas, izinkan saya menyampaikan saran konkret sbb.

1) siswa yang sudah menyelesaikan seluruh kompetensi yang dituntut oleh SKN, 
mohon jangan dihambat. biarkan, bimbing, dan arahkan mereka mempelajari 
kompetensi selanjutnya, sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing. ini 
hakikat pengayaan: yang berkapasitas lebih, diberi tambahan ilmu dan wawasan.

2) dorong para siswa (upayakan juga biayanya) agar bisa ikut ujian sertifikasi 
internasional. sertifikat ini penting, baik untuk kelanjutan studi maupun untuk 
profesi mereka kelak.

3) mohon diperhatikan kecenderungan para siswa TIK: mereka cenderung duduk 
terpaku di depan komputer masing2. cenderung individualis. hal ini tidak sehat. 
a. berikan pemahaman, bahwa sehat itu penting, dan harus dipelihara. karena itu 
paksa mereka (secara halus) untuk berolahraga: senam, jalan, dsb.
b. berikan pemahaman, bahwa dalam hidup dan kehidupan, membangun jejaring dan 
memiliki jaringan itu penting. karena itu paksa mereka (secara halus) untuk 
bergaul, untuk mempunyai banyak teman.

4) tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan saya kpd bp Kwarta, yg telah 
dengan piawainya 'menyiasati' berbagai keadaan, rasanya sudah saatnya kita 
harus berani berbicara secara lugas. kita pertemukan berbagai argumentasi. jika 
kita keliru, kita harus mengakui kekeliruan kita. tapi jika kita berada pada 
jalur yang benar, kita harus berani maju untuk menjelaskan dan mempertahankan 
pendirian kita. inilah budaya kerja dikmenjur yang kami kembangkan sejak 1968, 
kita kembangkan dan mantapkan bersama sesudah itu, dan kemudian tertanam 
sebagai budaya kerja di lingkungan komunitas dikmenjur. 
(atau sudah mulai luntur? jika ya, sayang sekali).

akhir kata, maju terus, pantang mundur! 
kita harus berani melepaskan diri dari belenggu informasi! 
kita harus berani melepaskan diri dari berbagai belenggu yang menghambat kita 
maju!

mohon maaf jika tidak berkenan.
salam kompak,
opung



  ----- Original Message ----- 
  From: Kwarta Adimphrana 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, August 23, 2006 9:51 AM
  Subject: [KKPI-Dikmenjur] Re: kurikulum multimedia

  dear kawan2 guru multimedia,

  KTSP + Silabus Multimedia agak beda dengan Kurikulum Multimedia Edisi
  2004, demikian pula TKJ dan RPL? kenapa?? karena KTSP benar-benar
  harus diturunkan dari Standar Kompetensi Nasional (SKN) yang ada,
  seperti halnya:
  - SKN Jaringan Komputer & Sistem Administrasi -> TKJ
  - SKN Multimedia & Audio-Visual -> MM
  - SKN Programmer Komputer -> RPL
  dari skn tersebut ada pembatasan kompetensi untuk smk, d1, d2, d3, d4,
  s1, s2, s3.. 

  contoh: dari 94 kompetensi multimedia, yang boleh diperkenan diajarkan
  di smk hanya 22 kompetensi :)
  otomatis kapasitas kompetensi KTSP jadi lebih rendah dibanding
  kurikulum edisi 2004, untuk itu kami menyiasatinya di Dasar Kompetensi
  Kejuruan (Dasar-dasar Multimedia) dan Muatan Lokal (Teknik Penyiaran
  Televisi), ya karena kami punya stasiun relay & studio mini TVE :)

  Dasar-dasar Multimedia kami turunkan SK dan KD-nya dari SKN Komunikasi
  Grafis, sedangkan Teknik Penyiaran Televisi kami turunkan SKN
  Penyiaran. -> SK=Standar Kompetensi, KD=Kompetensi Dasar

  Demikian yang dapat kami bagi dengan kawan2, btw kami sendiri baru
  akan menerapkan KTSP 2006 ini tahun pelajaran 2007/2008 yang akan
  datang, kami tidak akan gegabah memulai sesuatu yang baru tanpa
  persiapan yang matang sematang-matangnya, terutama sdm dan sarpras-nya.

  Terima kasih,
  Kwarta Adimphrana
  SMKN 4 Malang

  --- In [EMAIL PROTECTED], aufar rofyana asysyarofi
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > siapa ya yang bisa sharing info tentang program keahlian multimedia?
  kurikulumnya atau yang berkaitan dengan ktsp yang baru diluncurkan..... 
   

[Non-text portions of this message have been removed]



To subscribe, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
Web only (no mail), send an email to: [EMAIL PROTECTED]
Reset to Default, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
Archive : http://groups.yahoo.com/group/smk-ti/messages
Homepage : http://smk-ti.sdti.co.id
Netiket : http://groups.yahoo.com/group/smk-ti/files/netiket.txt
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smk-ti/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smk-ti/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke